Sukses

Benarkah Anak Pemarah Diturunkan dari Ayah yang Galak?

Menurut penelitian, sifat anak yang pemarah itu diturunkan dari ayahnya. Bagaimana bisa? Yuk simak penjelasannya lewat ulasan di bawah ini.

Ada pepatah “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”, di mana artinya anak pasti punya kemiripan baik dari segi fisik maupun sifat yang diturunkan oleh orang tuanya.

Dari segi fisik, memang jelas seperti yang kita pelajari saat pelajaran biologi dulu, bahwa warna kulit, rambut, bentuk wajah, perawakan, dan ciri lainnya akan diturunkan secara genetik. Sedangkan untuk sifat tertentu, seperti watak dan karakter misalnya, masih belum jelas bagaimana pola penurunannya.

Namun, ada sebuah penelitian yang menyatakan, katanya sifat anak yang pemarah ini diturunkan oleh orang tua, terutama oleh ayah. Benarkah demikian? Simak penjelasannya di bawah ini.

Hal-Hal yang Memengaruhi Pembentukan Sifat Anak

Sifat seseorang dipengaruhi oleh berbagai hal, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal meliputi faktor genetik, keseimbangan neurotransmitter pada sistem saraf, serta faktor hormon yang memengaruhi pembentukan sifat seseorang.

Tidak kalah penting, faktor eksternal berupa pola asuh, pergaulan, pengalaman hidup, dan riwayat trauma juga dapat memengaruhi pembentukan sifat, karakter, serta kepribadian seseorang.

Proses membentuk sifat pada masa anak-anak sangat penting dibentuk dengan baik, karena setelah dewasa akan sulit mengubah sifat dan karakter seseorang.

Artikel lainnya: Kiat Mengajari Anak Mengelola Rasa Marah

1 dari 2 halaman

Penurunan Sifat Pemarah Orang Tua kepada Anak

Salah satu sifat seseorang yang harus diperhatikan adalah temperamen atau pemarah. Ketika pada masa kanak-kanaknya seseorang sudah memiliki sifat tersebut, nantinya akan susah dikendalikan atau diubah pada kehidupan dewasa.

Tidak hanya itu, sifat pemarah seseorang akan berdampak buruk nantinya. Ada banyak teori dan kesimpulan yang menyatakan bahwa sifat pemarah seorang anak, diturunkan oleh ayahnya.

Untuk membuktikan hal ini, sebuah penelitian di Amerika Serikat pada tahun 2006, meneliti 175 anak yang terdiri dari 97 laki-laki dan 78 perempuan, usia mereka rata-rata 11 tahun.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sifat pemarah anak dipengaruhi oleh sifat pemarah orang tua. Hal ini disebabkan karena adanya interaksi yang intens antara orang tua dalam kehidupan anak. Anak melihat dan meniru tingkah laku yang dilihat dalam kehidupan keluarganya.

Jika orang tua menunjukkan sifat pemarah dan temperamen, maka hal tersebut akan membekas dalam otak anak. Ke depannya, anak akan menunjukkan sifat yang sama kepada orang lain, misalnya kepada teman dalam pergaulannya.

Artikel lainnya: Tanda-tanda Anda sedang Membesarkan Anak Pemarah

Penelitian ini juga membandingkan seberapa kuat pengaruh sifat ibu dan ayah yang akan menurun kepada anaknya. Hasilnya menyatakan, bahwa sifat ayah yang pemarah, lebih berpengaruh dibandingkan dengan sifat ibu pemarah.

Jika ditanya mengapa, memang belum ada alasan jelasnya, karena masih dibutuhkan penelitian lanjutan.

Nah, hasil penelitian ini merupakan “kode keras” bagi para ayah untuk lebih bisa mengendalikan sifat pemarahnya jika tidak ingin anaknya kelak punya sifat yang sama. Jika ayah sulit mengontrol sifat pemarah, paling tidak jangan menunjukkan amarah tersebut di depan anak, deh.

Sifat ayah yang pemarah biasanya juga akan menerapkan pola asuh yang otoriter. Di mana anak harus mengikuti semua peraturan yang diterapkan dan akan diberi hukuman jika anak tidak mengikutinya.

Pola asuh tersebut tidak baik, karena akan membuat anak memiliki rasa percaya diri yang rendah. Selain itu, pola asuh ini berisiko menyebabkan anak melampiaskan emosi tidak ke tempat yang tepat.

Kini Anda telah tahu, kan, bahwa sifat pemarah anak dapat diturunkan dari sifat ayahnya yang juga demikian? Apabila Anda ingin tahu tentang pola asuh yang cocok untuk masing-masing anak, jangan ragu konsultasikan pada psikolog atau dokter lewat aplikasi Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar