Sukses

Efektifkah Mengatasi Tekanan Darah Rendah dengan Daging Kambing?

Daging kambing dipercaya dapat mengatasi masalah tekanan darah rendah. Bagaimana faktanya secara medis?

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang meyakini bahwa daging kambing dapat mengatasi tekanan darah rendah. Oleh sebab itu, banyak penderita tekanan darah rendah memperbanyak konsumsi daging kambing. Dan sebaliknya, sebagian penderita hipertensi berusaha sebisa mungkin menghindarinya.

Entah dari mana awalnya kepercayaan tersebut muncul, namun fakta medis menunjukkan bahwa daging kambing tidak terbukti memiliki efek langsung menaikkan tekanan darah. Sehingga, makanan ini bukanlah pengobatan yang tepat untuk mengatasi tekanan darah rendah.

Mengenal tekanan darah rendah dan pengobatannya

Pada orang dewasa, seseorang dianggap mengalami tekanan darah rendah (secara medis disebut hipotensi) jika tekanan darah sistoliknya kurang dari 90 milimeter air raksa (mmHg) dan tekanan darah diastoliknya kurang dari 60 mmHg.

Pada sebagian orang, tekanan darah rendah tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun pada sebagian orang lainnya, berbagai gejala seperti letih, kepala terasa melayang, pusing berputar, mual, telapak tangan dingin, penglihatan kabur, bahkan pingsan bisa terjadi.

Jika seseorang memiliki tekanan darah yang rendah tapi tak mengalami keluhan apapun, tidak ada pengobatan atau tindakan khusus yang perlu dilakukan.

Namun jika ada keluhan yang muncul, maka terdapat beberapa alternatif terapi tergantung jenis tekanan darah rendahnya. Berikut ini jenis tekanan darah rendah dan pengobatan yang tepat:

  1. Hipotensi ortostatik

Jenis tekanan darah ini terjadi jika penderitanya melakukan perubahan posisi dari duduk atau berbaring menjadi berdiri, lalu merasakan keluhan pusing atau seperti melihat bintang-bintang. Hipotensi ortostatik tidak diatasi dengan obat. Cara mengatasinya adalah dengan membiasakan berubah posisi secara perlahan-lahan, serta menghindari duduk bersila.

  1. Hipotensi postprandial

Pada kondisi ini, tekanan darah turun mendadak setelah seseorang makan. Jenis ini biasanya lebih sering ditemui pada kaum lanjut usia, terutama mereka yang mengalami penyakit Parkinson.

Penderita hipotensi postprandial sebaiknya tidak mengonsumsi obat yang dapat memengaruhi tekanan darah sebelum makan. Jika ada obat yang dapat memengaruhi tekanan darah yang harus dikonsumsi, sebaiknya diminum 1-2 jam setelah makan. Selain itu, penderitanya juga dianjurkan makan dalam porsi kecil dengan frekuensi yang sering.

  1. Hipotensi berat

Hipotensi berat terjadi jika tekanan darah berada dalam angka yang sangat rendah, hingga angkanya kadang sulit untuk diukur dengan alat. Penyebab hipotensi berat bisa bermacam-macam. Di antaranya adalah gagal jantung, alergi berat (anafilaksis), atau infeksi yang berat.

Jenis hipotensi ini umumnya membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit dan membutuhkan obat-obatan untuk meningkatkan fungsi pompa jantung yang diberikan melalui suntikan atau infus.

Bolehkah penderita tekanan darah rendah makan daging kambing?

Ya, penderita tekanan darah rendah boleh saja mengonsumsi daging kambing. Namun tujuannya bukanlah untuk mengobati tekanan darah rendah, melainkan untuk mendapatkan nutrisi dari daging tersebut.

Daging kambing merupakan sumber protein dan zat besi yang baik. Selain itu, daging kambing juga mengandung lemak, khususnya lemak jenuh. Jika dikonsumsi terlalu banyak, lemak tersebut menempel di pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Namun jika dibandingkan dengan kadar lemak jenuh pada daging sapi, kadar lemak jenuh pada kambing lebih rendah.

Agar daging kambing menyumbangkan sejumlah nutrisi yang baik bagi penderita tekanan darah rendah, pilihlah bagian daging has yang tidak mengandung banyak lemak saat akan mengonsumsinya.

Selain itu, proses memasak yang paling dianjurkan adalah dengan mengukus atau merebusnya. Sebisa mungkin, hindari memasak daging kambing dengan cara dibakar atau digoreng. 

Nah, sekarang sudah jelas bukan, bahwa makan daging kambing boleh dilakukan oleh penderita tekanan darah rendah. Meski demikian, hal itu sebenarnya tidak untuk mengatasi masalah hipotensi. Mengatasi tekanan darah rendah tetap perlu dilakukan sesuai anjuran dokter saat Anda memeriksakan diri. 

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar