Sukses

GERD Sering Muncul setelah Lebaran, Apa Penyebabnya?

Penyakit asam lambung atau GERD kerap ditemui usai hari raya Lebaran. Mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya dengan tepat?

Banyaknya kue kering dan makanan Lebaran memang terkadang membuat Anda jadi kalap dan sulit untuk berhenti mengunyah. Namun, tahukah Anda kebiasaan ini justru bisa memicu munculnya penyakit GERD?

Sekilas Mengenai GERD

GERD atau Gastroesophageal reflux disease adalah penyakit pada sistem pencernaan manusia. Umumnya, GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus.

Jika terjadi secara kronis, maka asam lambung dapat berbahaya karena bisa menyebabkan iritasi dan infeksi pada kerongkongan. Untuk para penderita asam lambung, biasanya mereka akan mengalami nyeri ulu hati selama 1-2 jam ke depan.

Pada gangguan yang cukup berat, GERD bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan memengaruhi waktu tidur Anda. Jika tidak segera ditangani dengan baik, maka bukan tidak mungkin ada komplikasi yang timbul. Jadi, Anda perlu mewaspadai ciri-ciri GERD agar bisa segera ditangani gejalanya dengan baik.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong, GERD biasanya memiliki gejala yang sangat mirip dengan penyakit mag. Meski demikian, adapun beberapa perbedaannya seperti:

  • Sering merasakan nyeri di dada yang menjalar ke kerongkongan. Umumnya, sensasi yang dirasakan seperti sensasi terbakar. Durasi yang dirasakan pun cukup lama, yakni sekitar 2-3 jam dan akan memberat setelah makan.
  • Selain setelah makan, sensasi terbakar pada dada dan kerongkongan juga akan memberat ketika berbaring di sofa.
  • Sensasi terbakar ini juga disertai dengan adanya rasa pahit pada mulut, karena asam yang naik dari lambung berupa gas. Kondisi ini juga semakin parah bila rasa pahit yang dirasakan selalu terjadi di pagi hari setelah bangun tidur.
  • Asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan dalam jangka waktu lama juga bisa menyebabkan suara jadi serak. Hal ini disebabkan karena iritasi yang juga terjadi pada tenggorokan dan pita suara.
  • Timbul rasa mual dan ingin muntah juga menjadi gejala lain GERD. Hindari mengonsumsi makanan berlemak dan berminyak. Hindari juga minuman mengandung gas, seperti soda untuk mencegah asam lambung semakin naik.

Artikel Lainnya: Sering Dikira Sama, Apa Beda GERD dengan Sakit Mag?

1 dari 4 halaman

Penyebab GERD Muncul Usai Lebaran

Pola makan yang buruk jadi salah satu faktor utama mengapa GERD bisa muncul usai Lebaran. Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui:

  1. Makanan Berminyak dan Berlemak

Dijelaskan oleh dr. Devia Irine Putri, makanan yang memiliki minyak dan lemak berlebih bisa menimbulkan penumpukan gas dalam perut, yang nantinya akan berdampak pada GERD. 

“Saat Lebaran, pasti ada kuah santan, ayam opor, rendang, dan makanan lainnya yang mengandung lemak tinggi. Belum lagi ada kue kering yang gulanya juga tinggi dan bisa jadi pemicu GERD juga. Selain itu, minuman yang mengandung soda juga jadi salah satu pemicu GERD muncul usai Lebaran,” ujar dr. Devia.

  1. Makanan Asam

Selain itu, makan makanan yang mengandung asam berlebih juga bisa jadi alasan lainnya mengapa GERD muncul.

Menurut dr. Devia, makanan yang asam ini tidak hanya membuat GERD muncul, tapi juga bisa meningkatkan risiko infeksi pada perut apabila orang tersebut tidak terbiasa makan makanan yang mengandung asam tinggi.

  1. Makan Berlebihan

Hal lainnya yang juga jadi penyebab GERD muncul usai Lebaran adalah overeating atau makan secara berlebihan. Setelah satu bulan berpuasa, akhirnya Anda bisa “balas dendam” dengan makan apa saja yang disajikan saat Lebaran.

“Kebiasaan buruk ini bisa menimbulkan heartburn atau dada terasa panas. Heartburn adalah salah satu gejala GERD yang juga sering dialami banyak orang. Karena itu, setiap orang memang harus membatasi porsi makannya, termasuk saat Lebaran,” jelas dr. Devia.

Artikel Lainnya: Lakukan Cara Ampuh Ini untuk Mengatasi GERD

2 dari 4 halaman

Cara Mengatasi GERD yang Kambuh

Menjaga pola makan dengan baik merupakan satu cara yang paling bisa dilakukan untuk mencegah GERD muncul.

Dokter Alvin Nursalim, Sp.PD mengimbau agar Anda menghindari makanan dengan kandungan lemak tinggi, karena dapat menurunkan kekuatan katup LES dan akhirnya memudahkan naiknya asam lambung.

Ia juga menegaskan, penderita GERD harus menghindari makanan yang mengandung asam tinggi seperti lemon, karena mampu meningkatkan kadar asam dalam tubuh.

“Kalau ada yang mengatakan jeruk nipis, lemon, atau garam mampu mengendalikan asam lambung, sepertinya tidak benar. Karena sejauh yang saya tahu, belum ada penelitian yang membenarkan klaim tersebut. Justru bila memiliki gangguan terkait asam lambung, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang asam,” jelas dr. Alvin.

Anda juga diminta untuk menghindari makan dengan porsi terlalu besar. Hal ini dapat menyebabkan distensi atau peregangan lambung, yang membuat asam dalam lambung mudah naik ke esofagus.

Mengurangi asupan alkohol dan berhenti merokok juga menjadi pola hidup sehat lainnya yang dapat menurunkan risiko GERD. Merokok dan minum alkohol bisa menurunkan kekuatan katup LES.

Selain menjaga pola makan, Anda juga perlu bergerak aktif dan olahraga rutin untuk menjaga berat badan tetap ideal, dan menurunkan risiko terjadinya berbagai penyakit seperti sakit jantung.

“Pengidap GERD dengan berat badan berlebih juga disarankan untuk menurunkan berat badan. Semakin besar tubuh Anda, asam lambung dalam tubuh juga semakin mudah untuk naik,” tambahnya.

Namun, perlu diingat, olahraga dengan intensitas tinggi bisa meningkatkan tekanan intra abdomen yang berpotensi mencetuskan refluks asam. Jadi, hindari olahraga seperti angkat beban, khususnya bila Anda belum berhasil mengontrol gejala GERD dengan baik.

3 dari 4 halaman

Puasa Syawal Bisa Cegah Penyakit Muncul Usai Lebaran

Melansir Kumparan, menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, penyakit-penyakit pasca Lebaran bisa diatasi dengan menjalani puasa Syawal yang dilakukan sehari setelah Idul Fitri selama enam hari berturut-turut.

Ketika kembali berpuasa setelah kalap makan saat Lebaran, sistem pencernaan akan kembali menyesuaikan dengan keadaan pasca Lebaran.

Dengan melakukan puasa Syawal, para umat muslim diharapkan bisa kembali memiliki pola makan teratur dan tidak berlebihan pasca Lebaran.

Nah, itulah beberapa informasi seputar penyakit GERD seusai Lebaran. Bila Anda mengalaminya, pastikan atur pola makan sehat dan batasi porsinya.

Jika GERD dirasa sudah sangat mengganggu, maka jangan ragu konsultasi dengan dokter via Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/OVI)

1 Komentar