Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bukan Hanya Usia Muda, Orang Lansia Berisiko Tinggi Terinfeksi Corona

Bukan Hanya Usia Muda, Orang Lansia Berisiko Tinggi Terinfeksi Corona

Banyak yang berpendapat bahwa dampak infeksi virus corona lebih berbahaya pada lansia. Benarkah demikian? Simak penjelasan medisnya berikut ini.

Wabah virus corona telah menyerang hampir seluruh negara di dunia. Jumlah korban yang terinfeksi telah menyentuh angka lebih dari enam juta orang (2/6), dan menyebabkan lebih dari 300.000 kematian.

Tidak pandang bulu, COVID-19 mampu menyerang semua kalangan, baik kaya maupun miskin, pria dan wanita, serta usia muda hingga tua. Semua pihak tidak boleh merasa aman dan lengah dari infeksi virus corona, terutama para lansia.

Lansia Lebih Rentan Tertular COVID-19

Data statistik yang diperoleh dari berbagai negara menunjukkan, beberapa kelompok orang memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi virus corona. Salah satu yang paling menonjol adalah orang-orang lanjut usia.

Sebagai contoh, negara yang paling terdampak dari COVID-19 adalah negara yang memiliki persentase lansia yang cukup besar.

Berbagai data dari beberapa negara juga menunjukkan hal serupa. Amerika Serikat misalnya, 35% kasus COVID-19 di sana adalah mereka yang berusia lebih dari 65 tahun.

Berdasarkan data-data tersebut, mereka yang berusia lanjut merupakan kelompok yang paling rentan terinfeksi virus corona. Pertanyaannya, mengapa kondisi tersebut bisa terjadi? Apa yang menyebabkan mereka sangat rentan terhadap penyakit ini?

Sebenarnya, bukan hanya terhadap COVID-19, orang-orang usia lanjut memang rentan mengalami berbagai penyakit, termasuk diabetes, jantung, kanker, dan lainnya. Alasan yang paling bisa menjelaskan hal tersebut adalah sistem imun mereka.

Ya, seiring bertambahnya usia, sistem imun pun ikut mengalami penurunan kemampuan dalam memberi respons terhadap agen penyebab infeksi, termasuk virus. Hal tersebut menyebabkan mereka lebih rentan terserang berbagai penyakit.

Salah satu bagian penting dari sistem imun adalah sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Sel ini akan berperan sebagai “pasukan” yang melindungi tubuh bila terserang kuman.

Namun, pada lansia, produksi sel darah putih semakin lambat. Selain itu, kemampuan sel imun untuk mengenali agen penyebab penyakit juga semakin menurun. Inilah yang membuat mereka semakin lemah dalam menghadapi virus corona.

Selain rentan terinfeksi, orang-orang usia lanjut juga sangat rentan mengalami gejala yang berat atau risiko komplikasi hingga kematian akibat COVID-19.

Berdasarkan data dari WHO, lebih dari 95% kematian akibat virus corona berasal dari kelompok usia lebih dari 60 tahun. Lalu, lebih dari 50% yang mengalami gejala berat adalah mereka yang berusia lebih dari 80 tahun ke atas.

Selain faktor kemampuan sistem imun yang menurun, banyaknya lansia yang memiliki penyakit kronis (komorbid) sebelum terinfeksi virus corona juga menjadi salah satu faktor tingginya angka kematian pada kelompok usia mereka.

Contohnya, di Australia, 4 dari 5 lansia memiliki paling tidak satu penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, atau kanker.

Pada banyak kasus, infeksi virus corona akan memperparah berbagai penyakit kronis yang sebelumnya dimiliki. Jika seseorang sebelumnya telah memiliki penyakit jantung koroner dan sedang terinfeksi COVID-19, maka penyakit jantungnya akan kambuh bahkan jadi makin parah.

Selanjutnya, ia cenderung meninggal bukan karena COVID-19 secara langsung, melainkan karena penyakit jantung yang dideritanya.

1 dari 2 halaman

Apa yang Harus Dilakukan Lansia agar Terhindar dari COVID-19?

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Perhatikan Langkah Kebersihan dan Pencegahan

  • Pakai masker
  • Bersihkan barang yang sering disentuh
  • Lakukan etika bersin dan batuk
  • Disiplin cuci tangan pakai sabun dan physical distancing

2. Utamakan Kesehatan Lansia

  • Istirahat cukup
  • Konsumsi makanan dan minuman sehat serta vitamin
  • Rutin berolahraga

3. Rutin Ganti Popok Dewasa

Teraturlah mengganti popok minimal 2 kali di pagi atau siang hari, dan 1 kali di malam hari untuk menjaga kebersihan tubuh lansia. Kenyamanan dan keteraturan mengganti popok dewasa terbukti memengaruhi kualitas tidur lansia, sehingga meningkatkan imunitas serta kontrol stres pada lansia.

Semua ini betul-betul harus Anda lakukan, terutama bila termasuk kelompok lansia. Ingat, bukan hanya rentan terinfeksi, lansia juga sangat berisiko mengalami kematian bila terkena COVID-19.

Bila ingin konsultasi seputar gejala virus corona dan penyakit kronis, gunakan fitur Live Chat dengan dokter spesialis di aplikasi KlikDokter. Praktis dan tak perlu keluar rumah!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar