Sukses

7 Tips agar Tidak Cepat Lelah Saat Olahraga

Merasa lelah padahal baru saja mulai olahraga tentu bisa menurunkan motivasi. Agar tidak cepat lelah saat olahraga, lakukan tips ini!

Klikdokter.com, Jakarta Olahraga dimulai dengan mantap, tetapi beberapa menit kemudian Anda kelelahan dan seperti kehabisan tenaga. Ya, ini banyak terjadi dan bisa meruntuhkan semangat. Jangan cemas, ada tips jitu agar tidak cepat lelah saat berolahraga berdasarkan penyebabnya.

  1. Terus biasakan untuk berolahraga

Kata dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, jika Anda baru pertama kali memulai olahraga, sudah lama absen, atau beralih ke jenih olahraga baru, kelelahan tak lama setelah mulai berolahraga bisa terjadi.

“Penyebabnya adalah karena tubuh masih beradaptasi dengan perubahaan. Kondisi ini tak perlu dikhawatirkan, Anda hanya perlu membiasakan diri dengan perlahan dan meningkatkan durasi atau intensitas yang lebih berat,” jelas dr. Theresia.

Meski demikian, pastikan kondisi atau kapasitas tubuh sesuai dengan olahraga yang dilakukan. Jangan sampai terlalu diforsir, malah rasa lelah yang timbul bisa makin parah.

  1. Jangan pernah melewatkan pemanasan dan pendinginan

Pemanasan sebelum olahraga wajib dilakukan. Tidak hanya dapat mencegah kram, pemanasan sebelum olahraga juga bisa mencegah timbulnya kelelahan saat berolahraga.

“Pemanasan akan membuat otot-otot tubuh jadi lebih relaks. Ketika Anda berolahraga tanpa melakukan pemanasan, tubuh akan cenderung merasa lelah dan bisa menimbulkan nyeri di sekujur tubuh,” kata dr. Theresia lagi.

Selain pemanasan, pendinginan juga tak boleh dilewatkan saat selesai berolahraga. Pendinginan berfungsi untuk meregangkan dan melemaskan otot-otot, serta memperlancar aliran darah yang menegang selama olahraga berlangsung.

  1. Pastikan minum air putih yang cukup

Selama berolahraga, tubuh akan mengeluarkan cairan lewat keringat. Jika keringat yang mengucur deras dan kebutuhan air dalam tubuh tidak terpenuhi, dehidrasi bisa terjadi.

Untuk mencegahnya, jaga asupan air selama dan setelah berolahraga dengan cukup minum air putih. Hindari minuman bersoda atau mengandung kafein, sebab keduanya bersifat diuretik (menarik cairan), yang justru bisa membuat Anda semakin haus dan dehidrasi.

  1. Cukupi waktu tidur

Bila malamnya hanya tidur 2 jam, tak heran Anda langsung kecapekan tak lama setelah memulai olahraga.

Kurang tidur akan memengaruhi sistem metabolisme tubuh dalam membakar energi, sehingga tubuh jadi kurang fit saat berolahraga. Demikian dikatakan oleh dr. Theresia.

  1. Mewaspadai adanya alergi atau asma

Janet Hamilton, C.S.C.S, ahli fisiologi olahraga asal Amerika Serikat mengatakan kepada Women’s Health, bahwa alergi dan asma (diinduksi olahraga atau sebaliknya) bisa membuat seseorang sulit bernapas saat berolahraga.

Tubuh tak akan mampu melakukan squat tanpa oksigen. Setiap sel di tubuh, organ, dan otot butuh udara untuk bertahan dan melaksakan fungsinya dengan baik.

Bila mengalami batuk-batuk, mengi, dada terasa kencang, atau sesak napas saat atau setelah melakukan pendinginan, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Bisa jadi Anda memiliki asma atau bronkokonstriksi yang disebabkan oleh olahraga, yaitu ketika saluran napas di paru-paru menyempit sebagai respons terhadap olahraga berat.

  1. Perhatikan asupan karbohidrat

Kembali dikatakan oleh Janet, pelaku diet untuk menurunkan berat badan sering mengalami keluhan lelah saat berolahraga akibat pembatasan konsumsi karbohidrat. Saat Anda butuh membakar lebih banyak kalori yang masuk untuk menyingkirkan lemak, Anda juga tetapi butuh asupan kalori cukup (khususnya dari karbohidrat) sebagai bahan bakar tubuh berolahraga.

Bila kelelehan yang seperti ini sering Anda rasakan, cobalah untuk meningkatkan asupan kalori. Sebagian besar wanita butuh 1.200-1.400 kalori per hari untuk memiliki tingkat energi yang sehat.

  1. Jangan memaksakan untuk berolahraga berat

Olahraga yang terlalu berat, tidak menyisihkan waktu untuk istirahat, dan tidak mencukupi asupan cairan jelas dapat menimbulkan rasa lemas.

“Jangan hanya terbawa tren, tetapi olahraga yang Anda pilih harus proporsional dan sesuai dengan kondisi dan kemampuan tubuh. Konsultasikan ini dengan instruktur olahraga yang kompeten dan profesional untuk memandu Anda,” kata dr. Theresia menyarankan.

Lain kali, coba, deh, tips tadi agar Anda tidak cepat lelah saat berolahraga. Jika semua cara di atas telah dilakukan, tapi Anda tetap merasa cepat lelah, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter. Bisa jadi, ada faktor lain yang melatarbelakangi seperti gangguan tiroid, anemia, atau kondisi medis lainnya.

[MS/RN]

3 Komentar

  • trmksh

  • mohon pencerahan nya dokter? bb agar bisa turun stabil di angka 50 dan OR yg tdk mencederai

  • OR sy sepeda dokter, sblmnya senam OR sy, skrg baru akan coba speda statis, sblm memulai pemanasan dlu dsn stlah nya pndinginan lagi, usia sy 48th, bb 56-58 naik turun, tnghi 150 cm, kalau lgi sering puasa 54-55 ingin stabil 50 susah bangeet kalo makan sekali sehari asam lmbung kumat.. pdhal sdh tdk makan pedas dan asam, saat ini keluhan sy lutut radang sendi kumat stlah smggu OR speda statis pdhal dg kayuhan sedang tdk cepat...dg durasi 30 menit, sdh minum suplemen sendi ttpi msh nyeri ...