Sukses

7 Hal Tidak Terduga Penyebab Sakit di Leher

Penyebab sakit leher bisa sangat beragam. Bahkan, bisa sebagai tanda Anda mengalami sakit serius.

Klikdokter.com, Jakarta Leher sakit dan terasa kaku bisa sangat mengganggu. Aktivitas terhambat dan produktivitas menjadi lebih lambat. Jangankan bergerak, untuk sekadar menengok kanan dan kiri saja rasanya sudah sangat berat. Sebenarnya, apa yang jadi penyebab sakit di leher?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda perlu tahu bahwa leher terdiri dari tujuh ruas tulang belakang. Tulang-tulang tersebut dipisahkan oleh semacam ‘lempengan’, yang juga mengatur fungsi pergerakan dan keseimbangan.

Karena terdiri dari bagian yang berbeda, maka penyebab sakit di leher juga bisa bervariasi.

Penyebab sakit leher

Beberapa hal yang bisa jadi penyebab sakit di leher, antara lain:

  • Nyeri otot

Nyeri otot adalah salah satu penyebab utama terjadinya sakit pada leher. Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KliKDokter, nyeri otot di leher bisa disebabkan banyak hal.

“Salah satunya adalah akibat kebiasaan buruk Anda sendiri, seperti posisi tidur yang salah atau akibat terlalu sering menatap ponsel," ujarnya.

  • Cedera

Sifat tulang-tulang penyusun leher yang fleksibel dan selalu menopang kepala membuatnya sangat rentan terhadap cedera.

Beberapa hal yang bisa jadi penyebab cedera leher, misalnya kecelakaan kendaraan bermotor, dampak olahraga intensitas tinggi, menyelam, angkat beban, dan lainnya.

Dalam kasus yang parah, cedera dapat menyebabkan leher patah. Ini terjadi ketika satu atau lebih tulang belakang menjadi retak.

Leher yang patah dapat menyebabkan rasa nyeri tidak tertahankan, yang dapat menyebar ke area lain dari sumsum tulang belakang. Patah leher bisa meningkatkan risiko cedera pada sumsum tulang belakang, termasuk kelumpuhan.

  • Meningitis

Salah satu gejala penyakit yang sering disebut sebagai radang selaput otak ini adalah leher terasa sakit dan kaku.

Meningitis itu sendiri mengacu pada peradangan selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.

Leher sakit dan kaku pada kasus meningitis biasanya disertai dengan demam, sakit kepala, mual, muntah, dan sensitivitas pada cahaya.

  • Kanker

Kanker di daerah kepala dan sekitarnya dapat menyebabkan rasa sakit di leher. 

Beberapa jenis kanker yang dimaksud, yaitu kanker rongga hidung dan kanker sinus paranasal, kanker laring, kanker mulut, kanker nasofaring, kanker kelenjar ludah

Leher sakit akibat kanker biasanya disertai dengan munculnya sariawan, perubahan suara, kesulitan bernapas, sakit rahang, demam, kelelahan ekstrem, dan penurunan berat badan tanpa sebab.

  • Spondylosis serviks

Spondylosis serviks atau degenerasi cakram serviks adalah penyakit yang mengacu pada tulang leher atau vertebra yang aus.

Karena tidak dapat berfungsi dengan optimal, gesekan antara tulang belakang akan terjadi lebih intens. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan kekakuan pada leher.

  • Radikulopati serviks

Radikulopati serviks melibatkan saraf terjepit. Kondisi ini terjadi ketika akar saraf dari sumsum tulang belakang di leher teriritasi atau terkompresi.

Radikulopati serviks biasanya akan menimbulkan keluhan rasa nyeri yang menjalar dari leher ke bahu dan ekstremitas atas lainnya. Gejala lain yang juga muncul adalah kelemahan otot, mati rasa dan sensasi kesemutan melalui lengan atau tangan

  • Stenosis tulang belakang

Stenosis tulang belakang mengacu pada penyempitan tulang belakang yang memberi tekanan pada akar saraf. Penyempitan ini biasanya terjadi di leher atau punggung bawah.

Orang dengan stenosis tulang belakang dapat mengalami rasa sakit di leher, punggung, atau kaki. Rasa sakit biasanya lebih buruk saat beraktivitas. 

1 dari 2 halaman

Solusi leher sakit dan kaku

Untuk kasus sakit leher yang tidak terlalu parah, Anda bisa melakukan pengobatan sendiri di rumah. Beberapa caranya adalah sebagai berikut?

  • Kompres dingin 

Saat leher sakit, kompres dingin dapat membantu meredakan proses peradangan.

“Cobalah untuk mengompres leher dengan air dingin selama 20 menit setiap hari. Ini bisa dilakukan berkali-kali dalam satu hari,” kata dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter.

Pilihan lain dengan manfaat serupa yang juga bisa Anda lakukan adalah mandi dengan air hangat. Penggunaan air dengan suhu suam-suam kuku kudapat membuat otot relaks, sehingga sakit di leher bisa reda.

  • Istirahat

Istirahatkan leher Anda selama beberapa saat jika terasa nyeri atau kaku. Baringkan tubuh Anda dan atur posisi leher senyaman mungkin. Istirahatkan secukupnya saja, agar otot leher tidak kaku.

  • Regangkan otot-otot di leher

Sering-seringlah melakukan peregangan otot leher. Caranya mudah, putar leher secara perlahan ke kanan dan kiri dalam waktu singkat.

Bila keluhan sakit leher masih berlanjut, jangan sungkan untuk segera berobat ke dokter spesialis saraf. Dengan ini, Anda akan mendapatkan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan menentukan terapi yang paling tepat. Sakit di leher jangan dibiarkan, karena bisa menjadi pertanda dari adanya penyakit yang berbahaya!

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar