Sukses

Kapan Waktu Terbaik Konsumsi Probiotik?

Probiotik dikenal sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Namun, apakah ada waktu terbaik untuk konsumsi probiotik?

Klikdokter.com, Jakarta Istilah probiotik mungkin sudah tidak asing di telinga Anda. Kandungan yang sering ditemukan dalam minuman yoghurt ini memang sudah lama dikenal baik untuk kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit. Namun begitu, adakah waktu khusus yang dinilai paling baik untuk mengonsumsi probiotik?

Probiotik, apa itu?

Probiotik adalah bakteri yang bermanfaat bagi kesehatan, khususnya di saluran pencernaan. 

Dikenal sebagai bakteri baik, probiotik dapat menjaga usus Anda tetap sehat dengan mencegah pertumbuhan organisme berbahaya. Selain itu, probiotik juga memperkuat struktur dinding mukosa usus, dan proses pemulihan dari penyakit atau obat-obatan seperti antibiotik. 

Kandungan ini dapat Anda peroleh dari makanan, minuman, atau suplemen. Beberapa mikroorganisme hidup dalam suplemen probiotik yang juga terdapat dalam makanan yang dibudidayakan atau difermentasi secara alami, seperti yoghurt, keju, dan kimchi. 

Tak hanya berguna untuk pencernaan, probiotik ini juga terkait dengan menurunkan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan berat badan. 

Jika dalam keseharian Anda tidak secara rutin mengonsumsi makanan fermentasi, mungkin bisa dipertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen probiotik.

Kebanyakan mikroba probiotik harus tahan terhadap asam dan enzim pencernaan sebelum memasuki usus besar Anda. 

Probiotik dalam kapsul, tablet, dan yoghurt cenderung bertahan terhadap asam lambung Anda lebih baik daripada bubuk, cairan, atau makanan atau minuman lain, terlepas kapan mereka dikonsumsi.

Selain itu, probiotik seperti Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Enterococci lebih tahan terhadap asam lambung daripada jenis bakteri lainnya. Faktanya, sebagian besar Lactobacillus berasal dari saluran usus manusia, sehingga mereka lebih tahan terhadap asam lambung.

Apakah waktu konsumsi probiotik berpengaruh?

Beberapa produsen suplemen probiotik menyarankan untuk mengonsumsi probiotik saat perut kosong, sementara yang lain tidak memberikan aturan tertentu. 

Meskipun sulit untuk mengukur daya hidup bakteri pada manusia, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikroorganisme Saccharomyces boulardii bertahan dalam jumlah yang sama dengan atau tanpa konsumsi makanan terlebih dahulu.

Di sisi lain, Lactobacillus dan Bifidobacterium bertahan paling baik bila diminum hingga 30 menit sebelum makan besar. Namun, tingkat konsistensi atau kerutinan mungkin lebih penting daripada kapan konsumsi probiotik dilakukan.

Sebuah studi selama satu bulan menemukan bahwa probiotik menyebabkan perubahan positif pada mikrobioma usus jika dikonsumsi saat makan atau sesudah makan.

Komposisi makanan juga memengaruhi

Mikroorganisme di dalam probiotik sudah diuji untuk memastikan bahwa mereka dapat bertahan hidup dalam berbagai kondisi di perut dan usus manusia. 

Namun begitu, mengonsumsi probiotik dengan makanan tertentu ternyata dapat mengoptimalkan manfaatnya.

Dalam sebuah studi, kelangsungan hidup mikroorganisme dalam probiotik meningkat saat dikonsumsi bersama oatmeal atau susu rendah lemak, dibandingkan dengan air atau jus apel. 

Penelitian ini menunjukkan bahwa sejumlah kecil lemak dapat meningkatkan kelangsungan hidup bakteri di saluran pencernaan Anda.

Probiotik Lactobacillus mungkin juga dapat bertahan lebih baik bersama gula atau karbohidrat. Penyebabnya, aktivitas mereka bergantung pada glukosa ketika berada dalam lingkungan yang asam.

Jadi, kapan waktu terbaik untuk konsumsi probiotik? Sebenarnya, tidak ada aturan baku mengenai waktu terbaik ini. Probiotik bisa bertahan dengan atau tanpa makan terlebih dahulu. Namun, agar manfaatnya bisa maksimal pada usus dan pencernaan, sebaiknya Anda mengonsumsi probiotik setiap hari secara rutin. 

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar