Sukses

6 Aktivitas Fisik untuk Anak Autis di Hari Olahraga Nasional

Menyambut Hari Olahraga Nasional, ajak anak penyandang autis untuk lebih banyak beraktivitas fisik. Berikut aktivitas yang bisa dilakukan.

Klikdokter.com, Jakarta Namanya juga masih anak-anak, anak autis pun butuh bermain dan beraktivitas fisik demi tumbuh kembang yang optimal. Dalam rangka menyambut Hari Olahraga Nasional yang diperingati setiap 9 September, ada beberapa pilihan olahraga atau aktivitas fisik yang cocok dilakukan untuk anak penyandang autis.

Autisme, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, merupakan bagian dari gangguan perkembangan anak. Autisme atau gangguan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD) adalah gangguan perkembangan fungsi otak yang mencakup berbagai bidang, yaitu sosial, emosional, dan komunikasi.

Memang ada beberapa aktivitas fisik atau olahraga yang dapat menjadi tantangan bagi anak autis. Namun, itu tidak berarti anak-anak autis harus menjauh dari aktivitas fisik. Anda tetap bisa membantu anak autis dalam memilih olahraga yang mereka sukai dan kuasai.

Aktivitas fisik untuk anak autis

Banyak aktivitas fisik yang cocok bagi anak autis. Namun, aktivitas fisik yang menuntut kerja sama tim tidaklah terlalu cocok untuk mereka. Sebab, semua olahraga tim membutuhkan keterampilan komunikasi sosial yang baik.

Sementara pada anak dengan autisme, keterampilan komunikasi tersebut masih sulit berkembang. Jadi, mungkin akan sulit bagi anak autis untuk masuk ke dalam tim, berkomunikasi dengan anggota tim lain, atau memprediksi apa yang mungkin dilakukan anggota tim lain.

Berikut ini adalah beberapa aktivitas fisik atau olahraga seru yang bisa Anda jadikan panduan saat memilih untuk anak autis:

1. Berenang

Olahraga berenang juga baik untuk anak dengan autisme, khususnya pada anak-anak yang kurang mahir dalam keterampilan bermain bola. Tidak hanya itu, perenang dengan autisme juga bisa sukses dalam turnamen atau kompetisi renang karena olahraga ini memiliki nomor yang dipertandingkan secara individual.

2. Atletik

Untuk anak dengan autisme, olahraga atletik bisa menjadi pilihan aktivitas seru yang baik. Sebab, sebagian besar cabang atletik membutuhkan kemampuan komunikasi yang lebih sedikit ketimbang sebagian besar olahraga tim.

3. Bersepeda

Naik sepeda bisa jadi tantangan sulit bagi anak autis karena biasanya mereka memiliki masalah dengan keseimbangan. Akan tetapi, ketika kemampuan bersepeda bisa mereka kuasai, bersepeda bisa menjadi cara yang bagus untuk menikmati alam bebas. Bersepeda juga dapat dinikmati sendirian atau dalam kelompok, entah hanya untuk bersenang-senang atau balapan.

Jika anak Anda menyukai bersepeda, tapi menampakkan kesulitan saat melakukannya dengan sepeda roda dua, Anda bisa mempertimbangkan sepeda roda tiga atau sepeda tandem agar bisa ikut mendampinginya.

4. Boling

Meski umumnya tempat main boling cukup berisik, tapi olahraga ini tampaknya merupakan olahraga “alami” untuk anak autis. Mungkin karena gerakannya berupa pengulangan, atau mungkin juga karena kepuasan saat melihat pin berjatuhan. Bisa dibilang, boling adalah pilihan olahraga yang baik untuk acara sosial yang bisa melibatkan anak dengan autisme.

5. Bela diri

Olahraga bela diri seperti karate, judo, taekwondo, aikido, dan jenis lainnya bisa mengombinasikan berbagai kemungkinan dan struktur, dengan tantangan dari interaksi fisik dengan orang lain. Untuk banyak anak autis, bela diri adalah cara yang baik untuk membangun keterampilan fisik serta meningkatkan kepercayaan diri.

6. Yoga

Yoga diketahui sangat bagus dengan hal yang terkait masalah emosional. Anda bisa mempertimbangkan untuk menyertakan anak dengan autisme mengikuti kelas yoga,  baik minat umum atau khusus penyandang autisme. Kegiatan sejenis yang bisa dilakukan adalah mengikuti kelas tari tradisional.

Itulah beberapa aktivitas fisik yang cocok untuk anak autis dalam rangka menyambut Hari Olahraga Nasional. Jadikan aktivits fisik ini sebagai kegiatan rutin yang dilakukan anak penyandang autisme. Dengan demikian ia bisa tetap bergerak secara aktif sehingga bisa memetik manfaatnya bagi kesehatan.

[MS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar