Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Jessica Iskandar Didiagnosis Alami Masalah Jantung Takikardia

Jessica Iskandar Didiagnosis Alami Masalah Jantung Takikardia

Alami irama jantung yang berdebar tidak normal, Jessica Iskandar diduga alami takikardia. Apa itu takikardia? Apakah berbahaya bagi jantung?

Kabar tak mengenakan kembali datang dari selebriti tanah air, yaitu Jessica Iskandar. Wanita berusia 32 tahun ini didiagnosis mengalami masalah jantung takikardia. Hal ini pun diungkapkan langsung oleh Jedar, sapaan akrabnya, dalam salah satu video YouTube miliknya. 

Jessica Iskandar Didiagnosis Alami Jantung Takikardia 

Dalam salah satu unggahan video di YouTubenya, Jedar mengaku sangat kaget setelah mengetahui ada masalah pada jantungnya. 

Berawal ketika Jedar meminjam jam tangan yang bisa menghitung detak jantung milik calon suaminya, Richard Kyle.

Tak disangka, saat memakai jam tangan tersebut, irama jantung Jedar bisa mencapai 119 kali per menit, padahal ia sedang berada di dalam kondisi beristirahat. 

Sontak dirinya kaget dan langsung memeriksakan kondisinya ke rumah sakit. Sesampainya di laboratorium, Jedar pun langsung melakukan serangkaian tes untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

Setelah melakukan pemeriksaan, dirinya didiagnosis mengalami masalah jantung yang disebut takikardia

1 dari 4 halaman

Apa Itu Masalah Jantung Takikardia? Berbahayakah?

Menurut penjelasan dr. Devia Irine Putri kepada KlikDokter, takikardia adalah gangguan yang terjadi pada irama jantung. 

Dalam kondisi ini, biasanya penderita akan merasakan jantung berdebar sangat cepat dan tanpa penyebab yang jelas. 

Jika biasanya detak jantung normal berdetak sebanyak 60 sampai 100 kali per menit saat istirahat, detak jantung penderita takikardia bisa berdebar lebih dari 100 kali per menit! Untuk penyebab kondisi ini sendiri, takikardia dibagi dalam beberapa jenis yaitu:

  • Fibrilasi Atrium

Ini adalah kondisi atau jenis takikardia paling umum. Di mana terjadi ketika detak jantung berdebar cepat akibat ada rangsangan impuls listrik tidak teratur pada ruang atas jantung.

Biasanya, fibrilasi atrium terjadi apabila seseorang mengidap gangguan katup jantung dan mengalami hipertiroidisme. 

Artikel Lainnya: Jangan Abaikan Gejala Penyakit Jantung Ini!

  • Atrial Flutter 

Kondisi ini terjadi akibat sirkuit listrik yang tidak teratur di dalam atrium. Meski dapat  sembuh dengan sendirinya, Anda tetap memerlukan perawatan dari dokter ahli.

  • Takikardia Ventrikel 

Salah satu jenis takikardia ini terjadi ketika ada sinyal listrik abnormal di ruang bawah jantung. 

Pada beberapa kasus, serangan takikardia ventrikel dapat berlangsung beberapa detik tanpa menyebabkan kerusakan. Namun, ada juga kasus yang sampai menyebabkan kondisi gawat darurat yang mengancam nyawa.

  • Fibrilasi Ventrikel 

Terakhir, kondisi gangguan pada irama jantung ini ditandai ketika ada impuls listrik cepat dan tidak teratur. Alhasil, akan menyebabkan ventrikel di dalam jantung bergetar tidak efektif.  

Perlu diketahui juga, fibrilasi ventrikel bisa terjadi selama atau setelah seseorang mengalami serangan jantung. Jika tidak segera ditangani dokter, kondisi ini dapat berakibat fatal.

“Sebenarnya masalah jantung takikardia memang bisa berbahaya dan menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani. Karenanya, jika Anda memiliki irama jantung yang sering berdebar meski sedang santai di rumah, segera konsultasikan kondisi pada dokter,” tegas dr. Devia.

Artikel Lainnya: 7 Fakta tentang Penyakit Jantung yang Wajib Diketahui

2 dari 4 halaman

Jedar Sempat Diduga Mengalami Masalah Tiroid

Merangkum berbagai sumber, selama menjalani pemeriksaan, Jedar juga sempat didiagnosis alami masalah di hormon tiroid dan hasil pemeriksaan akan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Dokter menduga Jedar sedang dilanda stres yang akhirnya menyebabkan aktivitas tubuh jadi tidak normal. Salah satunya, menyebabkan detak jantung berdebar lebih cepat dari biasanya. 

Kelenjar tiroid sendiri adalah kelenjar dengan bentuk mirip kupu-kupu dan terdapat di leher bagian depan atau di bawah jakun. 

Kelenjar tiroid punya fungsi penting untuk mengatur metabolisme di dalam tubuh, salah satunya menghasilkan hormon tiroid. 

Nah, hormon tiroid ini berperan untuk menjaga fungsi otot, jantung, sirkulasi perifer, dan sistem saraf. Karena punya fungsi penting di dalam tubuh, ketika terdapat gangguan pada hormon ini, dampak pada tubuh juga cukup besar. 

3 dari 4 halaman

Beda Gejala Takikardia dan Tiroid

Kondisi takikardia dan gangguan tiroid punya perbedaan yang besar. Menurut dr. Devia, ketika tubuh mengalami takikardia, gejala yang paling terasa adalah napas jadi pendek, jantung berdebar, nyeri di dada, dan bisa sampai hilang kesadaran.

Namun, jika mengalami gangguan tiroid, maka akan muncul benjolan di beberapa bagian tubuh seperti leher. 

Namun, tiroid sendiri juga bisa buat Anda memiliki jantung berdenyut kencang, penurunan berat badan, dan kontraktilitas otot jantung.

“Takikardia harus dicari tahu penyebabnya. Jadi selain dari EKG (rekam jantung) bisa juga dilakukan pemeriksaan penunjang seperti cek darah, cek hormon, cek echo jantung. Kalau misal benar karena hormon tiroidnya berlebihan, biasanya dengan obat-obatan bisa membantu mengurangi keluhan berdebar-debarnya,” pungkas dr. Devia.

Jangan remehkan keluhan jantung berdebar, sesak napas, atau nyeri dada. Sebaiknya, segera cek ke dokter jika ada keluhan tersebut. Nantinya, bila memang gejala tersebut mengarah ke kondisi takikardia, dokter bisa segera memberikan penanganan yang tepat untuk Anda.

Apabila mau tahu informasi lebih lanjut tentang gangguan pada jantung, silakan konsultasi ke dokter. Untuk lebih praktis, Anda bisa konsultasi lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter

(OVI/AYU)

4 Komentar