Sukses

Antara Soda dan Sparkling Water, Lebih Sehat yang Mana?

Baik sparkling water dan soda menjadi minuman favorit bagi banyak orang. Meskipun sama-sama mengandung cairan berkarbonasi, mana yang lebih baik?

Banyak yang menganggap sparkling water dan soda adalah dua jenis minuman yang sama. Dari sisi kandungan karbonasi keduanya memang ditemukan mirip. Akan tetapi, mana yang lebih baik di antara keduanya? Soda atau sparkling water?

Perbedaan Antara Sparkling Water dan Soda

Sparkling water dan soda adalah minuman yang sama-sama banyak ditemukan di kota-kota besar. Bahkan, beberapa restoran menyediakan kedua jenis minuman ini dengan cara dicampur jeruk lemon. Jadi, memang agak sulit membedakannya.

Perlu diketahui, bahwa soda adalah air yang "disuntikkan" mineral tambahan berupa karbon dioksida atau CO2. Terkadang, beberapa minuman soda atau dikenal sebagai soft drink, sering ditambahkan zat seperti natrium bikarbonat, garam, gula, atau perasa lainnya supaya lebih nikmat di lidah.

Dilansir dari situs Healthline, sparkling water adalah air yang berkarbonasi secara alami. Karbonasi ini didapat dari mata air yang punya karbonasi alami pada tempat sparkling water diambil.

Selain itu, pada sparkling water juga mengandung mineral, seperti natrium, magnesium, dan kalsium yang didapat dari sumber mata airnya secara alami.

Sparkling water umumnya juga tidak berbau dan tidak memiliki rasa. Namun, punya efek gelembung ketika botol dibuka dan airnya dituang. Ini bisa disebabkan karena produsen selanjutnya mengkarbonasi produk mereka dengan menambahkan karbon dioksida, jadi airnya lebih bergelembung.

Artikel lainnya: Apakah Sparkling Water Lebih Baik daripada Air Mineral?

1 dari 4 halaman

Mana yang Lebih Baik Antara Sparkling Water dan Soda?

Sulit menentukan mana yang lebih baik dari keduanya. Pasalnya, dua jenis minuman yang beda bahan-bahan ini. punya efek samping masing-masing untuk tubuh. Coba simak apa saja efek sampingnya di bawah ini.

Efek Samping Terlalu Banyak Minum Sparkling Water:

  1. Merusak Enamel Gigi

Ada sebuah studi menemukan bahwa sparkling water yang beredar di pasaran memiliki kadar pH di bawah 5,5. Menurut dr. Atika dari KlikDokter, kondisi pH tersebut merupakan kadar keasaman yang mampu menyebabkan kerusakan enamel gigi.

  1. Memicu Obesitas

Sebuah penelitian menguji kondisi tikus dengan memberikan minum sparkling water. Hasilnya, sparkling water memicu penambahan berat badan dan dapat menyebabkan tikus tersebut obesitas.

Peneliti meyakini bahwa hal tersebut bisa terjadi akibat meningkatnya kadar hormon ghrelin (pemicu rasa lapar) pada tikus yang diberikan sparkling water atau air berkarbonasi tanpa rasa (tawar).

  1. Meningkatkan Gas Dalam Tubuh

Buih atau gelembung soda pada minuman sparkling water bisa menyebabkan kandungan gas dalam tubuh semakin banyak, lho. Hal ini bisa menyebabkan perut terasa kembung, begah, dan ingin buang angin setelahnya.

“Beberapa orang bilang, setelah mereka minum sparkling water, justru jadi tidak merasa haus lagi. Namun, ada juga yang bilang bahwa efeknya justru membuat perut kembung, begah, bahkan tidak ingin minum lagi,” jelas dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter.

Artikel lainnya: Mengungkap Kemampuan Sparkling Water untuk Atasi Dehidrasi

2 dari 4 halaman

Efek Buruk Keseringan Minum Soda:

  1. Diabetes

Penelitian yang dilakukan oleh Karolinska Institute di Swedia, menemukan bahwa orang yang minum dua kaleng (200 ml) soda setiap hari mengalami peningkatan risiko diabetes hingga 2,4 kali lipat. Sedangkan, jika Anda minum soda hingga 1 liter setiap hari, risiko tersebut akan melonjak hingga 10 kali lipat.

  1. Penyakit Jantung

Penyakit jantung juga bisa terjadi akibat minum soda terlalu banyak. Hal ini pernah dibuktikan pada penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal tahun 2015.

Penelitian yang memeriksa 42 ribu pria Swedia selama 12 tahun ini menemukan bahwa orang yang minum 2 kaleng soda setiap hari mengalami peningkatan risiko gagal jantung hingga 23%.

  1. Stroke

Menurut studi yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition, minum soda dapat meningkatkan risiko stroke hingga 16%. Peningkatan risiko ini sejalan dengan jumlah soda yang diminum setiap hari. Semakin banyak soda yang diminum dalam sehari, semakin besar pula risiko stroke yang Anda miliki.

  1. Kanker

Sebuah penelitian di Singapura yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Epidemiology mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi minuman bersoda lebih dari dua kali dalam seminggu berisiko mengalami kanker kelenjar pankreas. Ini karena dipaksa kerja keras untuk mengolah kadar gula yang tinggi dalam minuman bersoda tersebut.

3 dari 4 halaman

Jadi, Lebih Sehat yang Mana?

Saat membandingkan efek samping yang dihasilkan dari dua minuman berkarbonasi ini, sparkling water dirasa paling ringan efek sampingnya. Sedangkan soda, umumnya dapat menyebabkan masalah kesehatan yang cukup berbahaya.

"Soda memang memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Satu botol kecil minuman soda sekitar 300-350 ml kadar gulanya bisa 25 gram lebih. Jumlah itu sudah lebih dari asupan gula yang disarankan. Maksimal sebenarnya 25 gram per hari, atau sekitar 4 sendok teh," ujar dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter.

Namun, Anda juga tidak bisa langsung minum sparkling water sebanyak-banyaknya, ya. Meskipun minuman ini biasanya bebas kalori, tetapi disarankan untuk periksa label kemasan sebelum diminum. 

Ini karena beberapa produsen sering menambahkan bahan kimia lain untuk memberikan rasa unik. Sebaiknya, tambahkan potongan jeruk nipis atau lemon untuk menambah rasa sparkling water secara alami.

Nah, sudah tahu, kan, beda kandungan serta efek samping yang dihasilkan dari sparkling water dan soda? Memang sulit untuk menentukan mana yang lebih baik di antara keduanya. Tapi kalau ditanya, minuman apa yang paling baik bagi Anda? Sudah tentu air putih atau air mineral tanpa kandungan tambahan apapun.

Apabila Anda mau mengetahui lebih lanjut tentang bahaya atau kandungan apa saja yang ada pada sparkling water dan minuman bersoda, Anda bisa konsultasi langsung ke dokter terpercaya. Untuk lebih mudahnya, Anda bisa mengirim pertanyaan lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar