Sukses

Positif HPV, Apakah Pasti Positif Kanker Serviks Juga?

Tes HPV merupakan tes yang paling direkomendasikan untuk deteksi dini kanker serviks. Berikut penjelasannya.

Di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker kedua terbanyak yang menyerang wanita setelah kanker payudara. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, penderita kanker serviks ada sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

Kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan tes skrining HPV sejak dini. Mari simak penjelasan lengkapnya.

Tentang Kanker Serviks

Kanker serviks terjadi akibat adanya infeksi Human papillomavirus (HPV) yang berkembang pada sel-sel serviks, bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina.

Faktor risiko yang dapat menyebabkan wanita terkena kanker serviks adalah sebagai berikut:

  • Usia di atas 40 tahun
  • Merokok
  • Berat badan berlebih (obesitas)
  • Penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka panjang
  • Melahirkan di usia sangat muda

Selain faktor risiko di atas, ada pula faktor risiko tinggi yang meliputi:

  • Aktivitas seksual di usia muda
  • Praktik melakukan seks bebas secara sering dengan pasangan yang berbeda-beda
  • Infeksi HIV
  • Gangguan imunitas
  • Riwayat pengobatan kanker serviks atau lesi pra-kanker tingkat tinggi
  • Penggunaan diethylstilbestrol (DES) melalui KB spiral

Jumlah penderita kanker serviks tergolong sangat tinggi. Hal ini dikarenakan pada tahap awal, kanker serviks sering kali tidak menunjukkan adanya gejala yang khas. Sekitar 60 persen kasus kanker serviks terdeteksi saat sudah ada di stadium lanjut.

Berikut adalah beberapa gejala kanker serviks yang perlu Anda ketahui agar dapat waspada: 

  • Perdarahan dari vagina di luar siklus menstruasi
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Nyeri pada area panggul
  • Berat badan menurun
  • Cairan keputihan yang disertai darah

Apabila Anda memiliki gejala tersebut, segeralah konsultasi dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Jika Anda termasuk ke dalam kategori risiko tinggi, melakukan pemeriksaan kanker serviks sejak dini sangat disarankan. Karena semakin cepat terdeteksi, tingkat kesembuhan pun akan semakin tinggi. Apa tes skrining kanker serviks yang paling tepat?

1 dari 3 halaman

Skrining HPV untuk Deteksi Dini

Kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini dengan tes skrining HPV. Semakin awal kanker serviks dideteksi maka semakin tinggi pula tingkat kesembuhannya. Ada beberapa pilihan tes medis untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini, termasuk skrining HPV DNA.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memeriksa materi genetik DNA HPV pada sel serviks.

Saat virus HPV menginfeksi dibutuhkan waktu 10-30 tahun untuk berkembang menjadi kanker serviks. Oleh karena itu, tes HPV sangat penting dilakukan untuk mengetahui risiko kanker serviks sejak dini, Jika hasil tes HPV DNA Anda positif, belum tentu Anda positif kanker serviks. Namun, memang benar adanya Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker serviks.

Mengapa positif tes HPV DNA bukan berarti positif kanker serviks? Hal ini dikarenakan tes HPV bertujuan untuk mendeteksi adanya infeksi virus HPV pada serviks. Sangat memungkinkan jika Anda sudah terinfeksi virus HPV tetapi sel-sel serviks Anda belum berubah ke arah kanker. Itulah sebabnya tes HPV disebut juga tes untuk mengetahui risiko kanker serviks seseorang.

Pada tes HPV DNA, Anda sudah dapat mengetahui subtipe virus HPV yang mana yang menginfeksi serviks Anda. Subtipe virus HPV ini penting karena menentukan seberapa besar risiko Anda untuk terkena kanker serviks. Contohnya, subtipe HPV 16 dan 18 merupakan penyebab 70% kanker serviks di dunia, sedangkan di Indonesia ada tambahan subtipe HPV 45 dan 52 yang juga memiliki kasus yang tinggi.

2 dari 3 halaman

Keunggulan dari Skrining HPV DNA

Pedoman terbaru dari Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians and Gynaecologist (RANZCOG) merekomendasikan skrining HPV DNA setiap 3 tahun sekali jika hasil yang didapatkan negatif. Tes ini memiliki keunggulan dibandingkan metode tes skrining kanker serviks lainnya. Mengapa?

Tes HPV DNA bertujuan untuk mendeteksi adanya virus HPV pada serviks. Artinya, tes HPV DNA mendeteksi langsung ke penyebab kanker serviks. Sedangkan tes skrining lainnya seperti Pap smear, bertujuan untuk melihat ada tidaknya perubah sel pada serviks.

Selain itu, ada studi yang membuktikan bahwa 30% wanita dengan Pap smear normal ternyata sudah terkena kanker serviks. Hal ini dikarenakan infeksi HPV tidak langsung merubah sel-sel serviks ke arah prakanker tetapi membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang menjadi kanker serviks.

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar