Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sering Dianggap Jorok, Ini Fakta Unik tentang Upil dan Ingus

Sering Dianggap Jorok, Ini Fakta Unik tentang Upil dan Ingus

Tak banyak yang tahu soal fakta upil dan ingus. Keduanya hanya dianggap jorok. Padahal, baik upil maupun ingus, keduanya punya peran penting bagi tubuh.

Bicara soal fakta upil si kotoran hidung dan fakta tentang ingus, mungkin Anda langsung memasang ekspresi jijik. Pasalnya, selama ini, kita selalu membuang dua hal tersebut agar hidung kita nyaman.

Kendati demikian, perlu diketahui bahwa ingus dan upil memiliki manfaatnya masing-masing bagi tubuh. Dan manfaatnya pun tak sepele, sebab fungsi kotoran hidung bisa memberitahukan tentang kondisi Anda sebenarnya.

Supaya Anda tidak penasaran lagi dengan sejumlah fakta menarik tentang ingus dan fakta tentang upil, berikut di bawah ini akan dijelaskan mengenai hal tersebut.

1 dari 2 halaman

Fakta Unik tentang Upil dan Ingus

Terbentuknya upil atau kotoran hidung serta ingus berkaitan dengan sistem imunitas tubuh seseorang. Upil itu sendiri juga tercipta dari ingus yang mengering kering.

Makin lama ia berada di hidung Anda, makin kering pula kotoran tersebut. Adapun fakta menarik tentang upil dan ingus lainnya yang perlu diketahui, antara lain:

Artikel Lainnya: Anda Hobi Mengupil? Ini Bahayanya!

  • Sebagai Sistem Pertahanan Tubuh

Banyak yang mengatakan bahwa upil merupakan kotoran yang tidak memiliki manfaat dan harus segera dibuang ketika berkumpul di dalam hidung.

Namun, tahukah Anda bahwa upil sebetulnya hasil dari pengeringan lendir hidung (mukus)?

Lendir hidung merupakan sebuah mekanisme pertahanan tubuh untuk menyaring partikel asing yang mengancam kesehatan. 

Saat Anda bernapas, akan ada proses masuknya partikel asing seperti debu ke dalam hidung.

Jika tidak ada upil dan bulu hidung, maka debu itu bisa langsung masuk ke dalam saluran pernapasan dan menyebabkan sesak di bagian dada. 

Dengan adanya upil, debu yang masuk akan tersaring dan tersangkut. Sehingga, saluran napas terbebas dari partikel asing yang berbahaya.

  • Bukan Sepenuhnya Tanda Infeksi

Upil dan lendir akan tetap ada meski tubuh berada di dalam kondisi paling sehat. Hanya saja, jumlah lendir yang keluar saat Anda sakit memang akan lebih banyak, sehingga upil tampak lebih menumpuk.

Artikel Lainnya: 5 Kebiasaan Buruk yang Membahayakan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan

Lendir hidung umumnya diproduksi untuk lubrikasi rongga hidung. Bagi orang sehat, jumlah lendir tidak akan melebihi daya tampung rongga hidung.

Namun, jika terjadi peradangan yang melibatkan hidung, produksi lendir bisa makin banyak sehingga akan keluar dari rongga hidung.

Jika jumlah lendir yang keluar dari hidung terlalu banyak, sebaiknya minum obat flu atau obat lain sesuai dengan diagnosis penyakit.

  • Berpotensi Mengandung Gizi

Agak mengagetkan, fakta tentang ingus dan upil selanjutnya adalah keduanya mengandung gizi.

Sebanyak 90 persen komponen ingus adalah air. Dalam cairan itu terdapat banyak sekali lemak, garam, protein bahkan berbagai sel imun.

Ada pula kandungan yang bernama mucin, yaitu protein yang dilapisi kandungan gula. Mucin inilah yang memberikan rasa licin pada ingus sekaligus sensasi lengket. Mucin juga berperan sebagai pelindung melawan mikroba.

Namun, Anda tetap disarankan untuk tidak makan upil. Bagaimanapun juga, upil sendiri mengandung partikel asing, seperti debu dan bakteri yang bisa membuat tubuh terserang penyakit.

Artikel Lainnya: Cara Atasi Hidung Mampet Tidak Kunjung Sembuh Akibat Flu

  • Bukan Pencetus Mimisan

Upil tidak menyebabkan mimisan. Namun, jika Anda mengeluarkan upil dengan terlalu keras atau dengan paksaan, jelas saja hal tersebut bisa menyebabkan luka di lapisan dalam dan menyebabkan mimisan.

Bila Anda membersihkan upil dengan cara yang tepat, mimisan tidak akan terjadi. Kalau memang terluka karena gesekan, darah yang keluar biasanya sedikit.

  • Beda Warna Ingus, Beda Artinya bagi Tubuh

Fakta menarik tentang ingus yang satu ini tak boleh dilewatkan. Itu karena, warna ingus terbukti mencerminkan kondisi kesehatan Anda. Beda warna ingus, beda pula kondisi kesehatannya.

Ingus berwarna kehijauan menandakan tubuh sedang terserang infeksi virus atau bakteri. Warna kecoklatan sekaligus lengket menandakan adanya infeksi jamur di hidung.

Warna merah atau pink menandakan ada kerusakan pada pembuluh darah bagian dalam hidung. Sementara ingus yang hitam menandakan adanya infeksi sinus kronis atau jamur akibat polusi udara dan asap.

Artikel Lainnya: Polip Hidung Kambuh, Apa Penyebab dan Bagaimana Mengatasinya?

  • Ingus Bisa Masuk ke Telinga Jika Dikeluarkan Terlalu Kencang

Ketika pilek menyerang dan hidung tersumbat, keinginan untuk mengeluarkan ingus dari hidung memang sangat kuat.

Tapi, kebiasaan ini ternyata tidak baik dilakukan sering-sering. Saat mengeluarkan ingus, kadang-kadang tekanannya terlalu kuat sehingga ingus justru masuk ke telinga.

Risiko ingus masuk ke telinga tidak bisa diremehkan, sebab bisa memicu otitis media efusi yang bisa memicu gangguan pendengaran.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk tidak terlalu kuat saat mengeluarkan ingus. Pelan-pelan saja agar tidak mendorong ingus masuk ke telinga, atau bahkan merusak telinga secara langsung lewat tekanannya yang terlalu kuat.

  • Ingus yang Tebal Bisa Jadi Indikasi Dehidrasi

Ada beberapa faktor yang menyebabkan ingus Anda tebal, salah satunya berkurangnya cairan dalam hidung akibat dehidrasi.

Dehidrasi membuat tubuh secara otomatis mencari asupan cairan dari tempat lain dan di antaranya adalah cairan dari ingus.

Hal serupa juga dapat terjadi jika Anda sering berada di dalam ruangan berkondisi kering, seperti ruangan ber-AC.

Itu dia sederet fakta tentang ingus dan fakta upil si kotoran hidung. Meski Anda sudah mengerti bahwa kehadiran keduanya bukanlah tanpa fungsi, tetapi upil tetap perlu dibersihkan secara berkala. Karena kalau menumpuk sampai berkerak, bisa menyebabkan peradangan!

Masih punya pertanyaan seputar kesehatan hidung ataupun kondisi medis lainnya? Jangan sungkan untuk tanyakan langsung pada kami melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(AM/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar