Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pentingnya Imunisasi Lengkap agar Anak Tak Terserang Difteri

Pentingnya Imunisasi Lengkap agar Anak Tak Terserang Difteri

Kasus difteri menghebohkan Malang. Yuk, ketahui pentingnya imunisasi lengkap supaya terhindar dari difteri.

Klikdokter.com, Jakarta Sebuah kasus mengejutkan datang dari Malang, Jawa Timur. Ratusan siswa di kota tersebut dinyatakan positif sebagai carrier atau sehat tapi membawa bakteri difteri. Itulah alasan mengapa imunisasi lengkap sangat penting agar anak tak terserang difteri di kemudian hari.

Melansir dari Liputan6.com, Dinas Kesehatan dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat sudah melakukan penyelidikan terkait epidemologi difteri di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dan SMA Negeri di Kota Malang. Termasuk cek status imunisasi difteri ratusan siswa positif carrier di dua sekolah tersebut.

"Setelah kami teliti, mereka memang sudah pernah imunisasi, tapi belum lengkap," kata Husnul Muarif, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, Kamis, 25 Oktober 2019.

Sekolah sampai diliburkan

Namun, ternyata tak hanya siswa, ada guru yang juga positif sebagai carrier difteri. Hal ini diketahui setelah mereka semua menjalani swab atau pemeriksaan lendir tenggorokan, yang bahkan membuat sekolah sampai diliburkan.

Tercatat, ada sekitar 212 siswa dan 15 guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) I Kota Malang yang dinyatakan positif sebagai carrier difteri. Sementara, di SMA Negeri 7 Kota Malang, sejauh ini terdapat 42 siswa dan 20 guru yang dinyatakan positif sebagai carrier difteri.

Semua temuan di dua sekolah tersebut berawal dari siswa yang sakit. Akhirnya, pihak sekolah pun memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Kenali bahaya difteri

Setelah sudah lama tak muncul, wabah difteri kembali muncul pada 2017 lalu. Lebih dari 900 anak-anak terjangkit penyakit berbahaya ini, bahkan banyak di antaranya yang meninggal dunia.

Penyakit ini memang masalah kesehatan serius. Pemicunya adalah infeksi menular yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphteriae.

Biasanya, gejala awalnya adalah demam yang tidak terlalu tinggi dan nyeri saat menelan. Selain itu, bakteri penyebab difteri juga membentuk lapisan yang menutupi jalan napas, sehingga akan membuat penderitanya kesulitan bernapas.

"Lebih jauh lagi, bakteri penyebab difteri juga mengeluarkan racun yang dapat menyerang berbagai organ tubuh. Akibatnya, terjadilah peradangan pada otot jantung (miokarditis), kelumpuhan saraf, gangguan otak, radang sendi, infeksi di tulang, gagal ginjal, dan kegagalan sirkulasi peredaran darah," kata dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid dari KlikDokter.

Hilangnya nyawa karena difteri bisa terjadi akibat sumbatan pada saluran napas yang menyebabkan oksigen tidak bisa masuk ke dalam tubuh. Selain itu, peradangan otot jantung akibat racun difteri juga bisa menyebabkan kematian mendadak.

Orang yang berada di sekitar penderita difteri juga bisa terkena dampaknya. Pasalnya, difteri adalah penyakit yang sangat mudah dan cepat menular. Anak-anak dan kaum lanjut usia merupakan kelompok yang paling rentan tertular difteri dan komplikasinya yang mematikan.

Pentingnya Imunisasi Lengkap Untuk Mencegah Difteri

Cara yang paling efektif untuk mencegah difteri adalah melakukan imunisasi lengkap dan sesuai dengan jadwal. Menurut dr. Dyan Novita Anggraini dari KlikDokter, hal itu perlu dilakukan supaya vaksin yang diberikan dapat bekerja secara optimal.

Saat ini, vaksin difteri biasanya digabung dalam satu suntikan dengan pertusis dan tetanus, sehingga disebut sebagai vaksin DPT. Untuk bisa bekerja secara optimal, vaksin DPT harus dilakukan sampai lima kali.

Ada tiga parameter yang harus Anda perhatikan saat memberikan imunisasi DPT, yaitu:

  • - Vaksin DPT 1, 2, dan 3

Vaksin DPT ke-1 diberikan paling cepat pada saat anak berusia 6 minggu. Interval pemberian antara vaksin ke-1 menuju vaksin ke-2 dan dari vaksin ke-2 menuju vaksin ke-3 adalah 4 minggu.

  • - Vaksin DPT 4

Interval vaksin ke-3 menuju vaksin ke-4 adalah 6 bulan.

  • - Vaksin DPT 5

Vaksin ke-5 diberikan saat rentang usia anak 4-6 tahun, jika vaksin ke-4 diberikan saat usia anak kurang dari 4 tahun. Namun, jika vaksin ke-4 diberikan saat usia anak sudah lebih dari 4 tahun, maka vaksin ke-5 diberikan saat anak berusia 7 tahun.

Kasus kejadian ditemukannya siswa dan guru sebagai carrier difteri di Malang cukup mengejutkan. Padahal sebenarnya penyakit yang cukup berbahaya dan mematikan ini dapat dicegah dengan imunisasi lengkap. Oleh karena itu, agar si Kecil tak terserang difteri, sebaiknya Anda cek lagi daftar imunisasinya, apakah sudah lengkap atau belum.

[MS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar