Sukses

Ini Pertolongan Pertama untuk Atasi Mual dan Muntah

Mual dan muntah sering kali datang tanpa diduga. Bagaimana cara mengatasinya? Adakah pertolongan pertama untuk atasi mual dan muntah? Simak di sini.

Masih banyak orang yang tidak tahu pertolongan pertama untuk atasi mual dan muntah. Mual merupakan rasa tidak nyaman dari perut yang sering kali mengawali terjadinya muntah. Sementara muntah adalah suatu pengosongan perut secara sukarela dan penuh kekuatan dari isi perut lewat mulut.

1 dari 3 halaman

Sekilas tentang Mual dan Muntah

Mual dalam beberapa kasus tidak selalu diikuti muntah. Terkadang, Anda hanya merasa mual, tanpa diiringi muntah. Namun, bisa juga, mual hilang segera setelah muntah.

Yang perlu dipahami, mual dan muntah bukanlah suatu penyakit. Sebenarnya, kedua hal tersebut adalah gejala dari berbagai macam kondisi, seperti:

  1. Mabuk darat maupun laut.
  2. Tanda dari trimester awal suatu kehamilan. Mual dapat terjadi pada 50-90% kasus kehamilan, sementara muntah pada 25%-55% kasus kehamilan. 
  3. Muntah yang diakibatkan oleh efek samping obat tertentu.
  4. Nyeri yang hebat.
  5. Penyakit pada kandung empedu.
  6. Keracunan makanan.
  7. Infeksi, seperti “flu perut”.
  8. Reaksi terhadap beberapa bau tertentu.

Artikel lainnya: 3 Cara Mudah Mengatasi Mual

Bahkan, mual dan muntah dapat terjadi akibat beberapa kondisi penyakit. Misalnya, serangan jantung, cedera otak ringan hingga berat, luka pada lambung, kanker, bulimia, gastroparesis atau pengosongan lambung yang terjadi secara lambat, konsumsi toksin atau alkohol secara berlebihan, serta radang usus buntu.

2 dari 3 halaman

Cara Atasi Mual dan Muntah

Jika Anda ingin mengetahui cara atasi mual dan muntah, simak cara-cara berikut ini.

1. Pertolongan Pertama saat Merasa Mual

Saat merasa mual, lakukan beberapa hal ini untuk mengatasinya:

  • Cobalah minum air putih atau minuman dingin sedikit demi sedikit.
  • Jika penderita tidak muntah kembali, berikan makanan ringan yang tidak memiliki banyak rasa, seperti roti tawar dan biskuit.
  • Makan perlahan dan dalam porsi kecil, lebih sering.
  • Hindari banyak aktivitas setelah makan.
  • Hindari makanan yang digoreng, berminyak, atau manis.

Artikel lainnya: Mual setelah Olahraga, Bagaimana Cara Mencegah dan Mengatasinya?

2. Pertolongan Cara Mengatasi Muntah

Jika merasa muntah, beberapa pertolongan pertama ini bisa membantu Anda:

  • Mirip dengan cara mengatasi mual, Anda bisa konsumsi air putih, minuman yang mengandung elektrolit, atau minuman bening lainnya, seperti air kelapa, ketika muntah.
  • Hindari memberikan makanan padat hingga muntah berhenti.
  • Ketika penderita sudah dapat mencerna makanan, berikan sedikit demi sedikit asupan yang terdiri dari pisang, nasi, dan roti tawar.
  • Jika muntah terjadi berkali-kali selama lebih dari 24 jam, penderita berisiko mengalami dehidrasi. Untuk mencegahnya, penderita harus minum oralit untuk menggantikan elektrolit yang hilang.

Selain oralit, kuah sup yang mengandung gula dan garam juga bisa membantu menggantikan cairan dan elektrolit.

  • Untuk mencegah cairan dan makanan dari lambung kembali lagi ke tenggorokan atau mulut, sebaiknya penderita berada dalam posisi duduk saat mual dan muntah. Jika ingin berbaring, ganjal kepala dengan dua bantal sehingga posisi kepala lebih tinggi dari perut dan tungkai.

3. Pertolongan Darurat oleh Tenaga Medis

Dalam beberapa kasus, mual dan muntah menjadi hal yang serius dan perlu ditangani oleh dokter dan bantuan medis jika terdapat beberapa keluhan lainnya. Jika mual muntah disertai dengan salah satu dari gejala berikut ini, Anda perlu segera mencari pertolongan medis:

  • Nyeri pada perut bagian tengah maupun kanan bawah.
  • Nyeri kepala atau leher yang terasa tegang disertai sensitivitas berlebih terhadap cahaya terang.
  • Memuntahkan darah atau buang air besar berwarna hitam.
  • Penderita merasa kebingungan atau tampak adanya penurunan kesadaran.
  • Memuntahkan cairan maupun makanan padat selama lebih dari 24 jam.
  • Terdapat demam yang disertai dengan nyeri perut.
  • Terdapat tanda-tanda dehidrasi (mata cekung, warna air seni semakin gelap, rasa lelah berlebihan, rasa haus menghilang, air mata habis dan tidak dapat keluar kembali saat menangis terutama pada anak).
  • Tidak dapat meminum obat yang biasa diminum karena apa pun yang diusahakan untuk dicerna akan dimuntahkan kembali.

Pada kondisi yang berat, penderita akan melakukan beberapa macam tes, seperti pemeriksaan darah lengkap dan elektrolit, maupun pemeriksaan penunjang (seperti rontgen, CT scan, atau MRI) untuk menentukan penyebab dari mual dan muntah. Tergantung dari sebabnya, pengobatan dapat meliputi cairan infus serta obat-obatan.

Kini, Anda tahu pertolongan pertama atasi mual dan muntah. Bila setelah hal-hal tersebut dilakukan mual atau muntah masih terjadi dan atau disertai gejala yang berat, segera cari pertolongan medis. Jangan ketinggalan info kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar