Sukses

Metode Diet Hipnoterapi ala Dewi Hughes, Efektifkah?

Presenter Dewi Hughes dikabarkan berhasil menurunkan berat badannya hingga 80 kg lewat diet hipnoterapi. Bagaimana fakta medisnya?

Klikdokter.com, Jakarta Banyak cara untuk bisa mendapatkan berat badan ideal, salah satunya adalah dengan kombinasi metode hipnoterapi. Dewi Hughes misalnya, ia dikabarkan memangkas bobot tubuhnya hingga 80 kg lewat diet dengan hipnoterapi. Dari segi medis, bagaimana efektivitasnya?

Dari KlikDokter, dr. Seruni Mentari Putri mencoba menjawabnya. Ia menyebut bahwa hipnoterapi adalah jenis terapi yang dilakukan dengan melakukan hipnosis, dengan tujuan untuk mengubah kesadaran seseorang.

“Terapi ini menuntut seseorang menciptakan konsentrasi tinggi mengenai fokus yang sedang ingin dicapai. Dalam kasus seperti Dewi Hughes, fokus yang ingin dicapai adalah untuk menurunkan berat badan,” kata dr. Seruni.

“Dengan melakukan hipnosis, terapis bisa menanamkan sugesti kepada pasien dan membuatnya tersadar bahwa ia memiliki berat badan yang berlebih, sehingga pasien akan lebih termotivasi untuk menurunkan berat badan hingga menyentuh angka ideal,” lanjutnya.

Cara kerja hipnoterapi dalam menurunkan berat badan

Karena menggunakan teknik hipnosis, biasanya pasien akan diminta untuk duduk atau berbaring relaks. Selanjutnya, terapis akan memberikan sugesti tentang gambaran mengenai penurunan berat badan yang penting untuk dilakukan oleh pasien.

Misalnya, jika pasien cenderung makanan berlebihan saat sedang sedih atau stres atau menggemari junk food, maka terapis akan menanamkan sugesti bahwa tindakan tersebut akan membuat berat badan pasien makin melonjak dan dapat berujung pada obesitas.

“Sebenarnya inti dari hipnosis adalah tentang pengendalian pikiran yang dilakukan untuk melakukan perubahan menuju cara hidup yang lebih baik. Keadaan yang tenang dan membuat nyaman bisa buat pasien terhindar dari stres dan meningkatkan kemampuan dalam melakukan pola hidup lebih baik, termasuk mengatur pola makan,” jelas dr. Seruni.

Namun, perlu diingat bahwa hipnoterapi untuk diet ini tidak akan efektif tanpa adanya dukungan dari pola makan dan aktivitas fisik, yang merupakan kunci terpenting penurunan berat badan.

Efektivitas hipnoterapi dalam membantu menurunkan berat badan

Ada sebuah uji coba terkontrol yang dipublikasikan dalam “International Journal of Obesity” tahun 1998 yang mencoba menguji penggunaan hipnoterapi untuk menurunkan berat badan pada orang-orang dengan kondisi obstructive sleep apnea.

Studi tersebut meneliti dua bentuk spesifik hipnoterapi vs saran diet sederhana untuk menurunkan berat badan dan sleep apnea. Semua 60 partisipan berhasil memangkas 2-3 persen berat badannya dalam 3 bulan.

Setelah dipantau selama 18 bulan, grup yang mendapatkan hipnoterapi berhasil mengurangi berat badan rata-rata 3,6 kg. Para peneliti menyimpulkan bahwa meski penurunan berat badan tidak signifikan, tetapi hipnoterapi layak untuk terus diteliti sebagai salah satu pengobatan penunjang untuk obesitas.

Sebuah analisis yang mencakup hipnoterapi (spesifiknya adalah terapi perilaku kognitif atau CBT) untuk menurunkan berat badan menunjukkan bahwa cara tersebut menyebabkan penurunan berat badan dibandingkan dengan grup yang diberikan plasebo. Studi yang diterbitkan dalam “International Journal of Obesity” tahun 2005 ini menyimpulkan bahwa meski ada kemungkinan hipnoterapi dapat meningkatkan penurunan berat badan, tetapi belum ada penelitian dengan hasil yang meyakinkan.

Faktanya memang belum banyak penelitian yang mendukung hipnosis untuk tujuan menurunkan berat badan, yang bisa banyak Anda temukan adalah hipnoterapi sebagai kombinasi diet, olahraga, atau konseling.

Efek penerimaan hipnoterapi bisa berbeda-beda pada tiap orang

Kegunaan utama hipnosis adalah bahwa metode tersebut dapat memungkinan seseorang memasuki kondisi pikiran yang lebih terbuka pada sugesti, untuk mengubah kebiasaan tertentu. Meski bisa efektif pada sebagian orang, tetapi tidak untuk sebagian lainnya.

Studi dalam jurnal “Neuropsychiatric Disease and Treatment” tahun 2017 menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin lebih responsif pada efek hipnosis dan mendapatkan manfaatnya. Sebagai contoh, beberapa orang dengan kepribadian tidak mementingkan diri sendiri (selflessness) dan terbuka membuat mereka lebih “mempan” menerima hipnosis.

Selain itu, studi di jurnal “American Journal of Clinical Hypnosis” tahun 2007 menyebut bahwa tingkat penerimaan hipnosis meningkat setelah usia 40 tahun dan wanita ditemukan lebih reseptif.

Demikian fakta medis seputar diet dengan metode hipnoterapi seperti yang diterapkan oleh Dewi Hughes. Namun perlu diingat, hipnoterapi bukanlah terapi utama, dan akan tidak tidak efektif jika tanpa diimbangi pengaturan pola makan yang tepat dan olahraga teratur. Apabila Anda kesulitan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli gizi dan/atau instruktur olahraga.

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar