Sukses

Tubuh Berkeringat Setelah Mandi, Apa Penyebabnya?

Bukannya segar, tubuh malah berkeringat setelah mandi. Anda pernah mengalaminya juga? Ini yang jadi penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Setelah melakukan beragam aktivitas seharian penuh, tidak ada yang lebih menyegarkan ketimbang mandi. Namun bukannya fresh dan nyaman, tetapi tubuh justru malah gerah dan berkeringat setelah mandi. Nyatanya, kondisi ini lumrah terjadi, bahkan penyebabnya bisa dijelaskan secara medis.

Ada beberapa alasan kenapa keringat mengucur sehabis mandi, yakni:

1. Suhu air untuk mandi

Apabila Anda mandi dengan menggunakan air dengan suhu panas, maka cairan yang berada di kulit dan rambut akan tetap menghangatkan tubuh setelah mandi.

Uap yang berasal dari air dengan suhu panas bergabung dengan suhu yang hangat dari tubuh, sehingga akan meningkatkan kelembapan serta suhu kamar mandi. Pada akhirnya, suhu tubuh ikut meningkat dan keluarlah keringat.

2. Gesekan handuk

Apabila produksi keringat makin banyak setelah Anda menyeka tubuh dengan handuk, maka proses tersebut bisa jadi penyebabnya. Faktanya, menyeka kulit yang basah dengan handuk setelah mandi, apalagi yang terlalu keras, menyebabkan terjadinya gesekan yang menghasilkan panas.

Akibat proses tersebut, tubuh akan menyesuaikan kondisi dengan meningkatkan suhu, sehingga keringat mengucur keluar. Produksi keringat bisa semakin banyak apabila handuk yang digunakan memiliki suhu yang lebih hangat. Atau, bisa jadi bahan handuk yang digunakan bikin gerah.

3. Sedang demam atau selesai berolahraga

Anda memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk berkeringat setelah mandi apabila sedang mengalami demam atau baru saja selesai berolahraga. Kedua hal ini dapat menyebabkan peningkatan produksi keringat setelah mandi, karena keduanya menyebabkan peningkatan suhu tubuh basal.

1 dari 2 halaman

Mencegah berkeringat setelah mandi

Meski berkeringat setelah mandi umum terjadi dan tak perlu dikhawatirkan, tetapi kejadiannya bisa bikin dongkol. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, yaitu:

  • Jika baru saja selesai berolahraga, sebaiknya tunggu selama 20-30 menit sebelum akhirnya pergi ke kamar mandi untuk mandi. Jeda waktu ini dapat membantu tubuh menyesuaikan suhu dengan kondisi setelah berolahraga.
  • Hindari mandi dengan air dengan suhu yang lebih tinggi (panas). Jika memang harus mandi dengan hangat, basuh seluruh tubuh dengan air dingin sebelum mengakhiri mandi. Tujuannya adalah agar tidak ada uap panas yang tertinggal di tubuh dan menyebabkan kegerahan.
  • Pastikan sirkulasi udara di kamar mandi Anda optimal agar kelembapan di kamar mandi terjaga dengan baik. Anda pun dianjurkan untuk langsung keluar dari kamar mandi setelah “ritual” selesai dilakukan.
  • Saat mengeringkan tubuh selesai mandi, jangan menggosoknya, cukup ditepuk-tepuk ringan saja sehingga tidak menimbulkan panas. Pastikan juga untuk menggunakan handuk yang mampu menyerap air dengan baik.
  • Apabila Anda masih merasa gerah setelah keluar dari kamar mandi, basahkan kain atau handuk dengan air dingin dan usapkan pada wajah dan kepala Anda supaya suhu tubuh menurun.
  • Jika suhu udara cukup panas, kenakan pakaian yang tipis berbahan nyaman, sehingga tidak akan membuat Anda berkeringat setelah mandi. Kalau perlu, nyalakan kipas atau pendingin ruangan agar suhu ruangan menjadi lebih sejuk.

Berkeringat setelah mandi bukanlah hal berbahaya yang mesti dikhawatirkan. Meski demikian, kondisi tersebut bisa bikin dongkol, karena pada dasarnya tujuan mandi adalah supaya tubuh bersih dan segar. Apabila sudah menerapkan tips di atas tapi Anda tetap saja berkeringat sehabis mandi, atau keringat terus mengucur tanpa sebab yang jelas, sebaiknya buat janji untuk konsultasi dengan dokter. Karena, ada kemungkinan penyebabnya adalah kondisi medis yang harus ditangani.

(NB/RN)

0 Komentar

Belum ada komentar