Sukses

Makanan yang Tak Boleh Ada dalam Menu Sarapan Anda

Sarapan menentukan performa Anda dalam beraktivitas seharian penuh. Namun, ada makanan yang tak boleh ada dalam menu sarapan Anda!

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin pernah mendengar bahwa sarapan pagi adalah hal terpenting untuk memulai hari. Menu sarapan yang baik mencakup serat, protein, dan lemak sehat. Komposisi ini memberikan Anda energi sekaligus perasaan kenyang lebih lama.

Sarapan dapat mengurangi kemungkinan Anda ngemil di sela-sela waktu makan besar. Efeknya, berat badan akan cenderung bertambah, dan tidak mudah naik.

Namun begitu, masih ada saja orang yang kerap melewatkan waktu sarapan atau mengonsumsi makanan tidak sehat di pagi hari.

Mengapa Sarapan Penting?

Pertanyaan di atas kerap dilontarkan sebagian orang yang enggan makan pagi karena berbagai alasan. Padahal, sarapan setiap pagi secara teratur cenderung mengalami peningkatan aktivitas fisik, profil diet yang lebih baik, dan keinginan konsumsi makanan ringan yang lebih rendah.

Sebaliknya, melewatkan sarapan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit, seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung; serta pemilihan kualitas makanan yang lebih rendah.

Sebuah studi kecil pada 2017 berkesimpulan bahwa sarapan dapat menjaga kesehatan metabolisme, meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak, dan juga melawan kondisi kronis seperti diabetes tipe 2. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lanjutan terkait hal ini.

Akan tetapi, bagaimana jika Anda merasa tidak lapar di pagi hari? Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kebiasaan ngemil Anda di malam hari. Cobalah untuk menghilangkan kudapan malam. Saat bangun di pagi hari, Anda akan merasa lapar dan terdorong untuk mengonsumsi sarapan. 

1 dari 2 halaman

Hindari Ini di Menu Sarapan

Hindari Ini di Menu Sarapanari beberapa makanan ini saat Anda sarapan.

Artikel lainnya: Menu Sarapan Rendah Kolesterol Yang Enak dan Mudah

  1. Makanan Tepung Olahan

Sebagian besar olahan tepung, seperti wafel, pancake, roti, gorengan, dan sandwich mengandung karbohidrat sederhana. Asupan ini akan membuat Anda kenyang sekejap atau fokus untuk sementara waktu.

Namun, mengonsumsi makanan-makanan ini akan menyebabkan terlalu banyak gula dalam darah Anda. Ini bisa mengurangi aliran darah dan asupan oksigen ke otak yang berguna dalam proses berpikir dan menjaga Anda tetap fokus.

  1. Sereal Tinggi Gula

Sereal yang tinggi karbohidrat, ataupun gula serta rendah serat akan menyebabkan gula darah melonjak secara tiba-tiba, lalu turun dengan cepat. Hal ini dapat menyebabkan lemas dan penurunan gairah di pagi hari. Para ahli gizi merekomendasikan untuk memilih sereal dengan setidaknya 3 gram serat per porsi.

Anda juga dapat meningkatkan serat dengan menambahkan beberapa jenis buah seperti beri, taburan biji gandum atau biji rami, atau irisan kacang almon pada sereal. Menu sarapan ini akan membuat komponen gizi Anda lebih beragam

  1. Minuman Kemasan

Banyak smoothies ataupun jus kemasan mengandung sangat sedikit buah dan sayuran asli. Minuman jenis ini justru sebagian besar terdiri dari gula dan sirup jagung dengan fruktosa yang tinggi.

Mengonsumsi minuman ini untuk mengawali hari Anda dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan risiko terkena hipertensi. Lebih baik, buat sendiri smoothies buah dan sayur di rumah. Anda bisa memasukkan buah-buahan dan sayuran segar serta mengatur sendiri penggunaan gula.

  1. Kopi dengan Tambahan Pemanis

Pilihan populer lainnya bagi orang yang kerap melewatkan sarapan adalah mengonsumsi kopi. Terlebih lagi, saat ini sudah banyak kopi yang dijual dalam berbagai kemasan, inovasi, dan penyajian.

Ada kopi yang menambahkan pemanis buatan, susu, hingga cream cheese. Menambahkan bahan-bahan ini justru dapat memberikan sejumlah karbohidrat atau gula dalam jumlah besar. Tentunya berakibat pada meningkatnya gula darah dalam tubuh.

Pemilihan menu sarapan setiap hari sangat penting untuk menunjang aktivitas Anda sepanjang hari. Itu sebabnya, hindari keempat menu di atas ya, agar beragam gangguan kesehatan tidak menghampiri Anda di kemudian hari.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar