Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Viral Bicarakan Klepon, Ini Kandungan Nutrisi Camilan Tradisional Itu!

Viral Bicarakan Klepon, Ini Kandungan Nutrisi Camilan Tradisional Itu!

Mendadak viral, anggapan kalau klepon tidak islami menuai tanggapan warganet. Padahal, klepon punya banyak nutrisi penting!

Media sosial di Indonesia saat ini sedang diramaikan oleh obrolan soal kue klepon sebagai makanan yang tidak islami. Memang ada yang mengiyakan, meski lebih banyak yang kontra.

Nah, tak ingin masuk lebih jauh ke dalam perdebatan, tahukah Anda kalau kudapan tradisional ini nyatanya punya banyak nutrisi sehat?

Mengenal Klepon, Camilan Legit Nusantara

Sebagian dari Anda mungkin tak asing lagi dengan klepon atau kerap disebut onde-onde. Kudapan tradisional ini cukup mudah ditemukan di pasar tradisional hingga modern.

Camilan tradisional yang rasanya kenyal ini berbentuk bulat ini terbuat dari tepung beras ketan. Bagian dalamnya diisi gula aren.

Kulit klepon biasanya dibuat berwarna hijau dari campuran daun pandan atau daun suji.

Usai dibentuk bulat dan diberi isian, kue ini direbus dalam air mendidih selama beberapa saat. Setelah matang, klepon dilapisi dengan parutan kelapa kering. Sungguh menggiurkan, ya!

Di beberapa daerah di Indonesia, kue tradisional ini biasa dijual bersama getuk dan cenil sebagai camilan di pagi atau sore hari.

Sementara, suguhan yang sama lebih dikenal sebagai onde-onde atau buah melaka di beberapa bagian Sulawesi, Sumatra, dan Malaysia.

Artikel Lainnya: Mengintip Bahaya pada Jajanan Tradisional

1 dari 4 halaman

Kandungan Nutrisi dalam Klepon

Sudah jelas, klepon telah menjadi favorit banyak orang sejak lama. Hal ini bukan tanpa alasan. Selain manis dan enak, ternyata nutrisi di dalamnya memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan, lho.

“Per 100 gram klepon antara lain terdapat energi 215 kkal (10% AKG), lemak total 3,7 gram (5,52%), protein 3,7 gram (6,17%), karbohidrat total 3,70 gram (12,86%), dan serat pangan 1 gram (3,33%)” tutur dr. Sepriani Timurtini Limbong.

Selain itu, ia menambahkan bahwa kandungan klepon juga diisi dengan sejumlah mineral dan vitamin penting.

“Antara lain, kalsium 232 mg (21,09%), fosfor 45 mg (6,43%), dan zat besi 3,30 mg (15%),” tutur dr. Sepriani.

“Nutrisi-nutrisi klepon tersebut pada dasarnya baik. Ada lemak dari santannya, karbohidrat dari tepungnya, tapi masih ada seratnya juga,” tambahnya.

Bahkan, pada anak-anak, dr. Sepriani menjelaskan kalau kue klepon sering disarankan untuk bantu boost (meningkatkan) berat badan mereka.

“Ini karena kandungan lemaknya yang lumayan tinggi. Dengan catatan, kalau untuk anak, ukuran dan teksturnya disesuaikan, ya,” ujarnya.

Artikel Lainnya: Daftar Jajanan Kekinian yang Picu Diabetes pada Generasi Milenial

2 dari 4 halaman

Klepon Cocok Disantap pada Pagi Hari?

Melihat bahan baku utama klepon adalah tepung beras ketan dan gula merah, kandungan gizi terbesar dalam kue ini adalah karbohidrat. Seperti Anda tahu, karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh untuk beraktivitas.

Lantas, apakah ini artinya klepon cocok dikonsumsi sebagai menu sarapan? Menjawab ini, dr. Sepriani berpendapat sebenarnya boleh-boleh saja.

Namun menurutnya, kalau dilihat dari jumlah kalorinya, klepon lebih cocok jadi camilan. Misalnya, kudapan di antara jam makan pagi dan makan siang.

“Kalau untuk sarapan, kalori di dalam klepon itu sebenarnya masih kurang. Selain itu, komposisi gizinya juga nggak lengkap. Sementara, saat sarapan kita butuh nutrisi lengkap yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral,” jelasnya.

Artikel Lainnya: Tips Memilih Jajanan Sehat di Pinggir Jalan

3 dari 4 halaman

Klepon Sebaiknya Tak Dikonsumsi Orang yang Diet

Seperti yang dipaparkan di atas, per 100 gram klepon mengandung kalori yang cukup tinggi, belum lagi ditambah lemak dari santannya.

Tak heran, banyak orang yang sedang berdiet pikir-pikir ulang untuk memakannya.

Terkait hal itu, dr. Arina Heidyana memberikan tanggapan. Menurutnya, pelaku diet sebaiknya tidak mengonsumsi klepon.

“Mengapa demikian? Itu karena klepon terbuat dari tepung, gula, dan kelapa, sehingga kalori dan karbohidratnya cukup tinggi,” kata dr. Arina.

Di lain sisi, ia menjelaskan bahwa orang yang sedang menjalani program diet disarankan untuk mengonsumsi jenis karbohidrat yang indeks glikemiknya rendah. Misalnya, nasi merah, nasi cokelat, dan jagung.

Itu dia kandungan nutrisi klepon yang saat ini sedang viral. Walaupun punya manfaat sehat, tapi jangan makan klepon secara berlebihan, ya!

Jangan lewatkan informasi terbaru seputar kesehatan dan gaya hidup sehat di aplikasi KlikDokter. Bila Anda ingin konsultasi seputar asupan sehat, pakai fitur LiveChat 24 jam untuk tanya langsung kepada dokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar