Sukses

Kiat Agar Tak Deg-degan Saat Minum Kopi

Minum kopi terkadang membuat Anda merasa deg-degan. Adakah trik yang membuat hal tersebut tidak dirasakan? Tentunya, Anda ingin minum kopi dengan tenang, kan!

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagian orang, belum sempurna rasanya jika pagi hari tanpa minum kopi. Tapi ada pula yang justru anti kopi karena takut asam lambungnya naik. Bahkan, ada pula yang suka ngopi, tetapi muncul rasa deg-degan saat mengonsumsinyai. Lalu, adakah solusinya supaya tidak deg-degan?

Kenapa bisa deg-degan saat minum kopi?

Kopi merupakan minuman yang termasuk dalam golongan stimulan. Minuman stimulan adalah suatu jenis minuman yang dapat menstimulasi sistem kardiovaskular dan juga sistem saraf. 

Tidak heran setelah mengonsumsi kopi, Anda akan menjadi lebih terjaga dan juga menjadi lebih fokus.mKandungan kafein yang ada di dalam kopi dapat meningkatkan tekanan darah, denyut nadi, serta meningkatkan fungsi kognitif dalam jangka pendek. 

Dengan tekanan darah dan denyut nadi yang meningkat, seseorang yang mengonsumsi kopi menjadi terjaga dan berkurang rasa kantuknya. Kafein dalam kopi akan mulai terserap ke dalam tubuh setelah sekitar 20 menit dan efeknya akan berlangsung sekitar 4 hingga 6 jam. 

Bagi orang yang sudah terbiasa mengonsumsi kopi setiap hari, efek deg-degan yang dapat ditimbulkan menjadi berkurang. Bahkan, tidak jarang menjadi tidak terasa. Berbeda dengan orang yang jarang mengonsumsinyai, satu cangkir kopi saja sudah dapat menimbulkan efek deg-degan. Tidak jarang juga dapat membuatnya menjadi cemas. 

Dosis harian kafein yang dianjurkan adalah sekitar 200 mg, untuk wanita dan 300 mg untuk laki-laki. Bagi yang belum terbiasa, mengonsumsi kafein di atas dosis rekomendasi, dapat menyebabkan deg-degan. Lalu, apa yang bisa dilakukan agar efek tersebut tidak muncul?

1 dari 2 halaman

Agar tidak deg-degan saat minum kopi

Setelah tahu dosis normal mengonsumsi kopi pada tubuh, Anda pun perlu tahu trik selain membatasi dosis. Berikut cara agar Anda tak lagi deg-degan saat minum kopi.

  1. Kenali jenis kopi

Terdapat beberapa jenis kopi yang ada di pasaran, seperti espresso, americano, kopi susu, kopi instan, dan juga decaf. Di antara kelima jenis kopi tersebut, kopi jenis espresso yang memiliki kandungan kafein tertinggi. 

Dalam 40 ml kopi espresso, terdapat sekitar 250 mg hingga 300 mg kafein. Sedangkan dalam porsi yang lebih besar, yaitu sekitar 150 ml kopi Americano, terdapat jumlah yang hampir sama, yakni 200 m hingga 300 mg. 

Kopi susu berukuran 250 ml mengandung sekitar 85 mg hingga 150 mg kafein. Namun perlu diingat, saat ini banyak sekali jenis kopi susu yang beredar. Ditambah lagi, Ttrdapat banyak jenis campuran rasa.Maka dari itu kandungan kafeinnya mungkin dapat berubah. 

Lalu bagiamana dengan kopi instan? Kopi instan dalam bentuk kemasan mengandung sekitar 40 mg hingga 100 mg kafein. Terakhir, jumlah kafein terkecil ada pada jenis kopi decaf, yaitu hanya sekitar 2 atau 3 mg. 

  1. Pilihlah kopi jenis decaf

Seperti yang telah disebutkan di atas, kopi decaf mengandung jumlah kafein yang sangat rendah, yaitu hanya 2 atau 3 mg saja per sajiannya. Dengan dosis kafein yang rendah, maka rasa deg-degan pun bisa dihindari. Anda tetap dapat menikmati aroma dan rasa kopi. 

Sayangnya, jenis kopi ini belum cukup banyak diketahui oleh masyarakat. Jenis kopi ini sangat cocok bagi orang yang memiliki sensitivitas terhadap kafein yang tinggi.

Secara umum, kopi memang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan juga denyut nadi. Namun, hal ini tidak berhubungan dengan kelainan irama jantung. Walaupun demikian, perlu diperhatikan seberapa sensitif atau ketahanan Anda terhadap kafein. 

Jika Anda sudah mengetahuinya, maka Anda dapat menakar sendiri jumlah kafein yang dapat ditoleransi oleh tubuh. Ini agar tidak menimbulkan efek deg-degan saat minum kopi. Selamat menikmati ngopi!

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar