Sukses

Anak Berkebutuhan Khusus, Perlukah Diet Khusus?

Anak berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian lebih dari orangtua, salah satunya dari aspek nutrisinya. Perlukah diet khusus?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, pastinya paham betul bahwa memerlukan perhatian dan dukungan. Anak berkebutuhan khusus membutuhkan asuhan aspek dalam segala aspek kehidupan. Miisalnya, dalam perawatan diri rutin seperti mandi, makan, beraktivitas, hingga proses belajar baik formal (di sekolah) atau non formal (di rumah).

Selain itu, bentuk dari perhatian lebih juga bisa ditunjukkan dengan memenuhi kebutuhan gizi anak dengan kebutuhan khusus melalui dietnya. Lalu perlukah diet khusus bagi ABK?

Memahami anak berkebutuhan khusus

Anak berkebutuhan khusus (AKB) merupakan istilah yang saat ini digunakan oleh seluruh dunia untuk menggantikan istilah sebelumnya yaitu seperti anak luar biasa, atau anak cacat.

Menurut Heward, seorang ahli psikologi yang juga penulis buku, anak berkebutuhan khusus didefinisikan sebagai anak yang memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan anak lainnya. Tanpa selalu menunjukkan adanya ketidakmampuan, baik secara fisik, mental, ataupun emosional.

Artinya, anak berkebutuhan khusus tidak selalu anak yang memiliki keterbatasan kemampuan dibandingkan dengan individu pada umumnya. Namun, juga yang mempunyai kemampuan melebihi rata-rata.

Akan tetapi, memiliki keterbatasan ataupun mempunyai kelebihan, seorang anak berkebutuhan khusus tetap membutuhkan asuhan khusus, bahkan diet khusus pun diperlukan.

Diet khusus yang dijalani untuk anak berkebutuhan khusus pastinya mempunyai tujuan, karena setiap anak mempunyai kondisi kesehatan yang berbeda. Sebagai contoh, beberapa kondisi anak berkebutuhan khusus seperti autisme, sindrom down, lumpuh otak atau yang dikenal dengan cerebral palsy (CP), membutuhkan pola diet yang khusus.

Mengapa perlu diet khusus?

Menurut CDC, badan pusat dunia yang mengendalikan penyakit dan pencegahannya, anak berkebutuhan khusus baik secara fisik atau mental akan mengalami komplikasi kesehatan, salah satunya adalah obesitas.

Data mengatakan sekitar 20% anak berkebutuhan khusus mengalami obesitas. Tentunya hal ini membutuhkan tatalaksana lebih lanjut, salah satunya adalah dengan diet khusus.

Menurut penelitian yang dilansir pada Journal of Pediatrics, hampir 50% anak dengan sindrom down mengalami obesitas dikarenakan pilih-pilih makanan dan menurunnya aktivitas fisik.

Pilih-pilih makanan dengan tekstur atau rasa tertentu pada anak dengan sindrom down atau autisme. Ini biasanya mengakibatkan orang tua mengizinkan anak makan makanan cepat saji, minuman perisa dengan tinggi gula, atau apa pun asal anaknya mau makan, tanpa memperhatikan kandungan gizinya.

Dalam kondisi lain, anak dengan cerebral palsy mengalami ketegangan otot di seluruh tubuhnya. Hal tersebut mengakibatkan kesulitan dalam mengunyah dan menelan, sehingga diet dengan makanan cair perlu dipertimbangkan.

Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa anak berkebutuhan khusus membutuhkan diet khusus tergantung kondisi kesehatannya. Selain ketiga contoh di atas, masih banyak kondisi kesehatan pada anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan diet khusus.

Meskipun demikian, secara umum diet yang tepat untuk anak berkebutuhan khusus hampir sama dengan anak tanpa kebutuhan khusus. Hanya saja perlu modifikasi dari kandungan gizi, jumlah, atau konsistensi makanannya menyesuaikan kondisi masing-masing.

Kebutuhan nutrisi yang lengkap dan seimbang sesuai dengan usia anak seperti karbohidrat, protein, lemak, serat, mineral, vitamin, dan air tetap yang utama. Sesuai dengan istilahnya, anak berkebutuhan khusus juga membutuhkan perhatian khusus, termasuk dari segi nutrisi dan dietnya.

Dengan diet yang diperuntukkan khusus sesuai kebutuhan anak Anda, diharapkan pertumbuhan dan perkembangannya tetap dapat tumbuh optimal. Selain itu, setiap kondisi anak berkebutuhan khusus tentu berbeda.

Ini perlu juga dilakukan modifikasi pada dietnya agar risiko dapat dicegah. Jangan sungkan bawa anak Anda ke dokter spesialis anak atau gizi untuk dievaluasi kondisinya secara menyeluruh dan mendapatkan diet khusus yang sesuai.

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar