Sukses

Kanker Kambuh, Ria Irawan Sulit Bicara. Waspadai 7 Penyakit Ini

Kanker kambuh lagi, membuat aktris Ria Irawan juga mengalami keluhan sulit bicara. Apa penyebab kondisi tersebut?

Klikdokter.com, Jakarta Aktris Ria Irawan kembali didera kanker setelah sebelumnya “dinilai” sembuh. Lewat akun instagram pribadinya, aktris dengan nama lengkap Chandra Ariati Dewi Irawan itu mengatakan bahwa ia sulit bicara lantaran ada tumor di otak yang menekan saraf-saraf tertentu.

Perlu Anda ketahui bahwa istilah “sembuh” dalam kasus penyakit kanker disebut sebagai remisi. Kondisi ini muncul ketika sel-sel kanker sudah tak terdeteksi lagi. Meski demikian ini bukan berarti sel kanker hilang sepenuhnya. Hal ini karena terbatasnya kemampuan tim dokter untuk mendeteksi sel-sel kanker yang tersembunyi.

Dalam kasus kanker yang dialami Ria Irawan, sel kanker mulai aktif kembali. Dan penyebarannya ke beberapa organ tubuh lainnya, bisa mengakibatkan sejumlah gangguan kesehatan.

Tidak dimungkiri, terbentuknya tumor di otak memang bisa mengganggu fungsi bagian tubuh tertentu. Pada kasus Ria Irawan, tumor yang terbentuk di otaknya menekan saraf-saraf berbicara. Akibatnya Ria pun jadi kesulitan untuk mengucapkan kata-kata.

Penyakit lain yang bikin sulit bicara

Faktanya, tak hanya karena adanya tumor di otak – seperti yang dialami Ria Irawan – yang menjadi seseorang jadi sulit bicara. Selain itu ada sejumlah gangguan kesehatan lainnya yang  bisa mengakibatkan kondisi serupa. 

Beberapa penyakit dan keluhan lain yang bisa membuat penderitanya sulit bicara, antara lain:

  1. Stroke

Menurut dr. Devia Irene Putri dari KlikDokter, penyakit lain yang juga bisa menyebabkan sulit bicara adalah stroke. Penyakit ini biasanya akan menyebabkan gejala, seperti wajah terasa kebas, tubuh terkulai, merasa lemas, hingga kesulitan untuk berbicara. 

“Ketika Anda mengalami stroke, pasokan oksigen akan terputus ke otak karena adanya gumpalan darah. Akibatnya otak akan kekurangan oksigen sehingga fungsinya terganggu, dan terjadilah gejala-gejala tersebut,” tutur dr. Devia saat diwawancara.

Lebih lanjut, dr. Devia mengatakan bahwa stroke juga bisa menyebabkan kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan bicara, cacat permanen, atau cedera pada otak (afasia). 

  1. Migrain

Migrain adalah gangguan kronis yang ditandai dengan sakit kepala sebelah. Pada kasus yang parah, kondisi ini juga bisa membuat penderitanya kesulitan merangkai kata-kata (transient aphasia). 

“Orang yang migrain akan mengalami semacam gangguan visual dan indra bicara. Sebagian penderita tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan baik, merasa kebas di tangan, pundak atau wajah, merasa lemah pada satu sisi tubuhnya, bahkan merasa bingung. Penderita bisa mengalami gejala ini secara bersamaan atau bergantian,” ujar dr. Devia. 

  1. Kelainan saraf

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang mampu mengubah sistem kerja otak dalam mengirim informasi pada tiap sel di tubuh. Penderita MS dengan lesi di daerah otak yang mengatur kemampuan berbicara dapat membuat penderitanya sulit berkata-kata. 

Pola umum dalam MS adalah scanning speech, yaitu irama ketika berbicara memiliki jeda lama antara kata dan silabel. Kelemahan otot dan gangguan dalam koordinasi otot di mulut dan pipi juga bisa menjadikan penderita MS sulit bicara.

  1. Demensia

Demensia adalah gangguan otak yang ditandai dengan penurunan daya ingat. Berdasarkan keterangan dr. Devia, kondisi ini juga dapat menimbulkan gangguan dalam berbahasa, serta ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

“Tanda-tanda demensia dapat beragam, tergantung dari penyebabnya. Namun keluhan yang paling umum terjadi adalah perubahan fungsi nalar, kesulitan untuk berbicara, dan perubahan pada psikologis pasien,” tambahnya. 

  1. Alzheimer

Mirip dengan demensia, Alzheimer adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan pada fungsi otak. Pada fase awal, penderita penyakit ini sering kehilangan memori jangka pendek. Misalnya, lupa atau tidak dapat mengingat kejadian yang baru saja dialami. 

Pada fase selanjutnya, penderita penyakit Alzheimer akan mengalami kemunduran fungsi intelektual yang cukup berat. Hal ini akan menimbulkan gangguan pada aktivitas harian maupun kehidupan sosial penderita, termasuk gangguan dalam berbicara. 

  1. Kelelahan dan stres

Dilansir WebMD, kelelahan secara berlebihan ternyata juga bisa menyebabkan sulit bicara. Tak berhenti di situ, penelitian juga mengatakan bahwa Anda juga bisa kesulitan bicara saat merasa tertekan.

Faktanya, sering merasa cemas atau gelisah bisa menyebabkan mulut terasa lebih kering, terpeleset lidah, atau masalah lainnya yang mungkin menyebabkan Anda jadi sulit untuk menuturkan kata-kata. 

  1. Konsumsi alkohol

Alkohol dapat menghambat kinerja otak untuk berkolerasi dengan tubuh. Oleh karena itu, salah satu keluhan yang bisa terjadi akibat konsumsi alkohol berlebihan adalah sulit bicara. Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, efek yang dirasakan akan semakin intens.

Kondisi sulit bicara seperti yang dialami Ria Irawan tak hanya bisa terjadi akibat tumor di otak akibat kanker. Kondisi tersebut juga bisa tercipta akibat adanya penyakit maupun keluhan yang berkaitan dengan saraf di otak. Bagi Anda yang mengalami keluhan sulit bicara, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab dan cara terbaik mengatasinya. Semakin dini dideteksi dan diobati, kemungkinan sembuh akan semakin besar.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar