Sukses

Penyebab Kebotakan di Usia Muda dan Solusinya

Kebotakan di usia muda bisa menjadi gejala dari suatu gangguan kesehatan. Kenali dan atasi sebelum menyebabkan masalah pada penampilan!

Klikdokter.com, Jakarta Rambut rontok bisa saja Anda alami, baik saat keramas maupun menyisir. Rontok sedikit mungkin bukan apa-apa. Namun apabila kerontokan sangat parah, Anda pasti akan mengalami masalah. Malahan, kerontokan yang Anda alami bisa saja menjadi penyebab kebotakan di usia muda.

Kebotakan atau dalam medis disebut alopesia. Alopesia adalah gangguan pertumbuhan rambut yang sering ditemukan pada orang dewasa muda. Kondisi ini umumnya dialami pria, meski tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada wanita di segala usia.

Menurut dr. Sara Elise Wijono dari KlikDokter, kebotakan di usia muda bisa disebabkan oleh dua faktor. Pertama, perubahan pada hormon pria (androgen) dan yang kedua kondisi genetik. 

“Pada kondisi awal, rambut yang rontok akan terlihat seperti pola huruf M. Jika kerontokan terus berlanjut, pola akan membentuk huruf U yang dimulai dari dahi dan akan terlihat semakin lebar jika tidak segera ditangani,” ujar dr. Sara.

Adapun kondisi lain yang juga bisa menjadi penyebab kebotakan di usia muda, yaitu gangguan tiroid, diabetes melitus, lupus, rheumatoid arthritis (rematik), atopi (alergi, asma atau eksim), dan gangguan psikologis seperti depresi, cemas, stres atau paranoid. 

Cara mengatasi kebotakan di usia muda 

Sebagian kasus kebotakan di usia muda bisa teratasi dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. Namun sebagian kasus lain memerlukan bantuan medis untuk mengatasinya.

Dijelaskan dr. Sara, berikut adalah metode pengobatan medis yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi kebotakan di usia muda:

  1. Suntikan kortikosteroid

Suntikan kortikosteroid merupakan terapi utama yang diberikan pada pasien kebotakan di usia muda. Secara umum, suntikan kortikosteroid bisa membantu pertumbuhan rambut dalam empat hingga enam minggu setelah prosedur dilakukan.

“Pasien dengan kebotakan yang sudah meluas dan terjadi dalam jangka waktu lama mungkin perlu waktu lebih dari itu agar rambut bisa kembali tumbuh setelah prosedur penyuntikan. Perlu kesabaran yang ekstra untuk mengatasi masalah ini,” kata dr. Sara. 

  1. Terapi minoxidil 

Minoxidil merupakan jenis obat yang sebenarnya ditujukan untuk pasien hipertensi. Namun siapa sangka, obat ini juga bisa digunakan untuk membantu mengatasi kerontokan rambut.

Minoxidil topikal diteteskan ke bagian rambut yang mengalami kebotakan sebanyak dua kali sehari. Efek pertumbuhan rambut akan muncul dalam 12 minggu setelah penggunaan rutin. Baca aturan pakai agar tidak menimbulkan efek samping berupa iritasi atau kulit kemerahan.

  1. Transplantasi rambut 

Transplantasi rambut merupakan metode pembedahan yang bertujuan untuk menanam rambut di kulit kepala yang mengalami kebotakan. Meski terbilang cukup mahal dan prosesnya sedikit menyakitkan, terapi ini cukup sering dilakukan dan hasil yang didapat pun sangat memuaskan. 

  1. Imunoterapi topikal substansi 

Obat ini diberikan pada kulit yang terkena alopesia dengan tujuan menimbulkan reaksi mirip alergi dan memicu pertumbuhan rambut. Pada minggu ke-12 hingga 24 setelah penggunaan teratur dan sesuai dosis, pertumbuhan rambut baru akan tampak.

Kebotakan di usia muda bisa sangat mengganggu penampilan, bahkan mampu menurunkan rasa percaya diri hingga kualitas hidup orang yang mengalaminya. Oleh karena itu, jika saat ini rambut Anda masih baik-baik saja, cobalah untuk menghindari penggunaan produk penata rambut terlalu sering. 

Jangan lupa juga untuk keramas menggunakan sampo yang sesuai secara rutin, dan konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang setiap hari. Dengan ini, bukan tidak mungkin Anda akan terhindar dari penyebab kebotakan di usia muda sehingga bisa terus bahagia dengan penampilan rambut yang sehat dan memesona.

(NB/RPA)

2 Komentar

  • SetyoriniWidya K

    rambut botak tidak ada tumbuh rambut gimana ????

  • Aqua Terra

    saya mau nanya solusi ke dua, terapi obatnya beli diapotik umum? 1. penetesan dilakukan setelah atau sebelum mandi? 2. habis ditetes apakah perlu dipijat atau langsung dikeringkan?