Sukses

Aroma Vagina Berbau Tidak Sedap, Apa Masalahnya?

Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, vagina berbau tidak sedap bisa menurunkan rasa percaya diri di depan pasangan. Cari tahu penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Vagina adalah organ kewanitaan yang tak boleh luput dijaga kesehatannya. Ya, vagina yang sehat akan terasa bersih, tidak gatal, dan tidak berbau aneh. Namun, bagaimana bila vagina berbau yang tidak sedap dan menyengat? Apa masalahnya?

Sebelum membahas lebih lanjut, Anda harus tahu bahwa terdapat bakteri yang memang keberadaannya normal (flora normal) di vagina. Bakteri dan cairan di vagina tersebut menjaga keseimbangan pH vagina pada 4,5. Nah, gabungan flora normal dan cairan inilah yang menimbulkan bau pada vagina.

Karena itu, bau di vagina pada dasarnya adalah normal. Akan tetapi, ketika bau di vagina berlebih, artinya ada masalah. Meskipun tidak ada patokan yang jelas, bau vagina yang abnormal biasanya disertai dengan gejala seperti gatal, panas, iritasi, atau keputihan yang berlebih.

Bau yang berlebihan ini kemungkinan merupakan hasil dari siklus menstruasi Anda, kebiasaan kebersihan Anda, atau aktivitas yang Anda lakukan. Ditambah lagi, dikutip dari Healthline, mengingat pangkal paha berisi kumpulan kelenjar keringat, tak mengherankan kalau vagina akan memiliki bau tertentu.

Vagina berbau tidak sedap

Aroma vagina yang sehat umumnya tidak menimbulkan bau tidak sedap, meskipun tentu saja ada sedikit aroma amis. Namun, pada vagina yang memiliki masalah, biasanya bau yang ditimbulkan sangat menyengat, bahkan terkadang berbau busuk.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan vagina Anda berbau tidak sedap, yaitu:

  • Penyakit menular seksual

Salah satu penyebab vagina berbau tidak sedap adalah adanya penyakit menular seksual yang disebut dengan trikomoniasis. Kondisi ini juga disebabkan oleh parasit yang merupakan salah satu dari banyak bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Penyakit ini umumnya tidak memiliki gejala yang spesifik. Penderita trikomoniasis akan memiliki bau vagina yang menyengat dan bau busuk. Jika mengalami kondisi ini, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  • Infeksi jamur

Vagina berbau tidak sedap juga bisa disebabkan adanya infeksi jamur pada organ intim. Berbeda dengan trikomoniasis, infeksi jamur pada vagina biasanya akan menimbulkan bau menyengat yang disertai dengan rasa gatal yang berlebihan.

Penyebab infeksi jamur pun beragam. Misalnya karena kebersihan vagina kurang dijaga atau jarang mengganti celana dalam.

  • Celana dalam terlalu ketat

Selain menyebabkan selangkangan jadi lebih hitam, pemakaian celana dalam yang terlalu ketat juga bisa menimbulkan bau tidak sedap di vagina.

Celana dalam yang ketat akan buat area vagina lebih lembap karena tidak ada sirkulasi udara tidak lancar. Alhasil, area vagina jadi lebih berkeringat dan menyebabkan bau menyengat muncul.

Gunakanlah celana dalam yang tidak terlalu ketat dan berbahan katun agar sirkulasi udara dari area sekitar pangkal paha masih bisa masuk. Vagina Anda pun bisa ‘bernapas’.

  • Tidak membersihkan vagina

Sebenarnya, Anda tidak perlu menggunakan sabun khusus untuk membersihkan vagina. Karena pada dasarnya, vagina sudah memiliki metode pembersihan otomatis jika dirasa vagina telah kotor dan perlu dibersihkan.

“Vagina akan memproduksi lendir yang nantinya akan membawa keluar kuman dan sisa-sisa kotoran dari dalam vagina. Menggunakan sabun khusus hanya akan mengganggu keseimbangan pH dalam vagina dan memperburuk masalah yang ada,” ujar dr. Sepriani.

Gunakan air mengalir untuk membersihkan vagina. Lakukan hal ini setiap hari saat Anda sedang mandi. “Terutama saat sedang menstruasi dan keputihan, membersihkan vagina wajib dilakukan dan harus dilakukan lebih sering dari biasanya,” dr. Sepriani menambahkan.

  • Jarang mengganti pembalut

Saat menstruasi, darah yang keluar akan menempel di permukaan pembalut dan secara tidak langsung bersentuhan dengan dinding vagina.

Jarang mengganti pembalut justru membuat dinding vagina jadi lebih bau dan kotor. Hasilnya, lebih banyak kuman dan bakteri muncul dan tinggal di dalam vagina.

Untuk mencegahnya, gantilah pembalut minimal tiga kali dalam sehari. Atau bila pembalut terasa sudah ‘penuh’, segera ganti pembalut Anda.

Itulah beberapa penyebab mengapa vagina berbau tidak sedap. Jika bau vagina terus menimbulkan aroma yang menyengat seperti bau busuk, jangan merasa malu untuk konsultasi dengan dokter. Semakin cepat konsultasi, semakin cepat juga diagnosis yang akan didapatkan. 

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar