Sukses

5 Penyakit Mata yang Sering Terjadi pada Anak

Kenali gejala penyakit mata yang sering terjadi pada anak sedini mungkin. Berikut ini pemaparannya.

Klikdokter.com, Jakarta Ada beberapa penyakit mata yang sering terjadi pada anak. Penyakit ini mungkin juga dapat dan sering ditemukan pada dewasa, namun yang menjadi tantangan adalah karena tidak semua anak dapat menyampaikan keluhan yang ia alami dengan baik, sehingga dapat dimengerti oleh orang tua.

Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui gejala penyakit mata tersebut, sehingga dapat sedini mungkin dikenali dan dikonsultasikan dengan dokter spesialis mata.

Pemeriksaan mata secara rutin merupakan hal yang penting untuk dijadwalkan bagi anak. Sering kali penyakit mata yang ditemukan pada anak tidak menimbulkan gejala yang dapat terlihat dengan jelas, sehingga membutuhkan pemeriksaan khusus yang dilakukan oleh ahlinya, yaitu dokter spesialis mata. 

Penyakit mata yang rentan menyerang anak

Ketika penyakit mata pada anak bisa segera dideteksi, terapi dapat diberikan dengan tepat. Hal ini dapat melindungi anak dari penurunan tajam penglihatan dan berbagai komplikasi lainnya.

Terdapat lima penyakit mata yang sering ditemukan pada anak, antara lain adalah:

  1. Mata malas

Mata malas atau yang dikenal dengan ambliopia adalah suatu kondisi di mana salah satu mata memiliki ketajaman penglihatan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan mata lainnya.

Kondisi ini menimbulkan gangguan penglihatan karena anak akan bergantung pada salah satu mata saja. Sehingga, mata yang mengalami gangguan akan semakin mengalami penurunan fungsi penglihatan.

Mata malas dapat disebabkan oleh mata juling, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, peran orang tua sangatlah penting untuk memperhatikan kesejajaran mata anak. Hal ini dapat dilakukan saat bermain dengan anak.

Ketika terdapat kecurigaan terdapat gangguan kedudukan mata yang tidak sejajar, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Katarak

Kondisi katarak di mana terjadi kekeruhan pada lensa mata sering dikaitkan dengan kelompok lansia. Padahal, katarak juga dapat terjadi pada anak, termasuk pada bayi baru lahir.

Kondisi katarak memang sangat sulit untuk dilihat secara kasat mata tanpa menggunakan alat pemeriksaan khusus.

Oleh karena itu, sangat penting melakukan pemeriksaan mata pada anak secara rutin, sehingga dapat dilakukan deteksi dini bagi kasus seperti ini, terlebih pada anak yang memiliki faktor risiko seperti ibu yang mengalami sakit pada masa kehamilan.

  1. Konjungtivitis

Peradangan pada konjungtiva mata sering kali disertai dengan keluhan mata merah, mata berair maupun kotoran mata. Konjungtivitis yang terjadi pada anak dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau merupakan suatu reaksi alergi.

Konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi bersifat mudah menular. Oleh karena itu, orang tua dapat memperhatikan lingkungan anak adakah orang yang mengalami hal serupa. Konjungtivitis juga dapat disertai dengan rasa gatal, sehingga anak akan cenderung lebih sering menggosok mata. 

  1. Bintitan

Bintitan terjadi karena adanya sumbatan di kelenjar pada kelopak mata atas maupun bawah. Pada umumnya, kondisi ini tidak disebabkan oleh infeksi. Ketika mengalami bintitan, sering kali terdapat benjolan pada kelopak mata disertai dengan reaksi peradangan seperti merah, bengkak, nyeri maupun gatal.

Pada kasus bintitan di fase awal, sumbatan kelenjar dapat diatasi dengan melakukan kompres hangat pada kelopak mata.

  1. Sumbatan saluran air mata

Saluran air mata terdapat di sudut mata sisi dalam yang berada di dekat hidung. Saluran ini berperan untuk membawa air mata keluar dari mata menuju ke hidung.

Ketika terdapat gangguan berupa sumbatan pada daerah tersebut, air mata tidak dapat mengalir dengan baik, sehingga menggenang pada mata dan menimbulkan keluhan mata berair.

Sumbatan pada saluran air mata dapat dibantu diatasi dengan kompres hangat dan melakukan pemijatan di daerah tersebut. Karena masih sulitnya bagi anak untuk menyampaikan keluhan yang ia alami, ketika mengalami sakit mata ia akan cenderung menjadi gelisah dan lebih rewel.

Itu sebabnya orang tua memiliki peranan yang sangat penting untuk mengetahui penyakit mata yang sering terjadi pada anak beserta gejalanya. Dengan demikian orang tua dapat membawa anak ke dokter spesialis mata untuk menjalani pemeriksaan secara keseluruhan dan memperoleh terapi yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar