Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ramai Biaya Persalinan Capai 88 Juta Rupiah, Ini Cara Menghitungnya

Ramai Biaya Persalinan Capai 88 Juta Rupiah, Ini Cara Menghitungnya

Viral biaya persalinan hingga 88 juta rupiah, benarkah harga untuk melahirkan bisa semahal itu? Simak cara hitung yang benar di sini!

Saat membicarakan kehamilan, tak melulu hanya mengenai kecukupan nutrisi ibu dan janin dalam kandungan. Anda dan pasangan juga harus siap secara finansial untuk menghadapi proses kehamilan hingga persalinan. 

Hal ini tidak boleh disepelekan, karena biaya persalinan tidak semurah ketika Anda memeriksakan diri ke rumah sakit. 

Viral Biaya Persalinan 88 Juta Rupiah Jouska 

Beberapa hari belakangan, jagat media sosial diramaikan dengan unggahan akun Instagram @jouska_id yang merilis data biaya persalinan anak sebesar 88 juta rupiah. 

Bahkan, dalam postingan tersebut, dituliskan juga kisaran pengeluaran yang akan dihabiskan oleh orang tua dari proses persalinan hingga anak berusia 1 tahun. Tidak main-main, kisaran harga yang dihitung mencapai Rp166,8 juta! 

Berikut adalah rincian harga yang dihitung oleh akun Jouska: 

  • Biaya persalinan: Rp88.906.000.
  • Perlengkapan baju bayi: Rp4.366.000.
  • Perlengkapan mandi bayi: Rp6.814.000.
  • Perlengkapan tidur bayi: Rp8.961.000.
  • Perlengkapan kesehatan bayi: Rp576.000.
  • Perlengkapan makan bayi: Rp6.814.000.
  • Perlengkapan pergi bayi: Rp8.700.000.
  • Perlengkapan mama: Rp1.289.800.
  • Imunisasi (vaksin): Rp18.233.000.
  • Perlengkapan activity: Rp8.000.000.
  • Biaya lain-lain: Rp11.250.000.
  • Baby activities: Rp2.900.000.

Total pengeluaran anak sampai 1 tahun= Rp166.809.800

Jouska sendiri adalah perusahan konsultan keuangan independen yang telah berdiri sejak 2013. 

Pada dasarnya, Jouska merupakan perusahaan yang membantu mengatasi permasalahan klien terkait finansial.

Artikel Lainnya: Penyebab Waktu Persalinan Berlangsung Lebih Lama

1 dari 4 halaman

Apakah Biaya Persalinan Semahal Itu?

Akibat postingan akun Jouska ini, banyak orang tua maupun pasangan yang belum menikah jadi heboh dan panik melihat angka 88 juta hanya untuk biaya persalinan.

Tak sedikit juga yang justru meragukan hitungan Jouska karena dianggap terlalu mahal. Lantas, apakah benar biaya persalinan bisa menghabiskan begitu banyak biaya? 

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irine Putri mengatakan biaya persalinan memang tidak semurah yang dipikirkan. 

Namun, untuk harga Rp88 juta, mungkin ada fasilitas-fasilitas pendukung yang jadi alasan mengapa biaya persalinan sangat mahal. 

“Jika Anda memilih untuk bersalin di rumah sakit swasta Jakarta, maka biaya yang akan dikeluarkan berkisar dari 10-50 juta. Ini adalah biaya persalinan normal atau caesar. Tapi, bisa ada penambahan biaya kalau memilih kelas VVIP atau VIP. Kalau memang mau yang standar, bisa ambil kelas 1, 2, atau 3,” ujar dr. Devia. 

Tidak hanya itu, biaya ini juga bisa semakin tinggi bila Anda memilih dokter bersalin yang sudah terkenal. 

Lalu, ada juga tambahan untuk obat induksi, penggunaan anestesi, atau tindakan gawat darurat.

“Namun, bila Anda memiliki BPJS, ini bisa juga dimanfaatkan. Asuransi pribadi biasanya tidak di-cover. Tapi, ada beberapa kantor tempat istri bekerja yang bertanggung jawab atau memberikan biaya untuk bersalin,” lanjut dr. Devia. 

Artikel Lainnya: Ini Bahayanya Jika Ibu Memaksa Lahiran Normal

2 dari 4 halaman

3 Dana yang Harus Disiapkan untuk Persalinan

Saat Anda siap untuk memiliki anak, kondisi finansial juga harus sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. 

Adapun tiga dana yang setidaknya sudah disiapkan secara matang sebelum memutuskan untuk memiliki anak atau menjelang persalinan, yaitu: 

  1. Dana Persalinan Normal 

Rata-rata ibu hamil memang lebih menginginkan untuk bersalin secara normal. Jika Anda salah satunya, maka biaya yang diperlukan tidak sebesar biaya operasi caesar, karena tidak perlu menjalani rawat inap yang lama. 

Umumnya, pemulihan persalinan normal akan berlangsung selama 4-6 jam pasca melahirkan. 

Dana yang perlu disiapkan adalah sekitar 10-25 juta. Ini belum termasuk biaya tambahan yang tadi sudah disebutkan. 

  1. Dana Persalinan Operasi 

Berbeda dengan persalinan normal, persalinan secara operasi/caesar akan membutuhkan biaya lebih besar. Ini dikarenakan ada biaya alat dan rawat inap lebih lama pasca melahirkan. 

Selain itu, bersalin dengan metode operasi juga membutuhkan lebih banyak intervensi obat-obatan, seperti anestesi, epidural, dan antibiotik untuk mencegah infeksi. Biaya yang harus dikeluarkan berkisar 25-50 juta. 

  1. Dana Darurat

Dana darurat adalah dana yang akan dikeluarkan hanya bila Anda atau calon bayi mengalami kondisi darurat. Misalnya lahir prematur, ibu hamil sakit, dan bayi terlahir dalam keadaan sakit. 

Setiap kondisi memiliki perawatannya masing-masing. Untuk itu, dana darurat ini harus dipersiapkan dan direncanakan sejak masa persiapan kehamilan. 

“Kalau biaya persalinan memang harus disiapkan jauh-jauh hari secara matang. Harus banyak cari tahu rumah sakit mana yang mau dijadikan tempat bersalin, kelas-kelasnya mau yang mana. 

Idealnya, kita ambil terburuknya yaitu menyiapkan dana untuk operasi caesar, meski inginnya normal.

Karena, saat melahirkan, bisa terjadi apa saja, misalnya tiba-tiba gawat janin, mau tak mau harus segera operasi,” jelas dr. Devia.

Artikel Lainnya: Pilih Mana, Persalinan Normal atau Bedah Caesar?

3 dari 4 halaman

Agar Biaya Persalinan Bisa Ditekan, Lakukan Tips Ini

Nah, untuk menekan biaya persalinan, cara yang paling bisa Anda lakukan adalah berhemat. Selalu sisihkan uang untuk dana persalinan dan tanamkan dalam pikiran bahwa uang yang dikumpulkan sekarang adalah untuk calon bayi. 

Selain itu, rutin kontrol ke dokter yang sesuai dengan anjuran juga bisa jadi cara lainnya untuk menekan biaya persalinan. Mulailah juga menyiapkan dana untuk melahirkan sejak awal merencanakan kehamilan. 

Pilihlah kelas kamar bersalin yang sesuai dengan kondisi finansial Anda. Jangan termakan gengsi ingin pakai kamar VVIP padahal dana tidak mencukupi. 

“Bila Anda ingin melakukan tes, lakukanlah tes yang memang diperlukan. Misalnya, tidak perlu melakukan tes NIPT atau tes genetik bila tidak memiliki riwayat kelainan genetik di keluarga, riwayat sering keguguran, atau riwayat melahirkan anak cacat,” saran dr. Devia.

“Jadi, seperlunya dan sesuai saran dokter saja. Tapi, balik lagi pada diri masing-masing. Apabila Anda dan pasangan memang memiliki kondisi finansial yang sangat baik, tes itu bisa dilakukan,” tutupnya.

Nah, sudah paham, kan, biaya apa saja yang harus disiapkan saat menyambut sang buah hati. Persiapkan segala sesuatunya dengan penuh perencanaan dan berhemat agar semuanya berjalan lancar. 

Bila ingin konsultasi seputar kehamilan, chat dokter spesialis kandungan lewat Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar