Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Angin Kencang Campur Debu, Bagaimana Dampaknya pada Kesehatan?

Angin Kencang Campur Debu, Bagaimana Dampaknya pada Kesehatan?

Dua daerah di Pulau Jawa sedang dilanda angin kencang campur debu. Simak dampak bencana itu pada kesehatan masyarakat sekitar.

Klikdokter.com, Jakarta Angin kencang melanda Dieng, Jawa Tengah dan Batu, Malang, Jawa Timur. Bencana ini merusak atap rumah warga dan merobohkan pohon-pohon. Angin kencang bercampur debu itu pun bisa berdampak negatif pada kesehatan masyarakat sekitar lokasi bencana.

Sayangnya, tidak diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab timbulnya angin kencang di Dieng. Ada pun, angin kencang di Batu, Malang, Jawa Timur, menurut pantauan BMKG Stasiun Klimatologi Klas 2, dipicu oleh kebakaran hutan di Gunung Arjuno akibat perubahan suhu musim pancaroba.

Kecepatan angin kencang yang membawa debu di wilayah Batu mencapai 80 km/jam. Dengan demikian, jika masyarakat tetap memaksakan diri untuk beraktivitas di tengah lingkungan yang berdebu, bukan tak mungkin gangguan kesehatan akan mengintai mereka. 

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, setidaknya ada tiga penyakit yang disebabkan oleh debu yang dibawa oleh angin kencang, yaitu infeksi saluran pernapasan atas, infeksi saluran pernapasan bawah, dan sakit mata. Untuk masing-masing penjelasan dari penyakit tersebut, akan dipaparkan di bawah ini. 

  • Infeksi saluran pernapasan atas

Debu yang terbawa angin kencang mengandung banyak kuman. Tanpa angin kencang saja, debu bisa masuk ke dalam tubuh. Itu berarti, jika dibawa oleh angin yang kencang, risiko debu masuk ke saluran pernapasan akan semakin tinggi. 

Dikatakan oleh dokter yang kerap disapa dr. Vita itu, situasi ini akhirnya menyebabkan rasa kering dan iritasi di saluran pernapasan atas. 

“Infeksi pada saluran pernapasan atas yang dapat terjadi adalah faringitis atau radang tenggorokan. Gejala yang menyertai, antara lain nyeri dan terasa mengganjal ketika menelan, demam, dan batuk-batuk,” jelasnya. 

  • Infeksi saluran pernapasan bawah 

Anda yang memiliki penyakit asma sebaiknya berhati-hati terhadap angin kencang yang bercampur debu ini. Pasalnya, bukan cuma infeksi saluran pernapasan atas yang bisa terganggu, melainkan bawah juga.

“Debu yang membawa kuman penyakit menyebabkan penyempitan saluran pernapasan bawah, sehingga memunculkan gejala sesak napas dan batuk,” tambahnya. 

  • Sakit mata

Angin debu dapat menyebabkan mata kering. Kondisi tersebut dapat terjadi saat air mata tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk melubrikasi mata. Semakin kering mata Anda, semakin tinggi risiko untuk terkena sakit mata dengan gejala mata merah, gatal, terasa mengganjal, dan belekan. 

Bagaimana nasib penderita alergi debu?

Sebenarnya, selain tiga penyakit di atas, kekambuhan alergi debu juga rentan terjadi ketika wilayah tempat tinggal Anda dilanda angin kencang. Ketika debu terhirup, sistem imunitas tubuh dari si penderita akan menganggap debu sebagai suatu hal yang berbahaya dan siap melancarkan reaksi peradangan (alergi). 

Beberapa gejala yang muncul saat alergi debu kambuh, yaitu:

  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat
  • Hidung meler
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Mata merah, gatal, dan berair
  • Serta muncul rasa gatal pada kulit

Untuk meminimalkan kambuhnya alergi debu saat ada angin kencang, yang bisa Anda lakukan adalah tetap berlindung di dalam rumah dan tutup pintu atau jendela agar tak ada debu yang masuk.

Jika debu telanjur masuk ke rumah, dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter menyarankan Anda menggunakan alat vakum dengan filter HEPA untuk membersihkan rumah. 

Jangan lupa untuk memakai masker ketika sedang menggunakan alat vakum dan saat pergi ke luar rumah. Bila perlu, gunakan kacamata guna meminimalkan risiko debu melukai mata Anda.

Angin kencang bercampur debu memang dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi pernapasan dan mata. Untuk menghindarinya, lakukan langkah pencegahan di atas. Jika, keluhan Anda semakin berat, segera berkonsultasi dengan dokter. Semoga bencana angin kencang yang bercampur debu ini tak berlangsung lama agar dampaknya pada kesehatan warga tidak terlalu parah.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar