Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Millen Cyrus Ditawari Tanam Rahim, Benarkah Bisa Bikin Pria Hamil?

Millen Cyrus Ditawari Tanam Rahim, Benarkah Bisa Bikin Pria Hamil?

Selebgram Millen Cyrus mengaku ditawari untuk tanam rahim atau cangkok rahim. Tapi, bisakah pria hamil kalau melakukan cangkok itu?

Selebgram Millen Cyrus kembali menjadi sorotan usai rencananya untuk tanam rahim. Dalam sebuah video, keponakan Ashanty ini mengaku ditawari untuk cangkok rahim agar bisa hamil. Tapi, benarkah hal itu bisa bikin seorang pria hamil?

Ya, hal itu sempat dilontarkan Millen dalam sebuah perbincangan. Beberapa akun gosip bahkan sempat mengunggah kembali pernyataannya itu.

"Sekalian tanam rahim, kata dokternya bisa dari samping. Cuma proses tiga tahun, semuanya. Biar bisa hamil anak beruang," katanya sambil tertawa, seperti dilansir dari detik.com.

Meski terdengar bercanda dan tidak serius, hal ini ternyata memantik keingintahuan publik. Apakah bisa pria ditanamkan rahim, lalu dapat hamil?

Artikel lainnya: Ratus, Adakah Dampak Negatifnya pada Rahim?

1 dari 3 halaman

Mengenal Cangkok Rahim

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, Anda harus tahu kalau cangkok rahim berawal dari studi yang dilakukan seorang peneliti bernama Emil Knauer pada 1896. Peneliti asal Austria itu berhasil melakukan transplantasi ovarium pada kelinci.

Ini yang menjadi awal mula cangkok di bidang reproduksi. Temuan tersebut dilanjutkan dengan berbagai penelitian pada bagian struktur kandungan yang lain, yaitu rahim pada wanita.

Transplantasi rahim dimulai dengan operasi pengambilan rahim pada wanita pendonor. Rahim dapat didonorkan oleh wanita yang masih hidup atau sudah meninggal dengan kondisi rahim yang masih baik. 

"Setelah berhasil diambil, rahim akan disimpan pada wadah khusus dan suhu tertentu untuk menjaga fungsinya," ungkap dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter.

"Orang yang menerima rahim dari pendonor akan menjalani operasi pencangkokan dan pemeriksaan untuk menilai fungsi rahim yang hendak dicangkok. Setelah itu, pemantauan selama 6 bulan dilakukan untuk melihat fungsi dari rahim yang telah dicangkok," ucap dr. Alvin.

Jika fungsinya terpantau baik, sel sperma pria dan sel telur wanita akan digabungkan di laboratorium fertilisasi untuk kemudian ditanam pada rahim yang sebelumnya dicangkok. Prosedur penanaman embrio ini mirip dengan bayi tabung (in-vitro fertilization).

Akan tetapi, tetap saja cangkok rahim punya kelebihan dan kekurangan. Untuk kelebihannya, ini sangat bisa membantu wanita untuk hamil atau yang punya gangguan reproduksi.

Data juga menyebutkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang menjalani prosedur cangkok rahim sudah banyak ditemukan.

Meski banyak yang lahir dari program cangkok rahim, prosedur ini  juga memiliki risiko efek samping. Layaknya cangkok pada organ lain, rahim yang berasal dari luar tubuh berisiko mengalami reaksi penolakan.

"Maksudnya, rahim yang didapatkan dari orang lain bisa dianggap sebagai benda asing oleh tubuh penerima, sehingga akan diserang oleh sistem imunitas," kata dr. Alvin.

Oleh karena itu, dr. Alvin menyebut  bahwa wanita yang hendak menerima rahim dari pendonor harus terlebih dahulu melakukan terapi penekan sistem imun.

"Selain itu, rahim yang berasal dari proses cangkok juga tidak bisa dipertahankan fungsinya seumur hidup. Organ tersebut perlu diangkat setelah melewati satu atau dua kelahiran," jelas dr. Alvin.

Ketika sudah berada pada fase ini, wanita yang tadinya menerima rahim dari pendonor dapat hidup dengan normal tanpa menggunakan obat penekan sistem imun.

Tanam rahim atau cangkok rahim memang salah satu teknologi yang luar biasa. Sayangnya, metode ini belum terlalu banyak dilakukan di negara berkembang, seperti di Indonesia. Metode ini masih sangat terbatas dan hanya dilakukan di pusat kesehatan besar di Amerika Serikat.

Kalau sudah banyak sukses dilakukan pada wanita, bagaimana dengan pria? Apakah seorang pria yang mendapatkan cangkok rahim juga bisa hamil?

Artikel lainnya: Hamil dengan Metode Cangkok Rahim, Mengapa Tidak?

2 dari 3 halaman

Tanam Rahim pada Pria?

Faktanya, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter tanam rahim pada pria tidak bisa membuahkan kehamilan. Menurut dia, banyak faktor yang membuat hal itu mustahil.

"Tidak bisa karena untuk mendapatkan kehamilan butuh pembuahan sel ovum dan sel sperma. Lagipula, itu bukan perkara ada organ yang bisa menampung janin atau enggak, tapi ada atau tidaknya hormon (estrogen)," ujar dr. Sepriani.

"Lalu, bukan cuma hormon. Misalnya pria disuntik hormon estrogen, tapi kan pria tidak ada bakal sel telurnya. Sedangkan, sel telur sudah terbentuk sejak masih dalam kandungan," jelas dr. Sepriani.

Dia berpendapat mungkin keinginan Millen Cyrus untuk tanam rahim hanya sebuah afirmasi bahwa dirinya adalah wanita. "Tetapi, kalau untuk menjalankan fungsi-fungsi wanita pada umumnya, salah satunya hamil, saya rasa tidak bisa," tegas dr. Sepriani.

Namun demikian, bukan berarti tidak ada peluang pria hamil di masa depan dengan metode ini.

Menurut Arthur Caplan, seorang profesor bioetika dan kepala Divisi Etika Medis di Fakultas Kedokteran Universitas New York, mengatakan, cangkok rahim masih terus dipelajari.

Hingga kini, prosedur ini masih dipelajari untuk keamanan dan efektivitasnya. Penelitian tambahan juga diperlukan untuk memahami risiko prosedur dan efeknya pada janin kelak.

“Jadi, apakah cangkok rahim bisa dilakukan pada pria saat ini? Bisa-bisa saja, tapi itu bukanlah perilaku yang bertanggung jawab," Caplan menegaskan, seperti dilansir dari Live Science.

Dia menambahkan, untuk wanita saja, metode ini masih dilakukan dengan sangat hati-hati. Karena itu, para ahli merasa masih butuh waktu lama untuk menerapkannya secara aman pada pria.

Pernyataan Millen Cyrus di atas mungkin bikin Anda mengernyitkan dahi. Akan tetapi, kini Anda sudah tahu faktanya kalau tanam rahim pada pria tidak bisa membuahkan kehamilan. Meski demikian, cangkok rahim sudah sukses dilakukan pada wanita. Dapatkan informasi kesehatan lainnya hanya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar