Sukses

Panduan Naik Transportasi Umum saat New Normal

Segera memasuki fase new normal, ini panduan naik transportasi umum dari Kemenkes RI agar Anda tetap aman selama bepergian di tengah pandemi corona.

Sejumlah negara tengah bersiap untuk masuk dalam fase normal baru, dan Indonesia jadi salah satunya. New normal ini akan jadi fase kehidupan baru setelah wabah COVID-19 menyebar ke beberapa daerah di Indonesia.

Fase new normal ini bertujuan untuk memperbaiki roda perekonomian negara. Dengan kata lain, semua aktivitas perkantoran akan kembali berjalan seperti biasa (khususnya bagi yang benar-benar harus ke kantor). Akhirnya banyak yang kembali menggunakan transportasi umum.

Meski begitu, pemerintah tetap menyarankan agar masyarakat tidak menggunakan transportasi umum untuk sementara.

Bila Anda tidak memiliki kendaraan pribadi dan terpaksa menggunakannya, ada panduan-panduan yang harus ditaati.

 

1 dari 3 halaman

Aturan Naik Transportasi Umum Kemenkes RI untuk Fase New Normal

Melansir berbagai sumber, Menteri Kesehatan Indonesia Terawan Agus Putranto telah mengeluarkan panduan menjalani new normal khusus untuk pekerja.

Berikut beberapa panduan yang wajib diikuti oleh pekerja kantoran yang akan kembali bekerja di kantor menggunakan transportasi umum:

1. Pekerja Harus dalam Kondisi Sehat

Sebelum kembali menggunakan transportasi umum untuk pergi ke kantor, pastikan Anda memiliki kondisi tubuh yang sehat. Hal ini berguna untuk mencegah penyebaran virus pada orang lain di dalam transportasi umum.

Hal serupa juga dijelaskan oleh dr. Devia Irine Putri, yang mengatakan jika seorang pekerja memiliki kondisi fisik yang tidak sehat, maka pilihan untuk work from home bisa jadi solusi terbaik.

Selain bisa mencegah penularan virus pada orang lain, bekerja di dalam rumah dan tidak melakukan banyak aktivitas di luar juga bisa membantu proses penyembuhan lebih cepat.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

2. Pekerja Wajib Pakai Masker

Apa pun jenis maskernya, Anda wajib menggunakan masker saat pergi ke luar rumah. Terutama di transportasi umum, Anda diwajibkan tidak melepas masker sama sekali.

“Masker bisa melindungi Anda dari debu dan virus penyebab penyakit. Masker bisa mencegah droplet dari orang lain masuk ke dalam saluran napas, yang nantinya bisa menginfeksi tubuh. Karena itu, jangan lepas masker selama bepergian ke luar rumah,” ujar dr. Devia.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk menggunakan masker yang baru setiap harinya (bila menggunakan masker bedah) agar bisa berfungsi maksimal.

Bila menggunakan masker scuba atau kain, segera ganti masker dengan yang baru apabila sudah longgar dan robek.

Lalu, cuci masker bila sudah basah dan kotor. Keringkan di bawah sinar matahari agar setiap sisi masker bisa kering dengan merata.

3. Jaga jarak dengan Penumpang Lainnya

Saat menggunakan transportasi umum, pastikan Anda menjaga jarak dengan penumpang lain.

Hindari juga menyentuh wajah dan benda sekitar, seperti jendela, gagang pintu, dan benda lain di dalam transportasi umum. Apabila menggunakan ojek online, biasakan membawa helm pribadi.

4. Pembayaran Non-Tunai

Supaya lebih aman, Anda juga diminta untuk membayar dengan transaksi non tunai. Kalau memang harus bawa uang tunai, pastikan segera cuci tangan dengan air dan sabun, atau hand sanitizer.

Namun, setelah sampai di kantor, jangan lupa mencuci tangan lagi agar kuman yang menempel bisa mati secara menyeluruh.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 3 halaman

Amankah Naik Transportasi Umum saat New Normal?

Menjawab pertanyaan ini, dr. Devia mengatakan, “Tidak ada yang aman, selama pandemi ini masih berlangsung. Maka dari itu, disarankan agar para pekerja membawa kendaraan pribadi seperti mobil atau motor.

Bila tidak memiliki kendaraan pribadi dan diharuskan naik transportasi umum, panduan-panduan yang disebutkan tadi wajib dilakukan.”

Selain itu, para pekerja juga diminta untuk tidak memaksa naik transportasi umum bila bus atau kereta sedang dalam kondisi penuh. Sebaiknya, tunggu bus dan kereta yang sepi, barulah Anda naik transportasi tersebut.

“Harusnya akan ada batasan berapa orang yang boleh masuk transportasi umum. Tapi, kalau nanti keadaan di lapangan justru malah chaos dan ramai banget, lebih baik tunggu keadaan transportasi umumnya sepi, atau gunakan taksi online. Ini akan lebih aman dan menurunkan risiko tertular virus corona,” jelasnya.

Kalau Anda jadi salah satu pekerja yang akan segera masuk ke kantor, pastikan untuk menerapkan panduan-panduan dari Kementerian Kesehatan RI terkait penggunaan transportasi umum di fase new normal.

Sebaiknya, sebisa mungkin lakukan segala aktivitas #DiRumahAja. Gunakan momen ke luar rumah untuk hal-hal yang benar-benar penting. Konsultasi dokter dari rumah? Pakai fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar