Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Temperatur Ruangan Kantor Memengaruhi Kinerja Karyawan?

Benarkah Temperatur Ruangan Kantor Memengaruhi Kinerja Karyawan?

Banyak karyawan merasa terganggu dengan temperatur AC di kantor yang dingin. Namun, benarkah suhu ruangan kantor pengaruhi produktivitas karyawan?

Sebagai karyawan, Anda pasti dituntut untuk selalu punya kinerja yang baik demi kemajuan perusahaan. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang ternyata bikin mandek. Diduga, temperatur AC yang terlalu rendah atau tinggi menjadi faktor yang dapat memengaruhi produktivitas dan kesehatan karyawan. Apa benar demikian?

Bagaimana Temperatur Memengaruhi Produktivitas Karyawan?

Kalau bicara produktivitas dan kesehatan karyawan, umumnya dipengaruhi oleh atasan yang galak, teman yang toxic, dan kerjaan yang numpuk. Padahal, temperatur udara di kantor juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas, lho.

Harus bekerja di suhu ruangan yang terlalu dingin atau panas ternyata dapat membuat fokus terpecah dan malah jadi tidak produktif. Mungkin banyak yang tidak memikirkan dengan serius masalah ini. Namun, suhu menjadi isu yang penting dalam kenyamanan dalam bekerja.

Artikel lainnya: Benarkah Bekerja dari Rumah Lebih Baik dibanding di Kantor?

Menurut hasil survei pada 2016 tentang kepuasan kerja, keluhan terbesar yang dikeluarkan karyawan kebanyakan adalah tentang suhu tempat mereka kerja. Dilansir dari CareerBuilder, 22% pekerja mengalami kesulitan berkonsentrasi di kantor yang terlalu panas, sementara 11% memiliki kesulitan yang sama dengan kalau ruangan terlalu dingin.

Hasil survei tersebut cukup masuk akal. Pasalnya, ketika tubuh harus mengeluarkan energi ekstra untuk tetap hangat atau berkeringat. Alhasil, energi yang tersedia untuk berkonsentrasi jadi lebih sedikit.

Maka itu, perusahaan harus menyediakan ruangan dengan suhu ideal agar para karyawannya jadi lebih fokus. Berikut kesimpulan hasil survei soal temperatur ruangan kerja:

  • Ketika suhu kantor dinaikkan dari 20 menjadi 25 derajat Celcius, produktivitas karyawan akan meningkat 150%, dan tingkat kesalahan dalam bekerja diperkirakan dapat turun sebanyak 44%.
  • Tingkat produktivitas karyawan paling tinggi dapat terjadi saat ruangan berada pada 22 derajat celcius.

Dari kesimpulan di atas, didapatkan hasil bahwa lebih mudah untuk konsentrasi bekerja ketika tubuh Anda sendiri merasa nyaman dengan suhu sekitar. Suhu yang terlalu panas, terlalu dingin, atau bahkan naik dan turun, dapat mengganggu fokus kerja karyawan.

Jika hal tersebut terjadi, maka tak heran bila hasil kerja karyawan di sebuah perusahaan jadi menurun. Sementara itu, Lembaga Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Amerika Serikat menyarankan agar suhu di kantor berkisar di antara 20-24,5 derajat celcius.

Namun, soal kisaran suhu ruangan di kantor tidak bisa dipukul rata, ya. Pasalnya, suhu di Amerika dan Indonesia sendiri memang beda. Tidak dipungkiri, bahwa temperatur ruangan yang lebih dingin diperlukan.

Ini mengingat iklim di nusantara ini berjenis tropis, alias cenderung panas. Hal ini bisa disesuaikan dengan karyawan di masing-masing perusahan.

Artikel lainnya: Jam Kerja Berkurang, Karyawan Lebih Bahagia?

1 dari 2 halaman

Temperatur Ruangan Kantor Juga Memengaruhi Kesehatan Karyawan

Selain memengaruhi produktivitas, temperatur suhu di kantor juga bisa menyebabkan masalah kesehatan pada kebanyakan karyawan. Lagi-lagi, hal ini disebabkan karena suhu ruangan rendah atau terlalu dingin.

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, suhu AC yang terlalu dingin dapat memengaruhi kondisi kulit. Jika terlalu lama berada di suhu ruangan yang dingin, kulit akan kehilangan kelembapannya. “Kulit yang kehilangan kelembapannya ini lama-lama akan mudah iritasi, mudah gatal, perih, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Selain itu, suhu yang dingin juga bisa menyebabkan keluhan mata kering dan perih. Hubungan antara temperatur suhu ruangan dengan kesehatan karyawan juga bisa dipengaruhi hal berikut ini:

  1. Berat Badan

Berat badan seseorang dapat memengaruhi reaksi tubuh mereka terhadap suhu ruangan. Karyawan yang memiliki berat lebih banyak akan merasa hangat lebih cepat, sementara mereka yang berbadan kurus, biasanya menjadi lebih mudah kedinginan.

  1. Usia

Seiring bertambahnya usia, khususnya karyawan berusia 55 tahun ke atas, tubuhnya cenderung lebih mudah terkena flu. Jadi apabila di kantor banyak tenaga kerja berusia 55 tahun ke atas, atur temperatur ruangan Anda pada suhu yang lebih tinggi atau hangat.

  1. Kelembapan Udara

Jika udara di ruangan kantor terlalu lembap, itu dapat memengaruhi kemampuan orang untuk berkeringat dan akhirnya kelelahan karena gerah. Sementara kelembapan ruangan yang tinggi bisa membuat kulit, tenggorokan, dan saluran hidung para karyawan terasa kering dan tidak nyaman.

Jadi, suhu yang tepat adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan karyawan. Kalau karyawan sehat, mereka akan kerja dengan baik, sementara dengan produktivitas yang tinggi mereka akan selalu memberikan yang terbaik. Ingin tahu hal lain tentang suhu tepat untuk kondisi Anda? Jangan ragu konsultasi dengan dokter lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar