Sukses

Yakin Daging Merah Buruk untuk Kesehatan? Ini Faktanya

Sering dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, Anda yakin daging merah seburuk itu untuk kesehatan? Simak faktanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Konsumsi daging merah sering sekali dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, misalnya kanker dan penyakit jantung. Namun, faktanya apakah daging merah benar-benar seburuk itu untuk kesehatan?

Karena berhubungan dengan risiko penyakit tertentu, tak sedikit orang enggan mengonsumsinya. Bahkan, beberapa memutuskan untuk berhenti mengonsumsinya sama sekali dengan harapan kesehatan yang lebih baik.

Daging merah merupakan salah satu sumber protein hewani dikonsumsi populasi dunia. Disebut daging merah karena banyak mengandung mioglobin, yaitu protein yang kaya zat besi daripada daging putih. Daging merah umumnya berasal dari sapi, kambing, dan sebagainya.

Asal muasal citra buruk daging merah

Salah satu efek buruk daging merah yang sering kali diberitakan adalah peningkatan risiko munculnya kanker.

Penelitian memang membuktikan adanya hubungan konsumsi daging merah dengan munculnya kanker (terutama kanker usus besar). Tetapi penelitian belum bisa benar-benar membuktikan bahwa konsumsi daging merah adalah penyebab munculnya kanker.

Laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2015 menyimpulkan, daging merah ‘hanya’ mungkin karsinogenik.

Kelihatannya, tipe daging merah dan cara mengolahnya cukup berperan dalam menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Daging merah olahan –seperti sosis, kornet, atau bacon, cenderung lebih tinggi garam dan lemak, sehingga dianggap kurang sehat dibandingkan daging merah mentah. Laporan WHO menyebut, terdapat cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa daging merah olahan dapat meningkatkan risiko kanker.

Cara mengolah daging merah, terutama yang dimasak pada suhu tinggi, juga tampaknya berpengaruh buruk bagi kesehatan.

Cara pengolahan ini, misalnya dengan membakar, dapat menimbulkan munculnya zat polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) dan heterocyclic aromatic aminase (HAA) yang berpotensi menyebabkan kanker.

Meski demikian, jangan langsung terburu-buru membuang stok daging merah di rumah! Sebab, daging merah juga memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh.

Kandungan nutrisi daging merah yang tak boleh diabaikan

Walaupun banyak berita buruk beredar tentang daging merah, tetapi faktanya sumber makanan ini sangat kaya akan nutrisi. Daging merah merupakan sumber protein yang sangat baik. Kurang lebih 25-30 persen  beratnya merupakan protein.

Lebih lanjut, protein pada daging merah mengandung semua asam amino esensial yang tidak bisa dibentuk tubuh sendiri, yang hanya bisa didapatkan dari asupan makanan.

Selain protein, masih banyak kandungan gizi daging merah yang menyehatkan. Misalnya vitamin B3, B12, zink, dan selenium.

Daging merah juga sumber zat besi yang baik, serta merupakan zat besi yang mudah diserap dibandingkan sumber zat besi dari tumbuhan. Hal ini membuat daging merah baik dikonsumsi wanita, yang cenderung kekurangan zat besi sehingga bisa menimbulkan anemia.

Konsumsi daging merah juga dikaitkan dengan rasa kenyang yang lebih lama, masa otot tubuh yang baik, serta tulang yang kuat.

Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari daging merah sekaligus mengurangi efek buruknya, Anda tetap dapat mengonsumsinya dalam jumlah yang tidak berlebihan.

Pilihlah daging merah segar dan hindari daging merah olahan. Pilih juga potongan daging merah segar dengan lemak minimal atau tanpa lemak.

Cara mengonsumsi daging merah yang disarankan

Untuk pengolahannya, hindari memasak daging merah dengan suhu tinggi. Saat memasak, daging juga bisa sering dibolak-balik. Jika memungkinkan, hindari paparan langsung antara sumber panas dan daging (indirect heat).

Saat akan menyantapnya, buang bagian-bagian yang menghitam dalam proses memasak. Selain itu, kombinasikan daging merah dengan makanan pelengkap yang menyehatkan. Misalnya banyak sayur atau kacang-kacangan.

Meski diyakin bisa berdampak buruk untuk kesehatan, tetapi faktanya daging merah kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah pemilihan daging yang segar dan minim lemak dan cara memasaknya agar tubuh mendapatkan manfaat terbaik dari sumber protein hewani tersebut.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar