Sukses

Ketahui Risikonya Jika Hidup dengan Satu Ginjal

Tak sedikit orang yang harus hidup dengan satu ginjal. Tapi, orang dengan masalah itu punya risiko tertentu dan pastinya harus memperhatikan diet sehari-hari.

Manusia diciptakan dengan dua ginjal. Karena masalah tertentu, seseorang yang masih bisa bertahan hidup hanya dengan satu ginjal. Meski begitu, orang yang hidup dengan satu ginjal punya risiko yang kapan saja bisa mengancam kesehatannya. Simak penjelasannya di bawah ini.

Fungsi Ginjal

Ginjal adalah organ yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia agar tetap sehat. Organ tubuh ini berfungsi menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah agar komposisi keduanya seimbang.

Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan tingkat elektrolit yang stabil dalam tubuh. Tingkat elektrolit di dalam tubuh umumnya berupa  natrium, kalsium, dan fosfat. Tingkat elektrolit yang diatur ginjal berfungsi mengontrol tekanan darah dan menghasilkan hormon yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang dan darah.

Perlu diketahui juga, bahwa ginjal mengandung sekitar satu juta tabung kecil yang disebut sebagai nefron. Nefron ini berguna untuk menyaring limbah dan cairan ekstra dari darah. Kemudian, limbah akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urine.

Artikel lainnya: Ginjal Bionik, Ginjal Buatan Pengganti Cuci Darah

1 dari 4 halaman

Penyebab Orang Harus Hidup dengan Satu Ginjal

Sudah disebutkan sebelumnya, bahwa manusia diciptakan dengan dua ginjal. Akan tetapi, kadang-kadang seseorang hanya memiliki satu, yang disebut sebagai ginjal soliter. Tiga alasan utama seseorang mungkin memiliki satu ginjal meliputi berikut ini.

  • Cacat Lahir

Suatu kondisi yang disebut agenesis ginjal berarti seseorang dilahirkan dengan hanya satu ginjal. Dalam kondisi lain, displasia ginjal, seseorang dilahirkan dengan dua ginjal, tetapi yang berfungsi hanya satu.

  • Pengangkatan dengan Pembedahan (Nephrectomy)

Beberapa orang mungkin telah mengangkat salah satu ginjalnya akibat kanker atau penyakit lain.

  • Donasi Ginjal

Semakin banyak orang yang memilih untuk menyumbangkan ginjal kepada anggota keluarga atau teman. Akhirnya, orang tersebut harus hidup dengan satu ginjal saja.

2 dari 4 halaman

Risiko Jika Hidup dengan Satu Ginjal

Berbicara orang yang hidup dengan satu ginjal, ini terjadi pada penyanyi solo Vidi Aldiano. Belum lama ini dirinya menjalani operasi pengangkatan satu ginjalnya karena mengalami kanker.

Ia mengaku bisa hidup seperti orang normal biasanya. Hanya saja, ia tidak boleh lagi sembarangan dalam mengonsumsi makanan atau minuman. Makanan tertentu yang memperberat kerja ginjal harus dihindari.

Sama seperti Vidi, banyak orang mampu menjalani kehidupan normal dengan satu ginjal, meskipun beberapa masalah mungkin timbul dalam jangka panjang. Selain itu, hidup dengan satu ginjal secara tidak langsung membutuhkan pemeriksaan dan perawatan khusus. Beberapa masalah yang mungkin terjadi termasuk beberapa penyakit ini.

  1. Hipertensi

Karena ginjal terlibat dalam menjaga tekanan darah, banyak orang dengan ginjal soliter berisiko sedikit lebih tinggi terkena hipertensi.

Artikel lainnya: Benarkah Wanita Lebih Berisiko Alami Gagal Ginjal?

  1. Proteinuria

Kelebihan protein dalam urin dapat menjadi tanda adanya kerusakan ginjal. Orang dengan satu ginjal sering memiliki kadar protein di atas rata-rata dalam darah mereka.

  1. Menurunkan laju filtrasi glomerulus (GFR)

Laju filtrasi glomerulus atau glomerular filtration rate (GFR) akan  menunjukkan seberapa baik ginjal menyaring cairan dan limbah dari darah. Nah, orang dengan ginjal soliter sering mengalami penurunan GFR.

Orang dengan satu ginjal harus diperiksa fungsi ginjalnya setahun sekali. Biasanya perlu dilakukan dengan menggunakan tes darah dan urine sederhana, serta pemeriksaan tekanan darah.

3 dari 4 halaman

Hidup dengan Satu Ginjal Juga Harus Melakukan Diet Khusus

Sudah disinggung sebelumnya tadi, bahwa orang dengan satu ginjal perlu menjaga pola makannya dengan baik. Akan tetapi, mayoritas orang dengan ginjal soliter tidak perlu mengikuti diet tertentu.

Hanya saja, orang dengan satu ginjal harus mempertahankan diet sehat dan rendah lemak yang mencakup biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan. Jika mereka sudah memiliki tekanan darah tinggi, asupan garamnya juga harus dikurangi.

Konsumsi alkohol, kafein, dan makanan berprotein tinggi juga harus dihindari. Pasalnya, ginjal membuang bahan limbah yang dipecah menjadi protein. Mengonsumsi makanan yang kaya protein dapat membuat ginjal bekerja lebih keras. Akan tetapi, makan protein dalam jumlah sedang masih diperlukan, ini untuk memastikan nutrisi yang diasup tubuh cukup seimbang.

"Selain itu, Anda disarankan minum air mineral dalam jumlah banyak serta makan makanan sehat yang seimbang kalori dan nutrisinya. Aktivitas sehari-hari pun tidak dibatasi, dan sebaiknya hindari aktivitas yang membuat ginjal rentan terhadap trauma," ujar dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter.

Orang ginjal soliter sangat bisa hidup seperti orang normal lainnya. Satu hal yang perlu dicatat, hindari pantangan dan lakukan pola hidup sehat. Ini adalah kunci agar hidup lebih lama, sehat, dan semangat. Jika Anda ingin tanya-tanya seputar kesehatan tubuh, jangan ragu untuk konsultasi langsung dengan dokter lewat Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar