Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bagaimana Mengetahui Klaim Medis Seseorang Benar atau Tidak?

Bagaimana Mengetahui Klaim Medis Seseorang Benar atau Tidak?

Klaim soal obat virus corona sedang ramai diperbincangkan. Tapi, bagaimana mengetahui klaim medis itu benar terbukti atau tidak?

Beberapa waktu lalu, banyak beredar klaim tentang obat atau vaksin virus corona. Namun, tidak sedikit juga klaim yang ternyata palsu alias tidak benar informasinya. Supaya tidak gampang tertipu, bagaimana cara agar tidak terjebak klaim obat COVID-19 yang menyesatkan?

Cara Bedakan Klaim Medis Hoaks dan Tidak

Beberapa klaim obat COVID-19 kadang digaungkan oleh selebritas atau public figure. Tak jarang, karena idolanya yang bersuara, masyarakat pun langsung percaya.

Padahal, berita klaim medis seperti obat COVID-19 bukanlah sesuatu yang main-main, lho!  

Bayangkan, jika ada  klaim hoax mengenai obat COVID-19. Lalu, beberapa orang meyakini dan mengonsumsi obat tersebut. 

Kalau klaimnya tidak benar dan malah membahayakan kesehatan atau nyawa orang tersebut, bagaimana? Nyawa bisa jadi taruhannya. 

Menurut dr. Devia Irine Putri, sebenarnya kita bisa membedakan mana klaim medis hoax dan yang benar. Caranya, dengan memeriksa hasil atau laporan uji penelitian.

"Iya, setidaknya ada bukti penelitiannya. Sebab kalau hanya asal bicara tanpa bukti itu bisa menyesatkan. Semua yang menyangkut medis pasti dibuktikan dengan uji klinis, sebelum ke manusia pun pasti melalui uji ke hewan dan pasti sudah ada laporannya," ungkap dr. Devia Irine.

Artikel Lainnya: Waspada Hoax, “Virus” Ganas Selain Coronavirus Pengancam Kesehatan Mental

1 dari 3 halaman

Dapat Klaim Medis Menyesatkan, Harus Bagaimana?

Tak dimungkiri, media sosial atau grup chat adalah tempat yang rawan dibanjiri klaim atau hoaks kesehatan. Namun, mengapa ada saja orang yang percaya dengan klaim tersebut? 

Menanggapi hal ini, Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog menjelaskan, "Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, banyak orang merasa cemas atau tidak nyaman. Jadi, orang tersebut cenderung percaya informasi yang gampang dipahami."

Ini karena setiap membaca suatu informasi yang mudah dicerna, ada hormon dopamin yang dikeluarkan oleh otak. 

“Hormon dopamin yang keluar setelah baca berita obat COVID-19 menimbulkan efek tenang. Ini karena informasi tersebut bisa menurunkan rasa khawatirnya selama ini, terkait tidak adanya obat virus corona,” jelas Ikhsan. 

Maka itu, setelah tahu dan baca ada klaim tersebut, seseorang jadi percaya walau sebenarnya menyesatkan.

Kalau sudah begini, sebenarnya kita bisa menjadi penangkal klaim menyesatkan atau hoaks. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya tidak termakan hoaks menyesatkan menurut dr. Devia Irine:

  • Jangan langsung terprovokasi, cari tahu kebenarannya dahulu. Sekarang akses internet mudah, cari sumber di internet yang memang terpercaya. 
  • Tanyakan pada orang yang memang ahli di bidangnya seperti ke dokter langsung.
  • Stop untuk forward atau menyebarkan pesan yang Anda dapat ke orang lain. Karena semakin disebar, akan semakin banyak orang yang terjebak pada hoax atau klaim medis yang tanpa bukti. Saring before sharing!

Artikel Lainnya: Jangan Percaya Hoax, Ini Mitos dan Fakta Seputar Coronavirus

2 dari 3 halaman

Tips Memilah Info dan Klaim Medis yang Benar

Mendapatkan informasi yang benar adalah hak setiap orang. Tipsnya, jangan langsung percaya, ya

Sebelum mencerna dan menelan informasi yang tersebar, ada baiknya Anda melakukan cek terlebih dahulu. 

Saran dari dr. Devia Irine, untuk memeriksa kebenaran klaim medis seperti obat COVID-19, tanyakan ke dokter lewat aplikasi chat di platform kesehatan.

"Iya, bisa di platform kesehatan yang dipercaya, bisa juga tanya ke dokter lewat aplikasi live chat tanpa harus bertemu dengan dokter di rumah sakit. Kalau memang mau berobat, bisa sekalian tanya," saran dr. Devia Irine.

Selain itu, cross check klaim medis dengan ahli lainnya. Pahami juga bahwa vaksin virus corona adalah suatu hal yang besar, jadi pasti akan diumumkan oleh pihak berwenang, misalnya pemerintah atau Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ikhsan juga menganjurkan agar kita memastikan lagi kebenaran sumber tersebut pada ahlinya, meski pun klaim tersebut katanya juga keluar dari seorang ahli.

"Pastikan informasi itu memang dari sumber terpercaya. Lalu, jika klaim itu adalah pernyataan orang terkenal atau ahli, ada baiknya tidak langsung percaya, tapi cross check apakah ahli lain juga mengatakan hal demikian atau tidak," jelas psikolog Ikhsan.

Klaim medis soal virus obat COVID-19 memang sangat berbahaya kalau dipercaya begitu saja. Sebaiknya cek terus setiap informasi yang ada. Jangan telan begitu saja. 

Jika ragu, manfaatkan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter untuk tanya langsung pada dokter dan ahlinya. 

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar