Sukses

Bunda, Yuk, Buat Anak Rutin Melakukan Tummy Time

Menengkurapkan bayi atau tummy time, punya manfaat penting untuk perkembangan si kecil, lho! Simak penjelasan dokter mengenai manfaat tummy time!

Para orang tua umumnya takut untuk membiarkan bayi mereka tengkurap meski hanya sesaat. Apalagi kalau si Kecil belum berusia 6 bulan. Mereka khawatir, tidur tengkurap dapat menyebabkan bayi menangis tak nyaman, bahkan bisa fatal akibat sesak napas.

Padahal, menengkurapkan bayi atau biasa disebut tummy time, punya manfaat besar bagi perkembangan fisik bayi, lho. Sering tengkurap juga bisa mencegah kepala bayi jadi datar alias peang!

Apa itu Tummy Time?

Tummy time adalah sesi rutin yang membuat bayi berada di posisi tengkurap atau berbaring di atas perutnya selama beberapa saat.

Menurut dr. Reza Fahlevi, Sp.A., tummy time juga merupakan aktivitas fisik atau olahraga untuk bayi.

“Tummy time ini bermanfaat untuk melatih kekuatan otot-otot leher, punggung, dan perut,” kata dr. Reza.

Perkembangan otot tersebut nantinya diperlukan bayi untuk mengangkat kepala, duduk, merangkak, dan berjalan.

Tummy time sebetulnya bisa dilakukan sesaat setelah bayi lahir. Misalnya,  sembari ibu inisiasi menyusui dini.

Namun amannya, bayi boleh rutin melakukan sesi ini saat ia sudah menunjukkan gerakan ingin tengkurap, umumnya memasuki usia tiga atau empat bulan.

“Jangan salah kaprah, bayi baru boleh ditengkurapkan kalau dia sudah bisa tengkurap sendiri. Kalau belum bisa lalu dipaksa tengkurap, malah bahaya. Bisa terjadi infant death syndrome,” jelas dr. Reza.

Artikel Lainnya: Kepala Peyang pada Bayi, Bisa Diperbaiki?

1 dari 3 halaman

Ini Risikonya Jika Bayi Jarang Tummy Time

Seperti disinggung di awal, menengkurapkan bayi bermanfaat mencegah kepalanya jadi peang atau dalam bahasa medis disebut plagiocephaly (sindrom kepala datar).

Apabila saat bayi tidur dan bermain hanya di posisi berbaring terus menerus, lama kelamaan tengkorak kepalanya dapat menjadi datar.

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, namun akan memengaruhi penampilan dan bentuk kepala anak dewasa nanti.

Tak hanya itu, menurut Coulter O’Berry, fisioterapis di Children's Healthcare of Atlanta, Amerika Serikat, bayi yang jarang melakukan tummy time punya risiko kesehatan pada bagian otot lehernya.

Bayi dapat mengalami ketegangan atau ketidakseimbangan otot leher. Kondisi ini disebut sebagai tortikolis.

“Jika jarang melakukan tummy time, bayi berisiko tidak dapat menggerakan atau mendorong sikunya. Bayi juga tidak tidak mengangkat kepala dan melihat sekeliling karenat otot di leher dan punggungnya tidak kuat,” kata O’berry menjelaskan.

Artikel Lainnya: Flat Head Syndrome, Penyebab Kepala Bayi Datar

2 dari 3 halaman

Perhatikan Hal Ini Saat Bayi Lakukan Tummy Time

Saat melakukan tummy time, bayi harus berada di bawah pengawasan orang tua, tidak boleh ditinggal atau dibiarkan begitu saja.

Pastikan juga, sesi tummy time ini tidak dilakukan saat bayi dalam keadaan kenyang. Jika dilakukan sehabis menyusui atau makan, risikonya si kecil bisa muntah.

Lalu, berapa lama idealnya bayi melakukan sesi tengkurap?

“Sebetulnya tidak ada batasan waktu tertentu melakukan tummy time. Jangan terlalu lama, karena takutnya bayi kecapekan juga. Intinya liat respons bayinya. Kalau dia masih senang main, bisa dibiarkan. Ketika mulai rewel atau capek, dibaringkan kembali,” saran dr. Reza.

Disarankan, sesi menengkurapkan bayi dilakukan selama 15 menit setiap harinya.  Waktu tummy time bayi ini bisa dibagi menjadi dua hingga tiga sesi berbeda. Pastinya masing-masing berlangsung selama lima menit.

Di samping itu, ada beberapa hal lain yang bisa menjadi perhatian orang tua saat bayi melakukan sesi penting ini. Misalnya, berikut ini.

  • Waktu ideal melakukan tummy time adalah setelah bayi bangun dari tidur siang atau setelah ganti popok.
  • Lakukan tummy time di tempat datar seperti lantai yang diberi alas kasur busa empuk.
  • Di atas tempat bayi berbaring tengkurap, letakkan alas seperti perlak atau kain bersih.
  • Letakkan beberapa mainan di sekitar bayi agar ia tertarik dan bergerak menuju mainan tersebut. Gerakan ini bermanfaat untuk perkembangan otot anak seperti berguling dan merangkak.
  • Ajak si kecil berbicara, bernyanyi bersama, atau bermain ‘ci luk ba!’ supaya ia tertawa.
  • Baringkan bayi di atas dada Anda dan biarkan ia mengangkat kepalanya untuk melihat wajah orang tuanya. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan keintiman antara orang tua dan bayi.
  • Saat bayi mulai menikmati sesi tengkurapnya, Anda bisa memperlama dan lebih sering lagi melakukan sesi tummy time-nya.

Nah, berikut tadi adalah beberapa manfaat serta tips melakukan tummy time pada bayi. Jika masih ingin tahu lebih lanjut tentang tummy time, Anda bisa ajukan pertanyaan ke dokter langsung lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar