Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bisakah Anak Sekolah dari Rumah Tanpa Bimbingan Orang Tua?

Bisakah Anak Sekolah dari Rumah Tanpa Bimbingan Orang Tua?

Anak masih belajar di rumah tapi orang tua sudah mulai masuk kantor sebagai persiapan new normal. Nah, bisakah anak belajar tanpa ditemani?

Orang tua sudah mulai bekerja kembali di kantor, tapi anak sekolah masih harus menjalani kelas online akibat pandemi COVID-19. Lalu, bisakah mereka belajar dari rumah tanpa bimbingan orang tua?

Beberapa bulan belakangan, anak-anak bisa belajar dari rumah dengan pengawasan penuh dari orang tua. Hal itu tentu membuat kegiatan belajar di rumah bisa berjalan lebih lancar.

Namun, tidak lama lagi orang tua yang bekerja tampaknya sudah akan masuk kembali ke kantor. Ini membuat kegiatan belajar anak menjadi sulit dipantau.

1 dari 5 halaman

Mengapa Orang Tua Perlu Dampingi Anak Belajar dari Rumah?

Orang tua yang punya anak usia sekolah – terutama yang masih kecil – harus menemani belajar. Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, belajar online relatif baru bagi anak.

Oleh karena itu, sangat perlu bagi anak-anak untuk ditemani. Pasalnya, sesuatu yang baru biasanya membuat mereka menjadi cemas bahkan stres.

"Pembelajaran online ini termasuk masih baru bagi anak. Bisa jadi ia akan merasa cemas atau stres saat belajar online, karena terbiasa belajar dalam suasana yang ramai dan ada teman-temannya, sehingga membuatnya tenang," jelas Ikhsan.

"Nah, orang tua bisa hadir menemani agar anak merasa lebih tenang dalam proses adaptasi belajar dengan pendekatan yang baru ini," lanjutnya.

Artikel Lainnya: Kiat Mendampingi Anak Belajar di Rumah

2 dari 5 halaman

Apa Kesulitan yang Mungkin Terjadi saat Sekolah Online?

Menemani memang perlu dilakukan oleh orang tua. Tapi, tidak sedikit ortu yang tidak tahu apa kesulitan belajar online bagi anak.

Kalau Anda tahu kesulitannya, biasanya Anda akan jadi mengerti dan lebih giat menemani anak belajar. Pada umumnya, anak-anak bisa kesulitan berkonsentrasi.

"Bisa saja anak jadi sulit berkonsentrasi. Karena, bagi sebagian anak mungkin ketika di rumah ia bisa sambil melakukan apa saja yang ia suka tanpa ada aturan atau kontrol dari guru. Kalau di sekolah, mengobrol saja diomelin langsung," ucap Ikhsan saat dihubungi KlikDokter.

"Kemudian, interaksi juga jadi terbatas antara guru dan murid. Mungkin ada bagian yang sulit dimengerti anak tapi ia merasa tidak nyaman bila menanyakan materi yang ia bingung melalui media online seperti ini," sambungnya.

Selain itu, faktor dari orang tua juga bisa membuat anak malah jadi kesulitan belajar di rumah. 

"Kalau di rumah, tidak semua orang tua bisa bantu menjawab pertanyaan si anak. Beda dengan guru yang bisa langsung menjawab apa yang anak bingung, sehingga ini bisa menimbulkan stres juga untuk anak," tutur Ikhsan.

Artikel Lainnya: Apa Orang Indonesia Bisa Adaptasi dengan New Normal COVID-19?

3 dari 5 halaman

Apa Jadinya Kalau Orang Tua Tak Bisa Memantau?

Kita sudah tahu apa kesulitan anak belajar online dan mengetahui kalau anak butuh ditemani saat belajar di rumah. Nah, kini apa jadinya kalau orang tua sampai tidak bisa memantau?

"Sama seperti yang disampaikan sebelumnya, bisa jadi anak jadi tidak bisa konsentrasi karena tidak ada yang mengawasinya dalam belajar. Ada juga yang merasa tidak tenang karena biasanya ada sosok teman atau guru yang langsung menemaninya saat belajar, ketika bingung akan bertanya," kata Ikhsan. 

"Namun, kalau di rumah dan tidak ada orang tua, anak akan stres karena tidak ada yang menemaninya ketika bingung dalam mengerjakan pelajaran," tuturnya.

4 dari 5 halaman

Cara Sekolah dari Rumah Tetap Berjalan Lancar

Supaya belajar dari rumah tetap nyaman, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Orang tua bisa menciptakan suasana yang tenang saat anak belajar.

"Ritme belajar secara online harus diatur untuk mencegah anak, guru, dan orang tua tertekan. Jadi, mungkin bisa tidak enam jam full belajar seperti sekolah formal," saran Ikhsan. 

"Peran orang tua adalah coba ciptakan suasana rumah jadi tenang dan nyaman. Karena, anak itu mudah berubah suasana hatinya, sehingga perlu diberikan rangsangan berupa semangat atau apresiasi," sambungnya.

Jangan segan juga untuk memberikan apresiasi kepada anak, terutama ketika ia belajar dengan baik. Misalnya, Anda bisa berikan anak waktu bermain. 

"Apresiasi atau semangat itu bisa dalam bentuk memberikan hiburan sesuai hobi, dan mengingatkan akan waktu belajarnya," pungkasnya.

Jadi, orang tua perlu menemani saat anak belajar dari rumah, ya. Kalau Anda diharuskan masuk kerja ke kantor, bekerja sama dengan anggota keluarga lainnya supaya anak bisa home learning dengan tenang.

Ingin tahu lebih banyak seputar mendidik anak? Gunakan fitur LiveChat dengan psikolog di aplikasi dan baca tips informatif dari KlikDokter!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar