Sukses

Bersih-Bersih Rumah Efektif Jaga Kesehatan Mental?

Sangat bermanfaat sekali kalau rumah bersih. Tapi, benarkah aktivitas bersih-bersih rumah juga bagus untuk menjaga kesehatan mental?

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda terhitung rajin atau justru malas membersihkan rumah? Kalau Anda termasuk yang rajin, itu bagus. Nah, kalau Anda malas bersih-bersih rumah, Anda rugi. Pasalnya, bersih-bersih rumah diklaim efektif untuk menjaga kesehatan mental.

Mengapa membersihkan rumah penting?

Rumah adalah tempat seluruh anggota keluarga berkumpul setelah seharian beraktivitas di luar. Tanpa disadari, kuman dari luar akan terbawa masuk ke dalam rumah. Karena itulah, menurut dr. Seruni Mentari Putri dari KlikDokter, rumah wajib dibersihkan agar tidak menjadi sarang penyakit.

"Membersihkan rumah diperlukan supaya rumah tidak menjadi sarang kuman, debu, parasit yang dapat memicu penyakit. Misalnya debu, nah debu ini bisa memicu alergi pada orang yang sensitif atau orang yang cenderung punya asma dan kulitnya cenderung merah-merah serta gatal-gatal," ujar dr. Seruni.

"Selain debu, membersihkan rumah itu penting dilakukan untuk membersihkan setiap sudutnya dari kuman. Bayangkan saja, kalau kuman banyak dan hinggap di tangan, lalu Anda makan. Hal itu bisa mengakibatkan infeksi saluran pencernaan, diare, dan lainnya," dia melanjutkan.

Ya, membersihkan rumah memang sangat diperlukan. Tak hanya kegiatan membersihkan yang bersifat harian, Anda juga perlu melakukan bersih-bersih yang skalanya besar. Menurut dr. Seruni pembersihan rumah secara besar-besaran bisa dilakukan 1 minggu atau 2 minggu sekali.

Bersih-bersih rumah efektif jaga kesehatan mental?

Selama ini, aktivitas bersih-bersih rumah lekat dengan manfaat untuk kesehatan fisik Anda. Lantas, bagaimana sebenarnya itu dapat memengaruhi Anda secara mental?

Sebuah studi pada 2010 yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Personality and Social Psychology Bulletin mengungkapkan bahwa wanita yang rumahnya bersih dan tidak berantakan ternyata punya hormon stres, yaitu kortisol, yang lebih rendah.

Peneliti menggunakan perangkat lunak analisis linguistik untuk mengukur cara 60 orang membersihkan rumah mereka. Hasilnya, wanita yang menggambarkan rumah mereka "berantakan" lebih cenderung mengalami depresi dan kelelahan daripada wanita yang menggambarkan rumah mereka sebagai "tenang" dan "memulihkan."

Sementara itu, pada 2011, para peneliti di Universitas Princeton menemukan bahwa rumah yang kotor atau berantakan dapat membuat seseorang lebih sulit fokus pada tugas-tugas tertentu. 

Bahkan, mengutip dari Verywellmind, bersih-bersih rumah juga bisa membuat Anda keluar dari masalah stres. Melihat rumah yang memiliki tumpukan kertas di setiap sudut, tumpukan cucian, dan barang-barang acak yang berserakan di lantai terasa menyebalkan dan ujung-ujungnya bisa membuat Anda stres.

Setelah sesi bersih-bersih rumah berakhir, Anda akan merasa lega dan puas karena setiap sudut terasa bersih dan rapi. Tindakan membersihkan rumah bisa menjadi teknik manajemen stres itu sendiri. Jika Anda memasukkan perhatian ke dalam pembersihan Anda, pekerjaan itu bisa menjadi bentuk meditasi, membuat Anda lebih santai setelah selesai.

Satu lagi mengapa bersih-bersih rumah bisa membantu mental Anda adalah karena alasan beres-beres rumah adalah bentuk olahraga juga. Tindakan membersihkan rumah, jika dilakukan dengan benar, dapat membawa manfaat tambahan untuk membuat Anda sedikit berolahraga ekstra. Seperti Anda tahu, olahraga sendiri adalah salah satu cara untuk menghalau stres. 

Berlari naik turun tangga, membawa barang-barang dari kamar ke kamar, dan menggosok jendela dan lantai dapat membakar kalori dan melepaskan endorfin, senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang.

Jadi, tak hanya membuat fisik tetap aktif, kegiatan bersih-bersih rumah juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental. Jadi mulai sekarang, jadwalkan aktivitas bersih-bersih rumah secara menyeluruh demi terhindar dari masalah mental yang buruk. Anda bisa membagi tugas dan melibatkan seluruh anggota keluarga agar terasa lebih menyenangkan.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar