Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ini 6 Kemampuan Sosial yang Harus Diajarkan Orang Tua ke Anak Sejak Dini

Ini 6 Kemampuan Sosial yang Harus Diajarkan Orang Tua ke Anak Sejak Dini

Orang tua perlu mengajarkan kemampuan sosial pada anak agar tidak berdampak buruk di kemudian hari. Mari ketahui kemampuan apa saja yang perlu diajarkan.

Meski kodrat manusia adalah sebagai makhluk sosial, namun bukan berarti setiap orang khususnya anak-anak pasti punya kemampuan sosial yang baik, bukan? Hal ini harus diajarkan oleh orang tua. Mengapa mengajarkan kemampuan sosial anak dengan baik itu penting?

Keterampilan sosial yang baik memungkinkan anak-anak menikmati hubungan teman sebaya yang lebih baik. Akan tetapi, manfaat yang dirasakan dari keterampilan sosial yang hebat lebih dari sekadar penerimaan sosial. 

Anak-anak dengan kemampuan sosial yang lebih baik cenderung mendapatkan manfaat langsung. Misalnya, dalam sebuah studi pada 2019 menemukan bahwa keterampilan sosial yang baik dapat mengurangi stres pada anak yang berada di tempat penitipan anak.

Keterampilan sosial untuk anak sangat perlu diajarkan oleh orang tua. Bayangkan kalau tidak, bisa saja sang anak menjadi pengganggu bagi teman lainnya lalu dijauhi dari pergaulan.

Contoh sederhananya, anak enggan berbagi mainan dengan temannya karena sebelumnya tidak diajarkan berbagi dengan orang lain. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, hal ini sebenarnya bisa dihindari. Anak perlu mendapat bimbingan yang cukup dari orang dewasa terdekatnya, dalam hal ini orang tua atau wali.

Artikel lainnya: Manfaat Bermain untuk Tumbuh Kembang Anak

1 dari 3 halaman

Kemampuan Sosial yang Harus Diajari pada Anak

Mengingat betapa pentingnya belajar kemampuan sosial untuk anak, peran orang tua sangat dibutuhkan. Dilansir dari VeryWell Family, berikut beberapa hal yang harus diajari:

  1. Berbagi

Kesediaan anak untuk berbagi, entah itu makanan atau mainan, dapat membantunya berteman. Menurut sebuah studi pada 2010 yang diterbitkan dalam Psychological Science, anak-anak usia dua tahun dapat menunjukkan keinginan untuk berbagi dengan orang lain. Tetapi, biasanya hanya ketika apa yang dimilikinya berlimpah.

Namun, anak-anak dengan usia antara tiga dan enam tahun sering mementingkan diri sendiri ketika harus berbagi. Misal, seorang anak dengan hanya satu kue mungkin enggan berbagi setengah dengan temannya karena ia akan merasa kurang menikmati. Di sisi lain, ia mungkin dengan mudah berbagi mainan yang tidak lagi membuatnya tertarik.

Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang merasa senang dengan diri sendiri lebih mungkin untuk berbagi. Hal ini juga membuat mereka merasa nyaman secara pribadi. Jadi, mengajarkan anak untuk berbagi mungkin merupakan kunci untuk meningkatkan harga dirinya.

  1. Bekerja Sama

Artinya, bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama. Anak-anak yang bekerja sama akan memenuhi permintaan dari orang lain. Mereka juga berkontribusi, berpartisipasi, dan membantu.

Keterampilan kerja sama yang baik sangat penting agar berhasil bergaul dalam suatu komunitas. Anak Anda perlu bekerja sama dengan teman-teman sebayanya, baik di kelas maupun di taman bermain.

  1. Mendengarkan

Bukan hanya diam saja, mendengarkan dengan baik berarti benar-benar menyerap apa yang dikatakan orang lain. Hal ini adalah salah satu komponen penting dari komunikasi yang sehat.

Bagaimanapun, banyak pembelajaran di sekolah yang bergantung pada kemampuan anak untuk mendengarkan apa yang dikatakan guru. Menyerap materi, mencatat, dan berpikir tentang apa yang sedang dibicarakan akan menjadi lebih penting seiring dengan berkembangnya anak secara akademis.

Artikel lainnya: Tahapan Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak

  1. Mengikuti Petunjuk

Anak-anak perlu diajarkan tentang hal ini supaya saat dewasa tidak menjadi pembangkang. Pasalnya, kalau anak Anda tidak bisa mengikuti petunjuk, masalah besar akan menimpanya.

Baik ketika diminta membersihkan kamarnya atau diberi tahu cara meningkatkan keterampilan sepak bola, penting bagi anak untuk mendapat arahan dan mengikuti petunjuk. Gunakan bahasa yang baik dan jelas agar anak mudah mengerti.

  1. Melakukan Kontak Mata

Sikap ini juga menjadi bagian penting dari komunikasi yang baik. Beberapa anak kadang sulit melihat orang yang mereka ajak bicara.

Apakah anak Anda pemalu dan lebih suka menatap lantai? Atau bahkan tidak akan melihat ketika ia asyik dengan kegiatan lain? Tekankan padanya bahwa kontak mata itu penting.

Jika anak kesulitan dengan kontak mata, berikan pengingat kepadanya dan katakan "Lihat mata lawan bicaramu." Kemudian, beri pujian ketika ia ingat untuk melihat orang yang diajak berbicara.

  1. Mengucapkan Kata ‘Tolong’, ‘Terima Kasih’, dan ‘Maaf’

Tiga kata ini memang ampuh dalam kehidupan sosial. Guru, orang tua, dan anak-anak lainnya akan menghormati anak Anda karena dianggap sangat sopan.

Tentu saja, mengajar sopan santun terkadang terasa seperti perjuangan yang berat. Dari bersendawa keras di depan orang hingga tidak mengucapkan terima kasih, semua anak kadang-kadang memang tidak terlalu memerhatikan hal ini.

2 dari 3 halaman

Cara Melatih Keterampilan Sosial Anak

Mengajarkan anak keterampilan sosial bukanlah hal mudah. Ketika ia beranjak dewasa, dibutuhkan penyempurnaan yang berkelanjutan agar kemampuan ini semakin baik.

Bagi orang tua, carilah saat-saat yang tepat untuk mengajarkannya. Selain itu, ada pepatah "Actions Speak Louder than Words". Ya, Anda harus mencontohkannya dengan baik. Misal, ucapkan terima kasih kalau sudah dibantu. Ingat, anak-anak adalah peniru yang baik, lho.

Di sisi lain, memang ada keterampilan sosial yang cukup rumit untuk diajarkan, contohnya memahami orang lain. Mulailah dengan ajaran paling dasar terlebih dahulu dan pertajam keterampilan anak seiring berjalannya waktu.

Jika anak Anda tampaknya lebih berjuang dalam keterampilan sosial daripada anak-anak lain, bicarakanlah dengan dokter anak. Meski mungkin perlu sedikit penguatan dan kematangan ekstra, kurangnya keterampilan sosial bisa menjadi pertanda adanya masalah lain.

Anak-anak dengan masalah kesehatan mental, misalnya ADHD atau autisme, mungkin tertinggal secara sosial. Dokter dapat menilai anak dan menentukan apakah suatu penanganan mungkin diperlukan untuk membantunya lebih mahir dalam keterampilan sosial.

Walau tidak mudah, belajar kemampuan sosial bagi anak sangat penting. Ajarkan secara bertahap dan pastikan Anda memberi contoh yang baik. Untuk mengetahui tips jitu soal tumbuh kembang anak, download aplikasi KlikDokter yang punya banyak info penting seputar kesehatan!

(FR/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar