Sukses

Segudang Manfaat Ketumbar untuk Kesehatan Tubuh

Tidak cuma bikin makanan jadi nikmat, mencampurkan ketumbar ke dalam masakan juga memberi manfaat untuk kesehatan tubuh. Ini buktinya!

Klikdokter.com, Jakarta Banyak sekali sajian Tanah Air yang menggunakan ketumbar sebagai salah satu bumbunya. Lebih dari sekadar penambah cita rasa masakan, konsumsinya juga dapat mendatangkan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Ketumbar (Coriandrum sativum) adalah salah satu tumbuhan rempah yang popular. Bukan hanya bijinya, daunnya pun banyak ditambahkan ke dalam masakan.

Manfaat sehat makan ketumbar

Tak perlu panjang lebar lagi, berikut ini adalah manfaat ketumbar untuk menunjang kesehatan.

  1. Menjaga kesehatan saluran cerna

Ketumbar mengandung sejumlah zat gizi, termasuk protein, lemak, kalsium, magnesium, kalium dan fosfor. Kombinasi zat gizi tersebut, dikatakan oleh dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter,  membuat ketumbar dapat membantu menjaga dan meningkatkan kinerja tubuh dalam hal melindungi usus dari kuman penyebab penyakit.

Sejak dulu, ketumbar sudah dipercaya mampu membantu mengatasi masalah gangguan pencernaan seperti sakit perut, mual, sembelit atau konstipasi, dan perut kembung. Tidak hanya itu, rempah yang satu ini juga diduga bisa mengurangi nyeri perut akibat sindrom iritasi usus besar alias irritable bowel syndrome (IBS).

  1. Menurunkan risiko kanker

Ketumbar memiliki kandungan senyawa yang disebut-sebut bisa mencegah pembentukan heterocylic amines (HCA) dalam daging yang sedang dimasak.

“HCA adalah zat yang terbentuk ketika daging dimasak dalam suhu sangat tinggi, seperti dipanggang atau dibakar. Makanan dengan kandungan HCA tinggi dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit kanker,” dr. Adeline menambahkan.

  1. Antinyeri dan antiradang

Menurut penjelasan dari dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, beberapa studi pada tikus menemukan bahwa ketumbar dapat memberi efek analgesik dan antiradang pada objek penelitian.

“Ekstrak ketumbar disinyalir memiliki aktivitas yang berpengaruh pada sistem opioid, sehingga dapat membantu mengurangi rasa nyeri,” lanjutnya.

  1. Pengawet alami dan antibakteri

Karena memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, ekstrak minyak dari daun ketumbar dapat menghambat proses oksidasi pada makanan. Artinya, makanan tidak akan cepat basi.

“Selain itu, komponen dodecanal yang terdapat pada biji dan daun ketumbar juga ditemukan memiliki efek antibakterial terhadap kuman salmonela. Bahkan, komponen tersebut mampu membunuh salmonela dua kali lebih efisien dibandingkan dengan antibiotik gentamisin,” tambah dr. Astrid.

  1. Menurunkan kadar gula darah

Dilansir dari Healthline, biji, ekstrak, hingga minyak ketumbar dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Namun, pasien diabetes yang kadar gula darahnya rendah atau mengonsumsi obat-obatan diabetes harus berhati-hati dengan rempah ini karena efektivitasnya dalam menurunkan gula darah.

Menurut sebuah studi pada hewan dalam jurnal “Food Chemistry” tahun 1999, biji ketumbar dapat menurunkan kadar gula darah dengan cara meningkatkan aktivitas enzim yang membantu kelebihan gula darah dalam tubuh.

Ada pula studi dalam jurnal “Phytotherapy Research: PTR” tahun 2009 yang menyebutkan, pemberian dosis ekstrak biji ketumber tertentu (20 mg per kg) menurunkan gula darah dan peningkatkan pelepasan insulin pada tikus dengan diabetes.

  1. Mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas

Ketumbar juga menawarkan beberapa antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Antioksidan seperti terpinene, kuersetin, dan tocopherols, terbukti dapat melawan inflamasi di tubuh.

Ada satu studi dalam jurnal “Food Chemistry” tahun 2015 yang menemukan bahwa antioksidan dalam ekstrak biji ketumbar dapat menurunkan inflamasi dan memperlambat pertumbuhan sel kanker paru, prostat, payudara, dan usus besar.

Meski alami, tetapi waspadai efek sampingnya

Ketumbar memang termasuk sebagai bahan alami. Akan tetapi, tetap saja Anda tidak dianjurkan mengonsumsinya secara berlebihan.

“Sebab, ada kemungkinan terjadi efek samping berupa reaksi alergi hingga peningkatan kepekaan terhadap sinar matahari,” ujar dr. Adeline.

Tidak hanya itu, efek samping lain yang juga bisa terjadi akibat konsumsi ketumbar berlebih adalah diare parah, sakit perut, siklus menstruasi tidak teratur, dan dehidrasi.

Menambahkan ketumbar ke dalam masakan boleh saja, bahkan dianjurkan mengingat manfaatnya banyak sekali untuk kesehatan tubuh. Namun ingat, konsumsinya jangan berlebihan. Daripada menambahkan banyak-banyak ke dalam masakan, lebih baik kombinasikan dengan makanan sehat lainnya agar nutrisi yang masuk ke tubuh lebih lengkap.

(NB/RN)

0 Komentar

Belum ada komentar