Sukses

8 Gejala Kanker Tenggorokan yang Tidak Boleh Diabaikan

Beragam gejala kanker tenggorokan sering kali tampak umum. Kenali gejala penyakit ini dan jangan abaikan!

Klikdokter.com, Jakarta Kanker tenggorokan sering tidak menimbulkan gejala sampai akhirnya penyakit itu sudah memasuki tahap akhir. Faktanya deteksi dini bisa membuat pengobatan lebih efektif. Deteksi dini itu pun bisa dilakukan lewat pengenalan gejala kanker tenggorokan. Karena ragam gejalanya sering kali tampak “biasa” Anda jangan pernah mengabaikannya.

Kanker tenggorokan dikenal juga sebagai kanker nasofaring. Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, kanker nasofaring merupakan jenis kanker yang mengenai area nasofaring, yaitu area bagian atas tenggorokan, di belakang hidung.

Dijelaskan oleh dr. Nadia dalam salah satu artikelnya, ketika Anda bernafas melalui hidung, udara akan masuk melalui hidung ke tenggorokan dan nasofaring, lalu akan masuk ke organ paru-paru. Kanker nasofaring pun dapat terjadi pada usia berapapun, termasuk anak-anak.

Kanker nasofaring sering kali baru terasa ketika sudah stadium akhir, yang membuat akhirnya sulit disembuhkan. Deteksi dini menjadi hal yang perlu dilakukan agar kanker bisa sembuh. Cara yang bisa dilakukan adalah mengenai gejalanya.

Kenali jenis kanker tenggorokan

Sebelum membahas gejala kanker tenggorokan lebih lanjut, mari ketahui jenis kanker tenggorokan terlebih dulu.

  • Karsinoma sel skuamosa, berkembang di sel-sel tipis yang rata, yang melapisi sebagian besar tenggorokan. Sel-sel tersebut tampak seperti sisik ikan ketika dicek dengan mikroskop.
  • Adenokarsinoma, dimulai di sel kelenjar tenggorokan.
  • Sarkoma, yaitu jenis kanker tenggorokan yang berkembang di serabut otot leher. Angka kejadiannya tergolong jarang.
  • Kanker faring (pharyngeal cancer), dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
  • Kanker nasofaring, terbentuk di bagian atas tenggorokan, di belakang hidung.
  • Kanker orofaring, terbentuk di bagian tengah tenggorokan, di belakang mulut.
  • Kanker hipofaring, terbentuk di bagian bawah tenggorokan, tepat di atas laring atau kotak pita suara.
  • Kanker laring, mengacu pada kanker yang terbentuk di laring. Selain karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma, tipe lain kanker laring adalah lymphoepithelioma, karsinoma sel gelendong, kanker verukosa, karsinoma tidak berdiferensiasi, dan kanker kelenjar getah bening (limfoma).

Kanker laring dan kanker faring adalah jenis kanker tenggorokan yang paling banyak dilaporkan.

1 dari 3 halaman

Deteksi kanker tenggorokan, kenali gejalanya dan jangan diabaikan

Umumnya, kanker tenggorokan tidak menunjukkan gejala sampai stadium akhir. Itulah mengapa deteksi dini punya pengaruh signifikan terhadap efektivitas pengobatan.

Apabila Anda mendapati gejala di bawah ini, atau Anda punya riwayat merokok atau konsumsi alkohol secara berlebihan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

1. Benjolan di leher

Jika tiba-tiba ada benjolan di leher, waspadalah. Artinya, jika memang ada tumor di sana, kemungkinan itu adalah metastasis dari tenggorokan ke leher. Demikian disampaikan oleh Prof. Eric M. Genden, MD, ketua otolaryngology (studi tentang penyakit telinga dan tenggorokan) di Mount Sinai Health System di Amerika Serikat (AS) kepada The Healthy.

Benjolan paling umum dirasakan tepat di bawah rahang, kata Prof. Eric, tetapi juga bisa hadir di area mana pun di leher. Kelenjar yang membengkak di leher juga bisa disebabkan kondisi non kanker.

2. Perubahan suara

Kanker yang terbentuk di pita suara sering kali dapat menyebabkan suara serak atau perubahan nada dan suara. Menurut American Cancer Society (ACS), perubahan seperti ini dilaporkan sebagai gejala awal kanker tenggorokan. Oleh karena itu, jika suara serak atau perubahan suara tidak hilang dalam kurun waktu dua minggu, sebaiknya temui dokter.

3. Sering merasa ada yang mengganjal di tenggorokan

Apabila Anda sering merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan (dalam bahasa medis disebut sebagai sensasi benda asing), ada kemungkinan tumor menutupi sebagian tenggorokan.

Kesulitan dan rasa sakit saat menelan juga bisa menjadi salah satu gejala awal kanker tenggorokan.

4. Mimisan

Dikatakan oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, mimisan yang terjadi terus-menerus atau sulit berhenti juga perlu diwaspadai. Ada kemungkinan kanker nasofaring.

“Hal ini terjadi karena benjolan nasofaring cenderung rapuh dan mudah berdarah. Darah dapat keluar melalui hidung atau dari mulut,” jelasnya.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

5. Sumbatan di hidung

Pada kasus kanker nasofaring, sumbatan hidung juga umum dikeluhkan. Karena lokasinya yang dekat dengan rongga hidung, maka massa pada bagian nasofaring dapat menyebabkan gejala sumbatan hidung. Penderita kanker nasofaring juga akan mengeluhkan adanya sumbatan pada hidung yang terus-menerus.

6. Penglihatan berbayang

Karena lokasinya dekat dengan mata, dr. Alvin mengatakan bahwa kanker nasofaring dapat menyebabkan penekanan pada saraf kedua mata dan gangguan penglihatan.

7. Radang tenggorokan

Radang tenggorokan yang berulang atau yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten atau kronis) juga bisa menjadi tanda kanker tenggorokan. Menurut ACS, tumor yang terbentuk di daerah di bawah pita suara sering menyebabkan gejala kanker tenggorokan ini.

8. Anda atau pasangan terinfeksi virus HPV

Human papillomavirus (HPV) diketahui dapat meningkatkan risiko kanker serviks pada wanita. Namun, menurut The Mount Sinai Hospital, dalam dekade terakhir, kanker mulut yang dikaitkan dengan HPV meningkat setidaknya empat kali lipat baik pada pria dan wanita.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperkirakan sekitar 70 persen kanker orofaring bisa disebabkan oleh HPV.

Tentang bagaimana HPV dikaitkan dengan kanker mulut masih belum jelas, tetapi Prof. Eric mengatakan bahwa yang jelas sudah semakin banyak pria yang mengembangkan infeksi HPV di tenggorokan mereka, yang sebagian didapat lewat seks oral.

Meskipun belum ada cara pemeriksaan HPV pada pria, tetapi mengetahui status HPV pasangan adalah langkah pencegahan yang baik. Kanker tenggorokan yang terkait dengan HPV memiliki gejala yang sama dengan kanker tenggorokan yang berkaitan dengan merokok dan konsumsi alkohol. Pencegahan efektif adalah dengan melakukan vaksin HPV.

Gejala-gejala di atas sebaiknya tidak boleh diabaikan, karena bisa jadi itu merupakan tanda dari kanker tenggorokan. Memeriksakan diri ke dokter saat mengalami gejala apa pun yang tak biasa adalah langkah bijak untuk deteksi dini. Jika memang itu merupakan kanker, penanganan pada tahap awal meningkatkan keberhasilan pengobatan.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar