Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Liverpool Juara Liga Inggris, Suporter Langgar Social Distancing!

Liverpool Juara Liga Inggris, Suporter Langgar Social Distancing!

Meskipun sudah mendapat gelar juara Premier League, fans Liverpool malah melanggar aturan social distancing yang ditetapkan pemerintah Inggris.

Setelah penantian 30 tahun, klub sepak bola asal Inggris, Liverpool, berhasil menjuarai Liga Inggris musim 2019/2020. Hasil ini didapat usai Chelsea menekuk Manchester City 2-1, Jumat (26/6) dini hari WIB. Dengan kekalahan City, perolehan poin klub berjuluk the Reds itu tak terkejar lagi.

Kemenangan Chelsea ini secara tidak langsung membuat para fans Liverpool berpesta dan menggelar perayaan di luar Stadion Anfield, Liverpool, Inggris.

Padahal, perayaan di tengah pandemi corona tanpa adanya physical atau social distancing, sangat berisiko tinggi saling tertular!

Ribuan Fans Liverpool Rayakan Kemenangan 

Ribuan penggemar menyalakan flare merah dan menyanyikan lagu-lagu kemenangan. Tak cuma berpesta dan bernyanyi, fans terlihat saling memeluk satu sama lain.

Kabarnya, perayaan ini juga digelar secara meriah di seluruh penjuru kota asal The Beatles itu.

Tidak hanya itu, dilansir dari Evening Standart, beberapa orang terlihat membawa bendera dan syal klub sepak bola kebanggaan mereka, sementara beberapa lainnya bergembira sambil minum bir di luar Anfield. 

Polisi juga sudah “mengusir” mobil-mobil pendukung The Reds yang terlihat di luar Anfield.

Namun, tampaknya mereka tetap tak peduli, malah semakin membunyikan klakson untuk merayakan kesuksesan klub kesayangannya.

Artikel Lainnya: Gowes di Masa New Normal, Amankah Bersepeda saat Pandemi?

1 dari 3 halaman

Fans Liverpool Langgar Aturan Social Distancing

Kalau sudah begini, artinya fans The Reds sudah melanggar aturan social distancing yang sejak beberapa bulan lalu ditetapkan oleh pemerintah Inggris.

Pasalnya, semenjak virus corona merebak pada awal tahun ini, seluruh pertandingan Liga Inggris harus diadakan secara tertutup. Selain itu, pertemuan massal di Inggris pun telah dilarang. 

Masyarakat Inggris juga kecewa melihat ada banyaknya pelanggaran social distancing yang dilakukan tersebut.

Mirisnya, beberapa jam sebelum Liverpool dinobatkan sebagai juara, kepala petugas medis Inggris, Profesor Chris Whitty, baru memperingatkan bahwa kasus COVID-19 akan meningkat lagi jika protokol kesehatan tidak dipatuhi.

Sampai saat ini, lebih dari 43 ribu orang di Inggris telah meninggal karena virus corona.

Lalu, sudah ada 149 kematian akibat COVID-19 yang dilaporkan oleh Departemen Kesehatan Inggris. pada Kamis kemarin. 

Fans Liverpool Diminta Rayakan Kemenangan di Rumah

Sebetulnya, Steve Rotheram, Wali Kota Metro Wilayah Liverpool, sudah mengimbau para pendukung The Reds untuk di rumah saja untuk merayakan kemenangan. 

Bahkan, Joe Blott, ketua kelompok Spirit of Shankly (masih pendukung Liverpool),  mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan klub sepak bola, polisi, dan dewan untuk fokus pada keselamatan publik selama pandemi coronavirus.

"Dengan merayakan di rumah, mereka dapat membantu melindungi kehidupan sesama pendukung. Nantinya, ini dapat membangun respons baik masyarakat terhadap penggemar di masa pandemi ini,” ujar Joe Blott.

Sayangnya, imbauan ini tidak diindahkan fans. Banyak masyarakat kecewa dengan perilaku pendukung Liverpool yang tidak mematuhi protokol kesehatan. 

Artikel Lainnya: Apa Orang Indonesia Bisa Adaptasi dengan New Normal COVID-19?

2 dari 3 halaman

Mengapa Kerumunan Fans Sepak Bola Bisa Berbahaya?

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irene Putri juga menyayangkan sikap pendukung sepak bola yang mengabaikan peraturan social distancing atau physical distancing. Ini karena penularan COVID-19 di antara kerumunan fans sangat mudah terjadi.

“Kalau kerumunan orang banyak tentu berisiko, karena kita tidak tahu, kan, status kesehatan mereka. Meski tampak sehat, kalau ternyata OTG (orang tanpa gejala) tentu mudah sekali membuat yang lain tertular,” jelas dr. Devia.

“Meski sebenarnya mereka sudah pakai masker, tapi masker tidak menjadi satu-satunya cara membuat mereka kebal. Kalau nggak sengaja mereka pegang masker terus pegang-pegang area wajah, kucek-kucek mata misalnya, tetap ada risiko,” dia menambahkan. 

Mengapa Fans Bisa Melupakan Protokol Kesehatan?

Menurut dr. Devia, alasan perayaan kemenangan sampai melupakan protokol kesehatan bisa diketahui. Ini karena klub sepak bola tersebut memang sudah lama tidak juara. 

Selain itu, adanya faktor lain, misalnya jumlah kasus positif virus corona di suatu daerah yang menurun, juga bisa jadi alasan mengapa para fans sampai abai dengan aturan social distancing. 

“Mungkin karna mereka sudah menunggu lama kemenangan Champion League ini, fans Liverpool udah nunggu 30 tahun untuk angkat piala. Jadi mereka mau selebrasi di luar stadium,” jelas dr. Devia 

“Kalau dilihat dari kurvanya, di Inggris, sih, belum terlalu landai, ya. Per 25 Juni ada tambahan 1.118 kasus baru. Kalau spesifik di wilayah Liverpool, belum cek datanya. Tapi, kalau misalnya di Liverpool sudah mulai sedikit kasus barunya, mungkin ini yang buat mereka berani keluar untuk selebrasi, tapi tetap aja ini salah,” tegas dr. Devia. 

Berpesta merayakan kesuksesan klub kesayangan boleh-boleh saja. Akan tetapi, tahan diri Anda dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Anda bisa merayakannya bersama keluarga di rumah. Meski kurang terasa seru, kesehatan dan keamanan bersama adalah yang utama.

KlikDokter juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menekan angka persebaran virus corona. 

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19, gunakan fitur LiveChat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar