Sukses

Abses Anus, Ketika Pantat Terasa Sakit saat Duduk

Pantat yang terasa sakit saat duduk dapat menjadi gejala dari abses anus. Kenali, waspadai dan segera obati agar tidak mengalami komplikasi.

Pantat sering sakit saat duduk tidak melulu terjadi akibat wasir atau hemoroid. Faktanya, kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh abses anus. Pernah dengar tentang penyakit ini?

Abses anus adalah kondisi nyeri pada anus akibat berkumpulnya nanah di daerah anus. Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kondisi ini adalah sebagai berikut ini.

  • Fissura anus, yaitu robekan pada saluran anus yang mengalami infeksi.
  • Penyakit menular seksual (PMS) seperti gonorea, klamidia, dan sifilis.
  • Kelenjar anus yang tersumbat.
  • Trauma akibat luka benturan oleh benda tumpul maupun tajam pada anus.

Adapun faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya abses anus, yaitu berikut ini.

  • Melakukan seks anal.
  • Mengalami penyakit kolitis atau infeksi usus besar.
  • Mengalami penyakit inflammatory bowel disease.
  • Mengalami penyakit diabetes.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun seperti pada penderita HIV/AIDS.
  • Penggunaan obat tertentu, seperti kortikosteroid.
  • Sedang dalam perawatan kemoterapi.

Artikel Lainnya: Bengkak di Anus? Waspadai Gejala Abses Anus 

Menurut data yang ada, abses anus lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Rata-rata usia yang mengalami penyakit ini berkisar antara 20–40 tahun.

Gejala yang umum ditemukan pada abses anus adalah bengkak, kemerahan dan nyeri di sekitar anus, yang utamanya dirasakan saat duduk atau batuk. Dalam beberapa kasus, abses anus juga bisa menyebabkan sulit buang air besar, keluar nanah dari dalam anus, demam, menggigil dan badan lemas.

Apabila mengalami gejala-gejala di atas, Anda sebaiknya segera periksa ke rumah sakit terdekat. Nantinya, Anda mungkin akan mendapat pemeriksaan colok dubur memastikan keadaan anus.

Artikel Lainnya: 5 Gejala Ambeien yang Perlu Anda Ketahui

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Selain itu, pemeriksaan proktosigmoidoskopi juga dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis abses anus. Pada beberapa kasus, CT Scan, MRI dan USG juga diperlukan untuk mencari lokasi pengumpulan nanah di dalam anus.

Apabila diagnosis abses anus sudah ditetapkan, pasien mungkin akan disarankan untuk melakukan operasi agar penyakit bisa sembuh sepenuhnya. Operasi dilakukan dengan melakukan sayatan pada abses, kemudian drainase nanah agar keluar dan mengering.

Setelah operasi, pasien akan diberikan obat antibiotik dan antinyeri. Pasien juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya serat dan cukup minum air putih guna mencegah konstipasi atau sembelit.

Bila diperlukan, dokter juga akan memberikan pasien obat untuk melancarkan buang air besar guna mencegah komplikasi abses anus. Pasien pun disarankan untuk menjaga higienitas pada anus guna mencegah infeksi setelah operasi.

Seluruh anjuran yang diberikan dokter usai operasi mesti sepenuhnya dijalankan. Jika tidak, atau apabila abses anus terlambat diobati, pasien berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi sebagai berikut ini.

  • Fistula ani, yaitu struktur anus yang menyatu dengan saluran lain.
  • Infeksi menyebar (sepsis).
  • Nyeri yang berkelanjutan.
  • Abses berulang.

Mengetahui hal tersebut, jangan lagi menganggap sepele keluhan patat sering sakit saat duduk. Hindari menduga-duga atau mencoba mengobati sendiri. Lebih baik segera periksakan ke dokter agar penanganan yang paling tepat bisa segera dilakukan. Dengan demikian, abses anus bisa sembuh sempurna dan komplikasinya bisa dihindari.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar