Sukses

Anak Suka Melawan, Adakah Hubungannya dengan ODD?

Apakah anak Anda suka melawan? Bisa jadi perilakunya itu berhubungan dengan ODD. Kenali gangguan perilaku tersebut di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Anda memiliki anak atau remaja yang suka melawan atau marah-marah? Jangan keburu langsung memarahinya. Pasalnya, ada kemungkinan perilakunya tersebut berhubungan dengan oppositional defiant disorder (ODD).

ODD, saat anak suka melawan

ODD adalah salah satu jenis dari kelainan perilaku yang biasanya terdiagnosis pada masa kanak-kanak. Tak hanya suka melawan dan marah-marah, anak dengan ODD biasanya tidak kooperatif, suka menentang, dan sering bermusuhan dengan teman, orang tua, guru, atau orang dengan otoritas lainnya.

Diperkirakan, gangguan perilaku ini terjadi pada sekitar 2-16 persen anak usia sekolah dan remaja. ODD biasanya muncul pada usia 8 tahun.

Penyebab ODD

Hingga kini, para peneliti belum dapat menyimpulkan apa yang menyebabkan gangguan ini pada anak. Akan tetapi, ada dua teori yang diajukan terkait alasan ODD dapat terjadi.

Yang pertama adalah teori perkembangan. Teori ini menyimpulkan bahwa masalah dimulai pada masa balita. Anak dan remaja dengan ODD diduga bermasalah untuk belajar menjadi mandiri dari orang tua atau orang lain yang dekat dengan mereka secara emosional. Perilaku mereka mungkin suatu masalah perkembangan normal yang berlangsung saat masa balita.

Sementara itu, teori kedua adalah teori belajar yang menyimpulkan bahwa gejala negatif ODD merupakan perilaku yang dipelajari. Mereka meniru efek negatif dari pembelajaran yang diberikan orang tua atau orang yang berkuasa lainnya, sehingga meningkatkan perilaku ODD mereka. Karena perilaku ini, mereka bisa mendapatkan apa yang mereka mau, yaitu perhatian dan reaksi dari orang tua atau orang lain di sekitarnya.

1 dari 2 halaman

Gejala ODD pada anak dan remaja

Sebagian besar gejala pada anak dan remaja dengan ODD terlihat juga pada anak tanpa ODD. Gejala ini biasanya terjadi pada masa balita dan remaja ketika mereka biasa tidak mematuhi, berdebat dengan orang tua, atau melanggar otoritas.

Mereka biasanya bertingkah seperti ini saat lelah, lapar, atau kesal. Akan tetapi, pada anak dengan ODD, gejala ini terjadi lebih sering dan juga mengganggu proses belajar dan adaptasi di sekolah. Pada beberapa kasus, gejala ini juga mengganggu hubungan mereka dengan orang lain.

Beberapa gejala ODD adalah sering mengalami ledakan amarah, banyak berdebat dengan orang dewasa, menolak untuk melakukan apa yang orang dewasa minta, selalu mempertanyakan peraturan, dan menolak untuk mematuhi peraturan.

Mereka juga melakukan sesuatu yang mengganggu atau membuat kesal orang lain, menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri, mudah dibuat kesal oleh orang lain, sering menjadi marah, berbicara kasar dan tidak baik, serta menjadi pendendam.

Apabila merasa anak memiliki gejala-gejala ODD di atas, Anda bisa berkonsultasi dengan psikiater anak agar perilaku tersebut bisa ditangani lebih awal dan mencegah timbulnya masalah di masa depan. Masalah yang dimaksud misalnya kesulitan berinteraksi dengan orang lain dan membangun hubungan baik.

Nantinya, psikiater akan bertanya kepada orang tua mengenai perilaku sang anak, mengobservasi anak, dan mungkin membutuhkan tes kesehatan mental.

Tips mencegah ODD pada anak

Walaupun para peneliti tidak mengetahui apa penyebab ODD, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Anak-anak membutuhkan program yang mengajarkan tentang keterampilan sosial dan bagaimana cara mengatasi rasa marah. 

Pada remaja, terapi berbicara (psikoterapi), belajar keterampilan sosial, dan mendapat bimbingan tugas sekolah dapat membantu masalah perilaku ini. Program dari sekolah untuk memberantas perilaku bullying atau perundungan dan meningkatkan hubungan antar teman juga dapat membantu.

Di sisi lain, program pelatihan pada orang tua juga diperlukan. Orang tua dan orang dewasa lain di sekitar anak dengan ODD perlu dilatih agar dapat mengelola perilaku anak-anak mereka.

Anak dan remaja yang suka melawan memang bisa berhubungan dengan ODD, yang mana adalah salah satu gejalanya. Karena itu, apabila ada gejala-gejala yang disebutkan di atas pada anak, sebaiknya segera bawa anak bertemu psikiater. Semakin cepat perawatan ODD dimulai, hasilnya akan semakin baik.

[HNS/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar