Sukses

Makanan yang Harus Dihindari Saat Pakai Kawat Gigi

Menggunakan kawat gigi tak sesederhana yang dibayangkan. Agar behel awet dan gigi tetap terjaga, ada beberapa makanan yang harus dihindari.

Siapa sih yang tidak mau punya gigi tertata rapi? Akan tetapi, terkadang kenyataan tak selalu sesuai dengan harapan. Untuk merapikan barisan gigi, perawatan dengan kawat gigi pun ditempuh.

Namun, menggunakan kawat gigi bukannya tanpa tantangan. Saat behel dipasang oleh dokter gigi, rasa ngilu bahkan iritasi di sekitar gigi dan gusi bisa saja terjadi. Dibutuhkan beberapa hari hingga minggu untuk beradaptasi hingga Anda nyaman dengan alat tersebut.

Selain itu, penyesuaian lain yang mungkin sulit adalah menghindari beberapa jenis makanan yang mungkin saja makanan favorit Anda. Hal itu karena makanan tersebut berpotensi besar tersangkut di kawat gigi sehingga bisa merusaknya. Nah, makanan apa saja sih itu?

1 dari 3 halaman

Makanan yang Harus Dihindari

Kawat gigi pada umumnya terbuat dari bahan yang kuat. Namun begitu, penting untuk tetap berhati-hati agar tidak merusaknya. Sebab, makanan tertentu dapat merusak komponen kawat gigi seperti buccal tube, braket, dan lainnya.

Artikel lainnya: Dampak Negatif Kawat Gigi yang Perlu Anda Tahu

Makanan yang bersifat lunak paling direkomendasikan bagi mereka yang memakai behel, terutama pada awal pemakaian. Tekstur yang lembut akan minim sekali merusak perangkat kawat gigi.

Sementara itu, pantangan makanan untuk pengguna kawat gigi antara lain:

  1. Makanan Kenyal dan Lengket

Makanan yang bertekstur kenyal seperti permen karet atau permen kenyal lainnya dapat menempel di celah-celah kawat gigi.

Jika sudah menempel, akan sulit untuk dibersihkan dan dapat memudahkan bakteri berkembang biak. Oleh karena itu, sebaiknya hindari jenis makanan ini.

  1. Makanan Keras

Mengunyah popcorn, keripik kentang, kerupuk sebaiknya dihindari jika Anda menggunakan behel. Selain itu, sayuran dan buah yang keras juga sebaiknya tidak dikonsumsi sementara waktu. Misalnya, jambu biji, wortel (mentah), dan jagung.

Sayuran dan buah tersebut dapat membuat kawat gigi mudah patah hingga lepas. Anda dapat menyiasatinya dengan memotong terlebih dahulu hingga menjadi lebih kecil agar lebih mudah dikunyah.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengukus terlebih dahulu sayuran agar lebih lunak saat dimakan.

  1. Makanan Manis

Batasi konsumsi makanan dan minuman manis ketika Anda sedang dalam perawatan kawat gigi. Ketika gula bercampur dengan air liur, dapat tercipta lapisan lengket (plak) yang menempel pada permukaan gigi.

Meskipun menyikat gigi dapat menghilangkan plak, akan menjadi lebih sulit ketika Anda menggunakan kawat gigi. Jika plak tersebut tidak disikat dengan benar akan menimbulkan risiko kerusakan gigi lebih lanjut.

Artikel lainnya: Pasang Behel di Tukang Gigi, Ini Risikonya!

2 dari 3 halaman

Jaga Kesehatan Gigi Saat Pakai Behel

Mempertahankan kebiasaan gigi yang baik saat menggunakan kawat gigi adalah salah satu cara untuk menghindari kerusakan. Pastikan Anda menyikat gigi setidaknya dua kali sehari. Lakukan setelah makan dan malam sebelum tidur.

Berikan perhatian ekstra pada ruang di sekitar kawat gigi dan singkirkan semua sisa-sisa makanan yang terselip. Gunakan sikat gigi khusus untuk pengguna behel atau sikat gigi dengan bulu yang lembut.

Gunakan pula benang gigi untuk membersihkan partikel makanan di antara gigi dan kawat. Pemeriksaan secara rutin ke dokter gigi juga tak kalah penting untuk dilakukan.

Pembersihan gigi berguna untuk menghilangkan penumpukan plak yang berkontribusi terhadap timbulnya kerusakan gigi seperti gigi berlubang dan penyakit gusi.

Dokter gigi mungkin juga akan merekomendasikan penggunaan obat kumur yang mengandung fluoride untuk membantu memperkuat gigi Anda dan menurunkan risiko kerusakan gigi.

Melakukan perawatan kawat gigi memang dapat membuat gigi menjadi lebih rapi. Tapi jika Anda mengonsumsi jenis makanan yang salah dan tidak menjaga kebersihan gigi, kawat maupun gigi akan berisiko rusak. Jangan ketinggalan info lain seputar kesehatan gigi dan mulut di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar