Sukses

Sparkling Water, Adakah Manfaatnya untuk Kesehatan?

Di balik kesegarannya, pernahkah Anda bertanya-tanya tentang manfaat kesehatan sparkling water untuk kesehatan tubuh? Simak ulasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Saat memesan air mineral di restoran, Anda mungkin sering ditanya, “air putih still (biasa) atau sparkling?” Banyak yang menganggap sparkling water terasa lebih segar karena merupakan minuman karbonasi, apalagi jika disajikan dingin. Namun, adakah manfaatnya untuk kesehatan bila dibandingkan dengan air putih biasa?

Sparkling water merupakan jenis air minum dalam kemasan yang mengandung karbon dioksida. Adanya zat tersebut pada sparkling water membuatnya memiliki gelembung-gelembung udara dan berdesis saat tutupnya dibuka, layaknya minuman bersoda. Hanya saja, sparkling water tidak memiliki aroma maupun rasa.

Karena termasuk minuman berkarbonasi, ada efek sampingnya

Menurut dr. Karin Wiradarma, M.Gizi, dari KlikDokter, sparkling water sebenarnya sah saja diminum. Namun, efek yang diberikannya pada tubuh bisa bermacam-macam.

“Ada yang setelah meminumnya justru jadi tidak merasa haus lagi. Tapi, ada juga yang efeknya justru membuat perut kembung, begah, bahkan tidak ingin minum lagi,” kata dr. Karin.

Selain itu, efek samping dari konsumsi sparkling water di antaranya adalah:

  • Merusak enamel gigi 

Air yang berkarbonasi dalam tingkatan level apa pun bisa menyebabkan penurunan kekuatan gigi dan lepasnya material tambalan gigi. Hal ini bisa terjadi karena sparkling water tetap memiliki kadar asam yang cukup tinggi, meski tidak memiliki varian rasa layaknya minuman bersoda.

Selain itu, sparkling water juga dapat menyebabkan enamel gigi rusak, yang nantinya mengancam kesehatan gigi dan membuat warnanya menjadi lebih kuning.

Fakta ini tertuang dalam jurnal medis “Korean J Orthod” yang terbit Januari 2018 lalu.

  • Memicu obesitas

Ada pula penelitian yang menguji hewan percobaan (tikus) diperoleh hasil bahwa sparkling water menginduksi penambahan berat badan dan memicu obesitas. Peneliti meyakini bahwa hal tersebut bisa terjadi akibat meningkatnya kadar hormon grelin (pemicu rasa lapar) pada kelompok tikus yang diberikan sparkling water atau air berkarbonasi tanpa rasa (tawar).

  • Meningkatkan gas dalam tubuh

Buih yang dimiliki sparkling water bisa menyebabkan kandungan gas dalam tubuh semakin banyak, sehingga menyebabkan efek kembung maupun begah. Kandungan gas berlebih pada minuman tersebut juga bisa meningkatkan asam lambung, yang jika terus terjadi bisa memicu iritasi di kerongokongan.

Lebih baik mana ketimbang air putih?

Meski sudah ada beberapa penelitian tentang sparkling water, tetapi semuanya belum matang untuk dijadikan sebagai acuan. Walaupun demikian, bila bertanya-tanya mana yang lebih baik antara sparkling water atau air putih, air putih biasa adalah pemenangnya. Alasannya tentu saja karena air putih tidak menyebabkan berbagai risiko kesehatan.

Meski demikian, ada sisi positif dari sparkling water yang cukup menarik, yaitu konsumsinya bisa membantu orang-orang yang sudah terlanjur kecanduan minuman manis atau minuman bersoda. Dalam sebuah kunjungan acara, profesor di bidang nutrisi dari Universitas Negeri Arizona, Amerika Serikat, Stavros A. Kavouras memiliki satu tip terkait hal tersebut.

“Cobalah untuk perbanyak asupan air putih dengan beralih ke sparkling water (untuk mengganti konsumsi minuman bersoda). Minuman ini sama baiknya dengan air mineral pada umumnya,” kata Prof. Stavros kepada KlikDokter.

Sparkling water tetap memiliki manfaat sehat untuk kesehatan, terutama untuk kecukupan hidrasi. Anda disarankan untuk minum air paling sedikit 2 liter atau 8 gelas bagi orang dewasa untuk mencegah dehidrasi sekaligus penyakit seperti batu ginjal, infeksi kandung kemih, serta membatasi perkembangan penyakit penyakit ginjal akut. Namun, jika Anda mengalami efek samping yang tak nyaman setelah minum sparkling water, sebaiknya jatuhkan pilihan ke air putih biasa saja.

(NB/RN)

2 Komentar