Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Maia Estianty Jodohkan Dul dan Amanda Caesa. Kok, Ibu Jadi Biro Jodoh?

Maia Estianty Jodohkan Dul dan Amanda Caesa. Kok, Ibu Jadi Biro Jodoh?

Jadi biro jodoh, Maia Estianty jodohkan anak ketiganya Dul dengan Amanda Caesa. Apa harus menolak? Atau menerimanya begitu saja?

Menikah cepat di usia muda, bukanlah impian semua orang. Akibatnya, hingga usia kepala tiga, banyak orang yang belum punya pasangan untuk diajak ke pelaminan.

Lantas, hal ini membuat banyak orang tua jadi kebakaran jenggot dan memutuskan untuk menjodohkan anaknya.

Hal ini pun juga dirasakan oleh penyanyi Maia Estianty yang ingin menjodohkan anak ketiganya Abdul Qodir Jaelani atau Dul, dengan Amanda Caesa yang juga anak dari Parto Patrio.

Meski belum menyentuh angka kepala tiga, Maia Estianty mengaku memang ingin menjodohkan anaknya setelah melihat paras cantik dari Amanda Caesa.

1 dari 5 halaman

Maia Estianty Ingin Amanda Caesa Jadi Pacar Dul

Merangkum berbagai sumber, niat Maia menjodohkankan Dul memang sudah tercetus saat melihat kecantikan Amanda.

Bahkan, dirinya sempat nervous ketika melihat Amanda Caesa. Hal ini diungkapkan oleh Maia dalam video YouTube-nya saat berbincang dengan Poppy Amalya, seorang pakar mikro ekspresi.

“Ini bisa, kebetulan buat Dul. Kan, aku emang ingin banget cari-cariin pasangan buat Dul. Cakep, ya, nervous gue,” kata Maia kepada Poppy.

Dirinya juga sempat terkejut saat mengetahui Amanda adalah anak dari komedian legendaris Parto Patrio.

Selain itu, dalam video tersebut, Maia juga berusaha mencocokan ‘sesuatu’ antara Dul dan Caca, sapaan akrab Amanda Caesa. Maia terkejut ketika mengetahui Caca lahir pada tanggal yang sama dengan Dul.

“Dul 23 Agustus, Tiara 23 September, dia (Caca) 23 Desember. Ada apa? Emak tirinya (Mulan Jameel) juga angka 23,” kata Maia.

Kendati demikian, Amanda Caesa sendiri rumornya sedang didekati Billy Syahputra,  yang tak lain adalah adik dari pelawak Almarhum Olga Syahputra.

Artikel Lainnya: Sibuk Mencari Jodoh Malah Buat Anda Makin Kesepian, Mengapa Begitu?

2 dari 5 halaman

Mengapa Ibu Sering Melakukan Perjodohan?

Faktanya, tidak hanya Maia yang pernah melakukan perjodohan pada anaknya. Akan tetapi, seperti yang disinggung di awal tadi, banyak orang tua, terutama ibu, yang ingin menjodohkan anaknya dengan pilihan mereka.

Bagi kebanyakan anak, mendengar kata ‘perjodohan’ mungkin sangat menjengkelkan, apalagi jika sang ibu kesannya memaksa.

Namun, tahukah Anda bahwa orang tua punya alasan tersendiri kenapa mereka suka menjodohkan anaknya?

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog mengatakan kepada Klikdokter, banyak ibu yang suka menjadi biro jodoh untuk anaknya karena merasa pilihannya (calon pasangan anak) sudah paling pas untuk Anda.

“Karena merasa sudah cocok dan capable untuk jadi pacar anaknya, maka sang ibu atau orang tua nggak segan untuk menjodohkan Anda dan pilihannya. Padahal, tidak semua pilihan orang tua terkadang baik untuk diri Anda. Namun, ketika orang tua sudah berani untuk menjodohkan Anda, maka percayalah bahwa mereka sudah memilih orang yang baik dan tepat untuk Anda,” ujar Ikhsan.

Selain itu, orang tua berlaku demikian karena merasa dirinya lebih tahu tentang anaknya, ketimbang diri Anda sendiri.

“Para orang tua suka berpikir ‘Anakku tidak tahu apa yang dia inginkan. Dia tidak punya petunjuk akan kriteria pasangan yang ideal dan baik untuk dirinya’ dan inilah yang bisa jadi alasan kenapa seorang ibu menjodohkan anaknya,” lanjut Ikhsan.

Menurut Ikhsan, orang tua yang punya pemikiran seperti itu, umumnya sering dilandasi beberapa faktor.

Misalnya, sering melihat anaknya berganti pacar dengan rentang waktu yang singkat, hanya berlangsung satu bulan atau tidak pernah lebih dari setengah tahun.

“Kita memang tidak pernah ada yang tahu apa penyebab seseorang bisa pacaran dengan waktu yang singkat. Tapi, jika hal ini terus terjadi dan berlangsung setiap kali Anda pacaran, tidak heran jika orang tua Anda menganggap Anda tidak punya kriteria yang pas untuk seorang pasangan,” katanya.

Lalu, alasan lain kenapa orang tua suka menjodohkan anaknya adalah karena faktor ekonomi dan budaya.

“Penyebab dari orang tua jodohin anaknya sebenarnya itu banyak faktor dan bisa jadi tiap orang beda-beda, tuh. Ada yang karena faktor budaya, karena faktor ekonomi ataupun status sosial. Ada juga yang karena memang sudah merasa mengenal keluarga yang akan dijodohkan,” jelas Ikhsan.

‘Contoh, dijodohkan juga bertujuan untuk memperbaiki kondisi ekonomi atau untuk meringankan beban ekonomi orang tua. Kalau karena budaya itu jadi tradisi, misalnya  orang Padang mesti nikah sama orang Padang juga,” tambah Ikhsan.

Artikel Lainnya: Wajah Mirip Berarti Jodoh: Mitos atau Fakta?

3 dari 5 halaman

Haruskah Anda Menurut Dengan Pilihan Ibu?

Karena merasa tidak enak hati, Anda jadi nurut dengan kemauan orang tua. Padahal, hati rasanya berat untuk berkenalan dengan pilihan sang ibu. Lantas, perlukah Anda menurut dengan pilihan ibu?

Ikhsan mengatakan jika hanya sebatas berkenalan, tak mengapa Anda menuruti kata orang tua. Namun, bila memang sedang tidak berniat untuk membuka hati, jelaskan perasaan Anda tentang perjodohan ini pada orang tua.

Anda bisa menjelaskan, bahwa saat ini sedang fokus dengan karir dan pada diri sendiri. Katakan pada mereka, berkenalan dengan orang baru justru bisa membagi fokus tersebut dan bisa menimbulkan kemungkinan pihak lain jadi sakit hati.

“Tapi balik lagi, jika Anda memang ingin berkenalan sebatas untuk teman, maka menuruti apa kata orang tua, ya, tidak apa-apa. Pastikan Anda sudah membicarakan tujuan awal tersebut pada orang tua, agar mereka tidak memiliki harapan yang lebih ke depannya,” kata Ikhsan.

4 dari 5 halaman

Cara Menolak Pilihan Ibu Tanpa Menyakiti Perasaannya

Menolak atau tidak nurut dengan orang tua, dalam konteks perjodohan bukan berarti durhaka.

Karena pada dasarnya, setiap orang memang memiliki hak untuk memilih pasangannya masing-masing.

Jangan karena tidak enak hati, Anda justru manut dan mengikuti semua omongan orang tua. Padahal, jauh di dalam hati, Anda tersiksa dan merasa terperangkap dalam suatu hubungan tersebut.

Menurut Ikhsan, jika memang dari awal Anda tidak setuju dengan perjodohan yang dilakukan, sebaiknya jujur dengan perasaan Anda adalah cara yang tepat untuk menghindari konflik.

Sayangnya, tidak semua orang bisa langsung jujur karena takut menyakiti perasaan orang tua. Akan tetapi, tenang saja, berikut beberapa alasan sekaligus cara menolak pilihan ibu tanpa harus menyakiti perasaannya:

  1. Anda Sedang Punya Fokus Lain

Katakan pada orang tua bahwa sekarang fokus Anda bukan mengarah pada suatu hubungan pacaran atau pernikahan. Anda bisa katakan sedang memiliki karir yang baik dan menyenangkan. Jadi, diri sendiri dan orang tua adalah fokus utama Anda.

Biasanya, kalimat-kalimat seperti ini akan lebih mudah dimengerti oleh orang tua, ketimbang berargumen dan berdebat soal perjodohan.

  1. Anda Punya Pilihan Sendiri

Tanpa mengurangi rasa hormat, katakan pada orang tua bahwa Anda sudah memiliki pilihan pasangan di masa depan. Jelaskan juga betapa Anda mencintai dan bahagia bisa menjalani hari-hari dengan pasangan yang sekarang.

Apabila orang tua tetap memaksa perjodohan, coba beranikan diri untuk mengenalkan pasangan Anda kepada orang tua. Ini bisa jadi cara Anda untuk meyakinkan orang tua, bahwa Anda sudah yakin dengan pasangan yang sekarang.

  1. Berteman Adalah Fokus Anda Sekarang

Jika belum mau membuka hati untuk orang lain, berteman mungkin bisa jadi alasan lainnya yang Anda gunakan untuk menolak perjodohan.

Katakan pada orang tua, untuk saat ini Anda hanya ingin mencari banyak teman baru untuk kepentingan-kepentingan tertentu di masa depan.

Memiliki banyak teman baru bisa membawa keuntungan tersendiri bagi Anda, baik untuk sekarang maupun untuk masa yang akan datang.

Perlu diingat, perjodohan memang menjadi kata yang cukup sensitif bagi anak muda jaman sekarang. Pasalnya, perjodohan dianggap tidak memberi kebebasan bagi Anda untuk memilih pasangan hidup.

Namun perlu diketahui juga, tidak sedikit orang yang justru meminta untuk dijodohkan oleh orang tuanya.

Keduanya sama-sama memiliki keuntungan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, apapun pilihan orang tersebut, sebaiknya jangan dikomentari dan hargai pendapatnya. Setuju?

Untuk tahu info lebih lanjut tentang bagaimana harus bersikap mengalami perjodohan, Anda bisa konsultasi ke psikolog. Untuk lebih lengkapnya, konsultasi langsung lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar