Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Pandemi COVID-19 Bisa Sebabkan Gairah Seksual Menurun?

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Benarkah Pandemi COVID-19 Bisa Sebabkan Gairah Seksual Menurun?

Beberapa orang merasa bahwa gairah seksual mereka menurun sejak pandemi COVID-19 berlangsung. Apakah hal tersebut memang saling memengaruhi?

Sejak virus corona mewabah dan menjadi pandemi, banyak hal yang berubah di kehidupan kita. Bahkan, beberapa orang merasa perubahan itu memengaruhi gairah seksual mereka! 

Entah itu dipengaruhi oleh pandemi atau bukan, gairah seksual malah menurun dan jadi malas bercinta dengan pasangan di rumah. Kenapa, ya?

Adakah Hubungan Aktivitas Seksual dan Virus Corona?

Fakta kesehatan tentang virus corona yang bisa menular lewat droplet jika kita tak jaga jarak, kadang membuat niatan untuk dekat-dekat dengan pasangan menjadi menurun. 

Namun seharusnya, itu tidak terlalu memengaruhi gairah seksual Anda, apalagi jika Anda berada satu rumah dengan suami atau istri Anda. Toh, setelah membersihkan diri, Anda tetap bisa melakukan hubungan intim, bukan? 

Sedangkan untuk pasangan yang melakukan LDR, memang ada momen di mana salah satunya melakukan karantina mandiri. Akan tetapi, setelah karantina selesai, hubungan seksual juga tetap bisa dilakukan. 

Dengan kata lain, sebenarnya, antara gairah seksual dan pandemi virus corona ini tidak berhubungan.

Mungkin, frekuensi aktivitasnya bisa berkurang (jika harus terpisah sementara waktu), tetapi itu tidak memengaruhi kadar gairah seksual. 

Hal itu disetujui oleh dr. Devia Irine Putri. Kepada KlikDokter ia mengatakan, “Justru sebaliknya. Lebih banyak orang yang gairah seksualnya meningkat di masa pandemi. Intensitas bertemu yang lebih sering dan punya waktu luang lebih banyak bisa meningkatkan hal itu.”

Artikel Lainnya: Hati-hati, Virus Corona Juga Bisa Menular dari Aktivitas Seksual

1 dari 3 halaman

Lalu, Kenapa Ada Beberapa Orang yang Gairah Seksnya Turun?

Meski seharusnya tak membuat gairah seksual dengan pasangan menurun, dr. Devia punya alasan lain mengapa ada yang jadi tak bergairah saat pandemi .

“Tak bisa dimungkiri, beberapa orang ada yang libidonya cenderung menurun. Tapi, bukan karena virus corona itu sendiri, melainkan dampak pandemi virus coronanya. Kecemasan dan perubahan-perubahan saat pandemi, kan, bikin kita stres dan bosan. Inilah yang bisa membuat beberapa orang justru tidak berhasrat,” jelas dr. Devia.

Untuk lebih detailnya, inilah beberapa penyebab gairah seksual menurun di masa pandemi:

  • Stres Berat

Buat yang kehidupan ekonominya terdampak, dalam hal ini terdampak secara negatif, hal tersebut bisa memicu munculnya keributan-keributan rumah tangga. 

Kehilangan pekerjaan dan kebutuhan yang justru semakin meningkat, akan membuat pasutri stres dan pusing. Alhasil, bukannya bermesraan di rumah, frekuensi bertengkar meningkat dan jadi ogah berdekatan satu sama lain.  

  • Khawatir Ketularan 

Suami atau istri masih aktif bekerja di luar rumah dan ketemu banyak orang? Buat pasangan yang punya cemas berlebih, ini bisa membuatnya menjauhi pasangannya sekalipun dia sudah membersihkan diri, lho

Merasa dijauhi oleh pasangan tentu bisa bikin suami atau istri jadi malas berdekatan. 

Artikel Lainnya: Penyintas COVID-19 Tidak Boleh Berhubungan Seks 1 Bulan, Apa Alasannya?

  • Sibuk dengan Pekerjaan 

Kata siapa work from home itu lebih santai? Buat beberapa profesi, WFH malah seperti kerja 24 jam! Dulu, waktu malam bisa dipakai untuk momen berhubungan intim. 

Namun sejak WFH, keduanya jadi lebih sibuk bekerja di malam hari dan melupakan sesi bercinta. 

  • Tak Menikmati Seks Karena Pakai Kondom

Apa Anda tahu tentang fakta virus corona yang bisa terdapat di sperma pria? Ya, karena fakta tersebut, para ahli kesehatan jadi mengimbau berhubungan seks sebaiknya pakai kondom. 

Sayangnya, untuk beberapa pria, pakai kondom sering dianggap tidak nyaman. Sebab, rangsangan dari gesekan kulit penis ke vagina jadi terhalang dan tak maksimal. 

Akibatnya, gairah pun jadi sulit memuncak. Ujung-ujungnya, semakin malas berhubungan seksual.

  • Terlalu Sering Bersama Pasangan

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi, terlalu sering bertemu pasangan juga bisa jadi pemicunya. 

Biasanya, sebelum pandemi, pasangan bertemu hanya beberapa jam dalam sehari (karena harus bekerja), dan sekarang harus 24 jam bertatap muka.

Menurut psikolog Ikhsan, watak asli seseorang yang mungkin menyebalkan bisa terlihat jika sering berbagi waktu bersama. 

Apalagi, berbagi waktunya di saat masa pandemi yang menyebabkan stres seperti ini, sebagian orang cenderung jadi menyebalkan dan sensitif. 

Karena itulah, beberapa pasangan jadi enggan atau tidak berhasrat untuk berhubungan seksual. 

Dari sini bisa terlihat, bahwa bukan virus coronanya yang menjadi penyebab gairah seksual menurun, melainkan lebih ke dampak dari pandeminya.

Saat dikasih waktu bersama yang banyak, sebagian pasangan ada yang hidup harmonis. Namun, buat sebagian lagi, kebanyakan bertemu justru bikin bertengkar. 

Artikel Lainnya: Tetap Mesra selama Pandemi Virus Corona? Ini Rahasia dari Dokter Boyke!

2 dari 3 halaman

Tips Menjaga Gairah Seks agar Tetap Optimal

Jika Anda termasuk golongan yang gairah seksnya menurun sejak pandemi virus corona berlangsung, cobalah ikuti saran dari dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS berikut ini. 

Dalam FB Live bersama KlikDokter yang dilakukan tempo hari lalu, dr. Boyke memberikan beberapa tips agar pasutri bisa tetap harmonis, khususnya dalam urusan seks. Adapun tips yang dianjurkan, antara lain:

  • Ingatlah bahwa berhubungan seks itu bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh (limfosit T-nya meningkat). Jadi, tetaplah melakukan hubungan seks secara rutin (1-4 kali seminggu).
  • Coba ubah pola berpikir Anda. Jangan salahkan stres sebagai “pihak” penyebab gairah seks menurun. Justru jadikan seks sebagai penghilang stres Anda. 

Dokter Boyke mengatakan, kekuatan ejakulasi dan orgasme itu 100 kali lipat lebih kuat, lho, ketimbang morfin (obat pereda).

  • Meski #DiRumahAja, yuk, jaga penampilan Anda. Tak bisa dimungkiri bahwa tubuh pasangan yang wangi dan penampilan yang manis di rumah bisa membuat pasangan ingin nempel terus. 
  • Jika butuh waktu berdua, sesekali mintalah bantuan anggota keluarga yang lain untuk menjaga anak-anak Anda. 
  • Tetap jaga komunikasi dan jangan dipendam hingga akhirnya jadi bom waktu. Komunikasikan semua masalah dan unek-unek dengan pasangan Anda, sehingga kalian berdua bisa mencari solusinya.
  • Konsumsi makanan afrodisiak, yaitu makanan yang bisa meningkatkan gairah seksual, misalnya saja tiram, ginseng, cokelat, dan lain sebagainya. 

Itu dia penjelasan tentang dampak pandemi virus corona terhadap penurunan gairah seksual.

Jika masih ada pertanyaan seputar masalah seks, libido, hingga penyakit kelamin, Anda bisa ngobrol langsung dengan dokter kami lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar