Sukses

Ini Bahayanya Kalau Telinga Kemasukan Air

Telinga sering kemasukan air khususnya saat sedang berenang atau mandi. Jika tak hati-hati, ada bahaya yang mengintai.

Klikdokter.com, Jakarta Telinga yang kemasukan air, misalnya saat berenang atau mandi di bawah pancuran, umumnya bisa diatasi dengan mudah dan cepat. Meski demikian, jika ini terjadi terus-menerus dan/atau penanganannya tidak tepat, diam-diam ada bahaya yang mengancam, lo!

Dikatakan oleh dr. Atika dari KlikDokter, bahaya yang dimaksud adalah swimmer’s ear, disebut juga sebagai infeksi telinga luar atau otitis eskterna.

Swimmer’s ear merujuk pada infeksi telinga bagian luar yang sering terjadi pada perenang. Telinga yang sering kemasukan air bisa meningkatkan risiko infeksi kuman.

Aktivitas harian seperti mandi juga bisa menyebabkan infeksi ini kalau air sering masuk ke telinga. Meski begitu, secara statistik penderita swimmer’s ear paling banyak dialami perenang, bahkan risikonya sampai lima kali lipat.

Hal-hal yang dialami penderita swimmer’s ear

Dokter Atika mengatakan, ketika air terperangkap dalam waktu lama di dalam telinga, kondisi liang telinga menjadi lembap.

“Akibatnya, terbentuklah lingkungan yang mendorong pertumbuhan bakteri, lalu menimbulkan infeksi di kanal luar saluran pendengaran,” jelas dr. Atika.

Keluhan yang akan dialami penderita di antaranya:

  • Kemerahan di telinga bagian luar
  • Gatal di liang telinga
  • Nyeri yang memberat saat daun telinga ditarik atau ditekan ke dalam
  • Sensasi penuh di telinga
  • Keluar sedikit cairan atau ada nanah di telinga luar
  • Suara yang terdengar samar-samar (tidak jernih)

Harus ditangani dengan tepat

Akibat swimmer’s ear, aktivitas penderita bisa sangat terganggu akibat nyeri (bisa sangat berat). Selain itu, pembengkakan akibat infeksi telinga luar dapat menurunkan volume liang telinga dengan signifikan.

“Ini berakibat pengantaran suara menuju telinga tengah akan terganggu. Kondisi ini memungkinkan terjadinya ketulian atau penurunan pendengaran, dalam derajat ringan hingga sedang,” kata dr. Atika menjelaskan.

Komplikasi lainnya dari otitis media eksternal adalah penyebaran infeksi menuju jaringan di sekitarnya.

“Apabila tidak ditangani dengan tepat, infeksi bisa meluas misalnya hingga ke area telinga bagian tengah,” tambahnya. Hal ini sangat mudah terjadi jika lingkungan telinga sering lembap seperti sering kemasukan air.

Cara mencegah dan menangani swimmer’s ear

Jika lain kali telinga Anda kemasukan air lagi saat berenang atau mandi, ada cara penanganannya benar—bukan dengan mengorek atau mengeluarkan air dengan jari atau korek kuping.

“Cara itu dikhawatirkan dapat merusak jaringan terluar dari kulit telinga yang lembut dan tipis, sehingga swimmer’s ear malah makin mungkin terjadi,” kata dr. Atika mengingatkan.

Langkah-langkah yang benar adalah:

  • Gunakan handuk lembut untuk mengeringkan area telinga luar yang masih bisa terjangkau.
  • Miringkan kepala ke arah luar liang telinga sambil sedikit menarik daun telinga. Cara ini diharapkan agar air bisa keluar dengan sendirinya. Menarik daun telinga dapat membuat posisi saluran telinga lurus.
  • Masukkan sedikit air ke dalam telinga yang kemasukan air, lalu secara cepat balik posisi kepala untuk menuangkan kembali air tersebut keluar. Lakukan perubahan posisi kepala secepatnya ketika air yang diteteskan sudah terasa masuk ke dalam telinga.
  • Gunakan prinsip evaporasi, yaitu dengan menggunakan blow dryer dan arahkan ke depan liang telinga. Jangan terlalu dekat, berikan jarak minimal 30 cm. Gunakan level panas yang paling rendah agar tidak mencederai kulit telinga. Cara ini bertujuan untuk menghilangkan kelembapan berlebih.

Kebanyakan kasus telinga kemasukan air bisa ditangani dengan mudah. Namun, jika telinga sering kemasukan air dan cara menanganinya tidak tepat, maka otitis media eksterna bisa terjadi. Apabila sudah sampai menimbulkan nyeri yang berat atau disertai gejala lainnya yang tak biasa, amannya segera periksakan ke dokter spesialis THT agar terhindar dari komplikasi.

(RN/RH)

0 Komentar

Belum ada komentar