Sukses

5 Tips Mengatasi Speech Delay pada Anak

Speech delay atau keterlambatan bicara bisa memengaruhi aspek kehidupan anak. Jika anak mengalaminya, segera atasi dengan tips ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kerterlambatan bicara dan bahasa (speech delay) kerap dialami anak-anak. Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), speech delay terjadi pada 5-8 persen anak usia prasekolah. Jika anak menampakkan gejala ini, orang tua harus mengatasinya sesegera mungkin sebelum keterlambatan itu memengaruhi banyak aspek hidup anak.

Orang tua harus mencermati apakah kemampuan bicara dan bahasa anak dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Pasalnya, banyak orang tua yang tak menyadari buah hatinya mengalami keterlambatan perkembangan. Dari situ, bisa diambil langkah-langkah untuk menanganinya.

Penyebab dan tanda-tanda speech delay

Sebelum membahas cara mengatasi speech delay pada anak, Anda perlu tahu apa saja penyebab keterlambatan tersebut.

  • Gangguan pendengaran, baik berupa infeksi telinga kronis maupun kelainan bawaan
  • Gangguan oromotor (otot mulut)
  • Kelainan anatomi mulut seperti bentuk lidah, sumbing pada langit-langit mulut, atau frenulum yang pendek (selaput yang menggantung di bawah lidah)
  • Gangguan pada otak yang berperan dalam menerima atau menyampaikan bahasa
  • Autisme
  • Retardasi mental
  • Kurangnya stimulasi selama periode emas termasuk
  • Terlalu sering bermain gawai pada usia dini

Tanda-tanda speech delay yang perlu diwaspadai adalah:

  • Jika anak tidak mampu mengucapkan kata-kata sederhana saat berusia 12-15 bulan. Misalnya “mama” atau “papa”.
  • Anak tidak bisa memahami kata sederhana saat berusia 18 bulan. Misalnya “jangan”, “tidak”, dan lain-lain.
  • Anak tidak bisa berbicara dalam kalimat pendek (3-4 kata) saat berusia 3 tahun.
  • Anak tidak mampu bercerita secara sederhana saat berusia 4-5 tahun.

Apabila anak menunjukkan tanda-tanda di atas, jangan diabaikan. Sebaiknya bawa anak menemui dokter spesialis anak supaya ia bisa memperoleh terapi yang ia butuhkan.

1 dari 2 halaman

Tips mengatasi speech delay pada anak

Selain penanganan dokter spesialis anak, Anda juga bisa melakukan tips di bawah ini.

1. Rajin mengajak anak berbicara

Kebiasaan ini sebaiknya dilakukan sejak anak masih bayi. Ajak ia bicara kapan pun dan di mana pun. Misalnya apa yang sedang terjadi, menyebutkan nama-nama benda yang dilihat, tebak warna, dan lain-lain. Meski ini dilakukan pada bayi yang masih belum bisa bicara, kata-kata yang ia dengan akan menjadi bekal dalam perkembangan bicara dan bahasanya.

2. Membacakan cerita

Ini juga termasuk stimulasi bahasa bagi si Kecil untuk mengatasi kendala keterlambatan bicaranya. Buku cerita yang disarankan adalah yang bergambar. Karena selain membacakan, gambar pada buku sangat memungkinkan interaksi dengan anak. Selain buku cerita bergambar, media lainnya seperti kartu bergambar juga bisa digunakan.

3. Batasi screen time

Di era teknologi seperti sekarang ini, penggunaan gadget atau gawai yang berlebihan pada anak bisa menurunkan kemampuan bicaranya.

Interaksi dengan orang lain, khususnya komunikasi dua arah, bisa menjadi stimulus untuk perkembangan bicara anak. Jika anak dibiarkan berlama-lama bermain gawai, maka ia dapat mengalami hambatan dalam bekerja bersama orang lain sekaligus menurunkan produktivitasnya dalam suatu lingkungan.

Oleh karena itu, orang tua bisa menerapkan screen time, yaitu batasan waktu di depan layar, misalnya main gawai, komputer, ataupun menonton tayangan tertentu.

Para ahli menyarankan, anak berusia di bawah 2 tahun tidak diperbolehkan menggunakan gawai dalam bentuk apa pun, kecuali untuk tujuan video call atau panggilan video. Untuk anak usia 2-5 tahun, hanya boleh maksimal 2 jam per hari. Penggunaannya pun tetap harus didampingi orang tua agar tetap terjadi komunikasi dua arah dan dijadikan media untuk belajar.

4. Minum dengan sedotan

Minum dengan sedotan dapat membantu menguatkan otot-otot mulut dalam mengatasi keterlambatan bicara akibat kemampuan oromotor yang belum siap. Gunakan sedotan yang bisa dipakai ulang (reusable) ramah lingkungan atau dengan dengan bentuk, motif, atau warna yang ia suka untuk menarik perhatiannya.

5. Konsultasi dengan dokter sangat dibutuhkan

Apabila anak belum mengoceh atau tidak menoleh ketika namanya dipanggil saat usianya 6 bulan, atau belum berkata apa pun pada usia 1 tahun, maka Anda harus waspada. Nantinya, dokter akan mengevaluasi apa penyebab speech delay pada anak berikut penanganannya.

Speech delay kerap luput atau diabaikan akibat pola pikir orang tua yang menganggap bahwa nantinya anak mampu berbicara dengan sendirinya. Padahal, deteksi dini adalah kunci untuk mengejar ketertinggalan dan mengembalikan kemampuan bicara dan berbahasa si Kecil sebagaimana mestinya. Bila orang tua tak segera berupaya mengatasinya, dampaknya akan sangat besar pada aspek kehidupan anak nantinya. Mulai dari nilai akademiknya, pekerjaan, peningkatan risiko kecemasan sosial, hingga partisipasi sosial yang rendah.

(RN)

0 Komentar

Belum ada komentar