Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Anda Tengah Berburu Hand Sanitizer? Cek Faktanya di Sini

Anda Tengah Berburu Hand Sanitizer? Cek Faktanya di Sini

Selain masker, hand sanitizer juga banyak diburu oleh banyak orang di tengah wabah virus corona. Yuk, cari tahu fakta menarik hand sanitizer berikut ini!

Wabah virus corona benar-benar bikin panik, ya! Agar tetap aman dan tidak tertular virus ini, akhirnya banyak orang sibuk memborong masker dan hand sanitizer. Bahkan, mereka rela untuk membayar mahal demi memiliki stok dua benda pelindung ini.

Apa, sih, yang Anda ketahui sejauh ini tentang hand sanitizer? Pasti sudah banyak yang tahu kalau pembersih tangan ini biasanya berbentuk gel atau cairan yang disemprotkan. Gunanya tentu untuk membasmi kuman, bakteri, dan virus.

Namun, ada lagi beberapa fakta yang perlu diketahui tentang hand sanitizer. Berikut ulasan lengkapnya!

1. Tidak Bisa Sepenuhnya Menggantikan Air dan Sabun

Menurut profesor dari Purdue University dalam tulisan jurnal “Hand Sanitizers No Substitute For Soap and Water”, penelitian mengungkapkan bahwa hand sanitizer tidak bisa secara total menghilangkan jumlah bakteri di tangan.

Jadi, hand sanitizer tidak tepat bila dijadikan pengganti cara cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Produk ini bisa menjadi solusi bila sedang tidak ada air dan sabun di dekat Anda. Jangan khawatir, dengan pemakaian yang benar, hand sanitizer tetap efektif, kok!

Artikel Lainnya: Seluk Beluk Hand Sanitizer si Produk Pembersih Tangan

2. Kadar Alkohol Besar Lebih Efektif

Dalam memilih hand sanitizer, perhatikan kadar alkoholnya. Menurut Bloomberg, pilih yang memiliki kandungan alkohol 60-95 persen. Ini karena beberapa jenis bakteri sudah mulai kebal dengan kadar alkohol yang rendah.

Pastikan tangan Anda tetap basah selama 20 detik setelah memakai hand sanitizer. Ini akan membuat alkohol bekerja lebih efektif untuk membunuh kuman.

3. Kurang Ampuh saat Tangan Terlalu Kotor

Beberapa penelitian yang dipublikasikan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention) mengatakan kalau hand sanitizer lebih ampuh untuk membersihkan tangan yang tidak terlalu kotor atau berminyak.

Namun, bila tangan sangat kotor, misalnya karena makanan, olahraga, atau berkebun, cairan atau gel pembersih tangan kurang berfungsi dengan baik.

Artikel Lainnya: Basmi Kuman, Lebih Efektif Hand Sanitizer atau Cuci Tangan?

4. Mungkin Tidak Menghilangkan Bahan Kimia Berbahaya

Bahan-bahan kimia, seperti pestisida dan logam berat tidak dapat dihilangkan dengan efektif oleh hand sanitizer. Dalam sebuah studi, orang-orang yang membersihkan tangannya dengan hand sanitizer memiliki kadar pestisida yang lebih banyak di dalam tubuh.

Bila tangan terkena bahan kimia, sebaiknya langsung cuci tangan dengan benar menggunakan air mengalir dan sabun.

5. Gunakan Takaran yang Pas untuk D-I-Y Hand Sanitizer

Mengingat sekarang hand sanitizer seakan menjadi “barang langka”, beberapa orang akhirnya memiliki ide untuk membuat cairan pembersih tangan sendiri.

Boleh saja bila ingin coba membuat sendiri. Namun, pastikan bahan-bahan yang digunakan itu tepat dan dengan takaran yang pas pula.

Kalau kadar alkohol yang dicampur ke dalam ramuan hand sanitizer tidak cukup, maka jadinya kurang mempan membunuh kuman. Bahan-bahan lainnya seperti wewangian pun tidak memberikan efek apa pun dalam mengatasi bakteri.

6. Membuat Kulit Tangan Kering

Sering menggunakan hand sanitizer dapat berisiko membuat kulit tangan menjadi kering dan mengelupas. Ini karena ada kadar alkohol di dalamnya. Disarankan, pilih produk hand sanitizer dengan kandungan pelembap yang aman bagi kulit.

7. Jangan Bilas atau Lap sebelum Kering

Setelah diusapkan ke tangan secara menyeluruh, biasanya kulit masih agak basah. Agar fungsi hand sanitizer tetap efektif, jangan langsung mengeringkan atau membasuh tangan. Biarkan hingga mengering dengan sendirinya.

Itulah beberapa fakta hand sanitizer yang perlu Anda ketahui. Jagalah selalu kebersihan tangan dan kesehatan diri agar dapat terhindar dari virus corona. Yuk cari tahu tips dan fakta kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter!

(AYU)

1 Komentar