Sukses

Sering Batuk saat Olahraga, Apa Penyebabnya?

Batuk saat olahraga adalah kondisi yang tidak biasa, khususnya jika terjadi terlalu sering. Apa penyebab batuk tersebut? Cari tahu fakta selengkapnya lewat ulasan ini.

Olahraga terbukti punya banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Anda dianjurkan melakukan aktivitas tersebut setidaknya 30 menit sehari dan sebanyak 3 kali dalam seminggu.

Sayangnya, beberapa orang kesulitan untuk memenuhi anjuran tersebut. Salah satu alasannya, karena mengalami keluhan batuk saat olahraga

Apakah Anda termasuk yang sering mengalami kondisi tersebut? Jika ya, Anda sebaiknya lebih waspada. Batuk setelah olahraga bisa terjadi akibat kondisi serius.

Cari tahu penyebab batuk saat berolahraga dan cara mencegah maupun mengatasinya lewat ulasan di bawah ini!

Artikel Lainnya: Fakta Medis di Balik Mitos Batuk yang Menyesatkan

Penyebab Batuk saat Berolahraga 

Berikut ini berbagai kondisi yang mungkin menjadi penyebab batuk saat berolahraga:

1. Exercise Induced Bronchoconstriction (EIB)

Salah satu penyebab batuk saat olahraga adalah exercise induced bronchoconstriction (EIB). Kondisi ini terjadi akibat penyempitan saluran napas di dalam paru-paru, sebagai respons aktivitas fisik yang meningkatkan denyut jantung.

Kondisi tersebut digambarkan seperti asma. Namun, pada kasus asma, kondisi ini  dipicu oleh paparan alergen, seperti debu, serbuk sari, dan sejenisnya. 

Sementara itu, pada exercise induced bronchoconstriction, jenis batuk ini dipicu oleh olahraga atau aktivitas fisik. 

2. Alergi

Jogging di taman yang terdapat banyak bunga bisa membuat penderita alergi serbuk sari batuk, bersin, bahkan sesak napas. 

Pasalnya, serbuk sari merupakan alergen yang cukup kuat. Menurut American Lung Association, paparan alergen tersebut pada penderita alergi dan asma berisiko mencetuskan keluhan sesak napas.

3. Tetesan Postnasal

Tetesan lendir dari bagian belakang sinus bisa membuat tenggorokan teriritasi dan berakhir dengan batuk. 

Faktanya, berlari atau melakukan jenis olahraga lain dapat membuat tetesan postnasal bertambah banyak. Alhasil, batuk saat atau setelah berolahraga mungkin tak bisa dihindari lagi. 

Artikel Lainnya: Benarkah Ada Buah yang Harus Dihindari Saat Batuk?

4. Refluks Asam

Refluks laringofaringeal, kondisi sejenis GERD, juga dapat menyebabkan batuk saat berolahraga. Keluhan ini terjadi ketika asam lambung naik ke tenggorokan dan menyebabkan batuk. 

Pada kondisi ini, batuk terjadi secara kronis alias jangka panjang, khususnya jika penderita tidak mengobati lambungnya dan menerapkan gaya hidup sehat.

5. Disfungsi Pita Suara

Menurut American College of Allergy, Asthma, and Immunology (ACAAI), kelainan pada pita suara dapat pula menjadi penyebab batuk saat berlari.

Penderita biasanya akan mengalami gejala-gejala penyerta, seperti batuk, mengi, dan kesulitan bernapas.

6. Berolahraga di Cuaca Dingin

Batuk saat olahraga juga bisa terjadi apabila Anda melakukan aktivitas fisik ketika cuaca sedang dingin dan kering. 

Kondisi cuaca yang demikian membuat paru-paru kehilangan cairan dengan lebih cepat. Karenanya, batuk, mengi, atau sesak napas saat berolahraga mungkin tak bisa dihindari lagi.

Artikel Lainnya: Setelah Sembuh dari COVID-19 Batuk Tak Kunjung Sembuh, Ini Tipsnya 

Cara Mengatasi dan Mencegah Batuk saat Olahraga

Cara mengatasi batuk saat olahraga tergolong mudah. Anda hanya perlu berhenti dan beristirahat sejenak apabila keluhan datang menyerang. Ambil napas secara perlahan dan teratur, sambil membuat tubuh relaks.

Jika batuk masih belum reda, Anda bisa mengisap inhaler. Alat pelancar pernapasan ini dapat membuka saluran udara yang menuju ke paru-paru, sehingga pernapasan akan lebih baik.

Apabila batuk sudah reda, Anda dapat kembali bergerak. Hindari memaksakan diri, karena keluhan mungkin akan kembali menyerang.

Anda bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk menurunkan risiko batuk saat berolahraga di masa mendatang:

  • Hindari berlari di udara dingin. Jika memang harus berolahraga di kondisi cuaca tersebut, Anda mesti menggunakan syal atau masker guna menutupi mulut maupun hidung.
  • Berolahraga di dalam ruangan bisa menjadi pilihan yang tepat, apalagi jika Anda alergi terhadap serbuk sari. 
  • Lakukan pemanasan sebelum dan setelah olahraga guna menurunkan risiko cedera.
  • Berhenti merokok. Perokok memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami batuk-batuk saat berolahraga.
  • Tingkatkan imunitas tubuh dengan melakukan olahraga intensitas ringan dan sedang. Hindari latihan intensitas berat, karena dapat meningkatkan risiko batuk ketika berolahraga.

Satu hal penting lain, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk berolahraga apabila tubuh tidak dalam keadaan prima. 

Rasa lelah akibat berolahraga justru akan membuat kondisi tubuh memburuk. Tak menutup kemungkinan, Anda pun akan jatuh sakit setelahnya. 

Apabila batuk saat berolahraga yang Anda alami disertai dengan gejala-gejala parah, sebaiknya jangan tunda untuk berobat ke dokter. Hal ini untuk menegakkan diagnosis, juga menentukan penanganan paling tepat.

Butuh bantuan atau memiliki pertanyaan mengenai batuk dan masalah kesehatan lainnya? Anda bisa berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

Referensi:

Healthline. Diakses 2002. What Causes Coughing After Running?

0 Komentar

Belum ada komentar