Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Gejala Kesehatan yang Muncul Ketika Tubuh Mengalami Stres

Gejala Kesehatan yang Muncul Ketika Tubuh Mengalami Stres

Saat pikiran sedang stres, kondisi fisik dapat terpengaruh. Yuk, kenali gejala kesehatan saat tubuh mengalami stres.

Klikdokter.com, Jakarta Hampir semua orang mungkin pernah setidaknya satu kali mengalami stres dalam hidupnya. Misalnya, saat mendisiplinkan anak, tekanan di tempat kerja, atau saat mengelola keuangan. Meski stres ada yang sifatnya ringan-ringan saja, ada pula stres yang berdampak lebih berat pada kondisi fisik Anda. Karena itu, waspadai gejala-gejala kesehatan ini saat Anda sedang stres.

Dikutip dari WebMD, stres adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang dinilai berbahaya dan mengancam seseorang. Saat merasa terancam, terjadi reaksi kimia di dalam tubuh yang memungkinkan Anda bereaksi untuk mencegah cedera. 

Reaksi ini dikenal sebagai "fight-or-flight," atau disebut juga respons stres. Selama respons stres terjadi, detak jantung akan meningkat, otot mengencang, dan tekanan darah akan naik. Itulah sebabnya, saat pikiran sedang mengalami stres, kondisi fisik dapat terpengaruh, bahkan menunjukkan gejala kesehatan tertentu.

Waspadai kondisi kesehatan ini

Jadi, kondisi kesehatan apa saja yang menjadi gejala Anda mengalami stres? Dijelaskan oleh dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, ada lima kondisi kesehatan yang menjadi gejala Anda mengalami stres. Apa saja? 

  • Sakit kepala berlebihan

Jika Anda mengalami sakit kepala secara tiba-tiba dan intensitasnya semakin parah, ini bisa menjadi tanda Anda sedang mengalami stres. Ini karena stres bisa melepaskan zat yang bisa menyebabkan perubahan pada saraf dan pembuluh darah di otak, yang berdampak pada sakit kepala. 

Sakit kepala juga akan semakin terasa parah jika Anda mengalami keluhan migrain atau vertigo. Karena itu, tenangkan diri atau pejamkan mata sejenak jika Anda mengalami sakit kepala karena stres. 

  • Muncul bintik dan bentol merah pada area tubuh tertentu 

Bentol merah tidak melulu disebabkan oleh gigitan nyamuk, tapi juga karena stres yang Anda alami. 

“Jika tiba-tiba kulit ‘dihiasi’ bentol dan bintik merah yang gatal, bisa jadi ini gejala stres. Ketika stres, sistem kekebalan tubuh akan menurun. Tubuh pun secara perlahan melepaskan kandungan histamin untuk melawan penyakit. Apabila stres ini tidak hilang, Anda bisa mengembangkan reaksi alergi pada kondisi apa pun yang membuat tubuh jadi gatal-gatal,” ujar dr. Dyan.

Ketika sistem kekebalan tubuh dilemahkan oleh stres, dia menambahkan, kulit Anda juga dapat teriritasi oleh hal-hal yang tidak pernah menjadi masalah sebelumnya. Seperti sabun, dingin atau panas, losion, atau deterjen.

  • Lebih mudah terkena gangguan sistem pencernaan 

Stres juga bisa memperlambat pengosongan makanan dari perut. Ini menyebabkan perut jadi penuh gas dan kembung. Tidak jarang, Anda dapat mengalami kontraksi usus yang menyebabkan perut terasa kram dan juga diare

Kehilangan beberapa helai rambut memang normal terjadi setiap harinya. Akan tetapi, jika jumlah rambut yang rontok melebihi batas yang seharusnya, ini bisa menjadi salah satu tanda Anda mengalami stres. 

Stres bisa secara signifikan mendorong sejumlah besar folikel rambut ke dalam fase istirahat. Beberapa bulan setelahnya, rambut-rambut pun rontok.

  • Muka jadi berjerawat 

Munculnya jerawat tidak hanya disebabkan karena kulit kotor, tapi juga karena stres. Saat stres, tubuh akan memompa lebih banyak hormon seperti kortisol yang menyebabkan kelenjar kulit memproduksi lebih banyak minyak dari biasanya.

Minyak inilah yang nantinya bisa terperangkap di bawah pori-pori yang kemudian tinggal dan berubah menjadi kotoran dan sel kulit mati. 

  • Berat badan turun atau naik

Stres memicu pelepasan hormon kortisol yang mengganggu kemampuan tubuh untuk memproses gula darah dan mengubah cara metabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Hal itu pada akhirnya dapat menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan. 

Jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala kesehatan di atas, bisa jadi Anda saat ini sedang mengalami stres. Segera lakukan relaksasi atau me-time untuk mengatasi stres. Anda bisa meluangkan waktu untuk melakukan hobi, seperti olahraga, membaca buku, menggambar, atau bernyanyi. Jangan lupa, cukupi juga waktu istirahat setiap hari. Apabila stres terus berlanjut, jangan sungkan untuk berkonsultasi pada tenaga medis profesional seperti psikolog atau psikiater.

[HNS/RN]

0 Komentar

Belum ada komentar